Wargi sadaya, tibatan jauh2 ningali balap mobil F-1 ka Singapur, mendingan ningali balapan ep-wan di Bandung, resep bari ngabuburit deui,
kieu yeuh cariosanana ; http://hdmessa.wordpress.com/2008/03/25/balapan-ep-wan-di-bandung/ salam baktos mang Wardi ---------------- Syahdan terdengarlah suara mesin mobil menderu deru, mobil2 mengkilap berjajar rapi, tiba2 berbunyi melengking suara suling dan rentakan suara angklung pertanda start dimulai, melajulah dengan cepatnya mobil2 balap ep wan ( F1 , mobil balap formula satu ) tersebut. Jaja serasa tak percaya melihat nya, ada balapan F1 di kota Bandung dengan mengambil start di lapangan tegalega. Tak percaya akhirnya tergapai juga impian nya, menonton langsung balapan mobil tersebut yg selama ini hanya bisa ia lihat di TV. Yah itulah kerjaan utama Jaja di rumahnya, setelah ia telah gagal melamar kerja ke mana2, cintanya pun ditolak si Neneng pujaan hatinya. Sekalian refreshing dan nggak ada kerjaan, akhirnya nonton TV saja lah kerjaan nya, khususnya acara olahraga seperti balap mobil dan sepakbola. Nonton nya pun nggak sembarangan, bukan acara lokal tapi acara2 olahraga nun jauh di eropa sana, walau nganggur Jaja masih punya gengsi. Tapi Jaja, sungguh kaget kalau ternyata balap F1 sampai diadakan pula di kota Bandung, yg jalan nya sempit, macet , banyak bolong2 dll. Dari koran ia dapat kabar justru karena itu semua, sangat menantang bagi para pembalap F-1 yg sudah bosan dg track balap yg itu2 saja. Jadilah Bandung kota ketiga di dunia yg mengadakan balap mobil di tengah kota, setelah monte carlo dan singapura. Pihak pemerintah sih senang2 saja, berarti setidaknya sudah jadi kota kelas dunia, keren euy. Yah begitulah kita2 senang berbangga2 dengan hal2 yg bersifat simbolis, namun tak begitu peduli bagaimana bisa unggul dalam realita nya, yg penting gengsi dan penampilan, demikianlah salah satu karakter kemiskinan mentalitas. Berhubung tak ada anggaran di APBD, sehingga balapan diadakan seadanya, bagaimana kondisi jalanan kota normal ada nya. Justru hal tersebut menambah seru pertandingan dan disukai para pembalap. Karena BBM supermahal, maka bahan bakar nya pun etanol, dibuat dari campuran minyak jarak dan singkong. Sehingga mesin mobil balap pun sedikit dimodifikasi sesuai bahan bakar tersebut. Khusus menghadapi track kota Bandung pihak konstruktor ( pembuat mobil balap ) telah merancang mobil khusus modifikasi dari mobil F-1 yg digunakan selama ini. Mobilnya lebih pendek dan tidak lebar, agar bisa masuk jalan sempit, mesin mobil posisinya agak di naikkan agar tak kena air saat melewati jalan yg banjir, disiapkan pula suspensi dg sensor khusus agar tetap bisa ngebut saat melewati jalan berlubang atau polisi tidur di kompleks perumahan. Ada perangkat khusus juga saat menghadapi kemacetan jalan. Dan setumpuk peralatan canggih lain nya untuk antisipasi kondisi jalanan. Dari tempat Jaja nonton di lapang tegalega, ada banyak dipasang monitor TV dari kamera2 yg terpasang di berbagai tempat, sehingga dari sana ia bisa memantau kondisi perlombaan di berbagai tempat. Saat para pembalap lewat jalan dekat pasar dimana pedagang pasar tumpah sampai ke tengah jalan, mobil pun bisa dibuat ramping agar bisa jalan cepat di tengah kemacetan, begitu pula saat melewati kompleks sekolah atau kantoran dimana biasanya banyak angkot ngetem. Yang seru saat para pembalap melewati kompleks perumahan di