Senin, 2008 Agustus 04
Jalan Bareng PWS - Medan
Kapan terakhir anda mandi disungai ?
Pertanyaan ini mungkin menggelitik anda , terutama mereka yang punya masa kecil
di daerah pedesaan.
Demikian pula yang terjadi pada saya kemarin saat ikut “ Jalan Bareng PWS " (
Paguyuban Wargi Sunda – Medan ), minggu 03 Agustus 2008 “ dalam rangka
pembubaran panitya Khitanan masaal PWS kedaerah rekreasi BITRA di kawasan Sayum
Sabah – Sembahe – Medan.
Terpesona dengan keindahan lokasi saat baru pertama tiba
Betapa tidak hanya berjarak 35 menit dari rumah dikawasan Johor kota Medan
terdapat suatu lokasi wisata yang sangat alami , persis dengan suasana kampung
halaman saya di desa Karang Kancana – Luragung , Kuningan – Jawa Barat.
Ditempat yang menjadi tempat berkumpulnya anggota komunitas Warga Sunda di
Medan kemarin . mengalir sungai yang sangat jernih yang bermata air lamgsung
dari Pegunungan Brastagi – Tanah Karo yang mengingatkan seluruh rombungan
dengan panorama kampung halaman di Jawa Barat.
Airnya jernih , bersih , dangkal dan aman untuk anak - anak
Acaranya sendiri yelah dipublikasikan ke anggota PWS via telepon dan website
PWS beberapa waktu yang lalu dan mendapat sambutan positif dari anggota.
Tidak kurang dari sekitar 25 keluarga ikut bergabung.
Starting point dimulai dengan kumpul bersama di rumah Kordinator Acara , Kang
Dedy Mulyadi dikawasan Eka Rasmi – Johor.
Lokasinya rimbun dengan tanaman buah dan kebun
Rencananya sendiri di rencanakan berangkat pada pk. 08.00 WIB , namun karena
WIB nya singkatan dari Waktu Iraha Bae , pau da akhirnya rombongan baru
serentak berangkat pada pk. 09.30 WIB ( Waktu Indo. Barat ).
Ada dua akses jalan yang dapat ditempuh menuju ke tempat ini :
Pertama , liwat jalur Jl. Karya Jaya yang ujungnya mulai dari Jl. Kompleks TNI
AU dari arah Bandara kearah Namorambe.
Jika ada yang ingat acara pengajian di Bakso Wonogirinya Kang Arman , nah dari
situ terus kearah dalam.
Jalannya relatif bagus , sepi dan penuh panorama pedesaan.
Jalur Kedua via jalan menuju Brastagi , sebelum sampai jembatan Sembahe , kira
- kira 300 meter belok ke kiri , nah lokasi ini cuma tinggal 3 menit perjalanan
dari situ.
Disarankan sih lebih enak liwat alternatif pertama.
Persiapan Bakar Ikan
Saat masuk lokasi kita sudah disambut dengan naik jembatan gantung sepanjang 50
meter yang menghubungkan lokasi dengan jalan raya.
Selain dengan lokasi sungai yang cantik dan bersih , lokasi ini diperlengkapi
dengan Guest House , Ruang Meeting dan Kolam Pancing.
Asap mulai mengebul , aroma ikan mulai tercium , baraya mulai berkumpul . . .
Pertemuan PWS kali ini pun terasa lebih hangat , akrab dan kental sekali nyunda
nya , mungkin faktor lokasi , suasana serta busana yang casual turut membantu
suasana yang sangat kekeluargaan ini.
Dalam lokasi terdapat beberapa tempat " ngariung " yang berupa tenda dan saung
dengan kapasitas sampai 100 orang dengan letak langsung di tepi sungai.
Bakar ikan langsung ditepi sungai yang cantik.
Tanpa protokoler acarapun digelar dengan langsung membakar ikan yang telah
disediakan.
Tak kurang Kang Ustad Topik pun turun tangan ikut membakar ikan
Parade makan ikan bakar PWS , Kang Asep Sy mah asyik weh bakar ikan
Beberapa rekan PWS rupanya sudah " tidak tahan " mengenang masa kecil nya waktu
mandi sungai , selesai makan siang tanpa sungkan - sungkan langsung " ngojay "
bersama . . . .
Ngariung bersama keluarga saat makan siang di "saung " lokasi tepat dipinggir
sungai
Beberapa " anggota baru " PWS yang bergabung sangat terkesan dengan acara ini ,
dan berharap agar pertemuan ini tetap terus diadakan dan dipertahankan untuk
memperkuat silaturahni wargi Sunda di Medan
Menyatu dengan alam . . . shalat berjamah
Acara diakhiri dengan doa bersama oleh Ustad Topik , sebelum kembali kerumah
dengan kenangan indah pada pertemuan kali ini
Salam
PWS Medan
www.pwsmedan.blogspot.com
Posted by PWS - Medan at Senin, Agustus 04, 2008