DPD: Stop Pemekaran Daerah Untuk Tekan Anggaran
Angga Aliya ZR Firdaus - detikFinance




Ginandjar (dok Detikcom) 

 
Jakarta - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) meminta pemerintah untuk menghentikan 
pemekaran daerah. Langkah pemekaran daerah itu dinilai tidak mensejahterakan 
rakyat, bahkan justru merugikan karena menyedot banyak anggaran.

Hal tersebut yang dilontarkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ginandjar 
Kartasasmita disela Sidang Paripurna di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat 
(22/8/2008). 

Menurut Ginandjar, semakin banyak pemekaran daerah, maka semakin membutuhkan 
banyak biaya untuk mendanai administrasi pemerintah daerah dan gaji-gaji 
pegawainya. Sehingga, anggaran yang seharusnya bisa langsung sampai ke 
masyarakat pun mau tak mau berkurang. Hal ini tentunya akan berdampak pada 
meningkatnya kemiskinan di suatu daerah.

"Yang terjadi malah pembagian kemiskinan. Bukannya rakyatnya semakin sejahtera 
tapi malah bertambah miskin. Pemekaran ini kita stop saja dulu, baru kedepan 
nanti kita pikirkan kembali. Tahun lalu sudah kita katakan seperti itu," 
katanya.

Ia mencontohkan, jika terjadi pemekaran provinsi sehingga jumlah provinsi RI 
menjadi sekitar 40-50 provinsi, maka dibutuhkan lebih banyak biaya untuk 
mendanai administrasi dan gaji pegawai tiap provinsi baru. Apalagi jika 
pemekaran yang terjadi ada di tingkatan kabupaten sehingga jumlah kabupaten RI 
mencapai 500 kabupaten.


      

Kirim email ke