mana banyak polisi tidur nya (bump), shock breaker mengayun dengan lincah nya, namun ada satu yg tak diperhitungkan tinggi gundukan polisi tidur berbeda2 di berbagai tempat, sehingga tetap saja ada mobil yg body nya terantuk tonjolan jalan tsb. Saat terjebak pada jalanan yg jadi buntu karena terpasang portal, mobil pun bisa tiba2 meloncat, para pembalap pun menyukai tantangan2 jalan tsb Saat lewat perempatan lampu merah, mobil2 F-1 pun dikerubungi oleh para pengamen dan pengemis, membuat para pengemudi jadi bingung. Tapi ada pengemudi yg sudah tahu hal tsb dan menyiapkan banyak uang recehan, sehingga bisa aman melewatinya. Saat lewat rumah sakit dan mesjid, diaktifkanlah alat khusus sehingga tak terdengar sedikitpun suara mesin mobil, nyaris tak terdengar. Pada satu ruas jalan, ada peserta balapan yg kena tilang polisi juga, karena tak melihat ada rambu lalu lintas yg tersembunyi dan polisi nya sembunyi juga, karena pembalap bule, yah terpaksa "damainya" pakai uang dollar, tapi sang polisi bingung karena uang dollar nya tak diterima oleh penjual rokok di warung pinggir jalan. Saat lewat kantor gubernuran gedung sate, jalanan pun tertutup karena ada masyarakat yg sedang demo dan menutup jalan, terpaksa lah para crew balap, sibuk mencari alternative jalan tikus agar perjalanan tak terhambat, dan tak lupa memberi tips uang cepek'an pada anak muda yg berdiri di tiap perempatan jalan. Lewat jalan dekat kebun binatang bandung dimana di jalan banyak kotoran kuda karena di tempat tersebut biasa digunakan wisata berkuda anak2, secepat kilat, dari mobil langsung keluar zat pembersih khusus seperti karbol, sehingga pengendara pun terhindar dari sumber penyakit dari kotoran kuda tsb. Sampai di ujung jalan ganesha mobil pun berbelok ke arah jalan tamansari, yg membelah kampuis ITB dengan kebon binatang Bandung. Ternyata kebun binatang yg berada di sebelah kampus ITB, telah berubah menjadi universitas pula, bahkan menjadi sekolah favorit, lebih dipilih orang dibanding ITB sekalipun. Logo kampusnya kuda nyengir sedang duduk, menyaingi gajah duduk ganesha. Gedung kuliahnya sangat mewah, yang mana tiap2 fakultas dan jurusan nya menempati bekas kandang2 binatang saat masih jadi kebon binatang. Namun nama jurusan nya tetap sesuai dg nama2 binatang di sana sebelumnya; ada jurusan sapi perah, kambing hitam, domba adu, kelinci playboy, anjing penjilat, serigala penipu berbulu domba, katak penginjak, tikus koruptor, ayam jago selingkuh, raja singa, ular licik, bandot dandy, cecurut manis dan setumpuk jurusan2 lain yg sangat diminati, karena para lulusan nya banyak dicari , sukses kariernya dan tak pernah nganggur. Mobil2 balap pun, memberlambat jalan nya saat melintasi daerah tersebut, karena terpana melihat kampus yg megah tersebut dan para gadis kampus yang berjejer di pinggir jalan, namun ada juga yg bergelantungan di pohon. Jaja yg bisa juga melihat kampus baru tersebut dari layar monitor pembalap hanya terbengong2 saja melihatnya. Wah kalau dulu kuliah disana, saya nggak akan nganggur dan jomblo gini nih ., gumam si Jaja Selepas lewat jalan tamansari melewati jalan menikung ke jalan siliwangi sampai berbelok ke jalan cihampelas, sekali lagi mobil2 F- 1 tersebut terhambat lagi oleh kemacetan karena banyak wisatawan lokal dari Jakarta yg berbelanja di toko2 busana yg berderet panjang disana. Nampaknya bagi orang2 Jakarta, berbelanja adalah sebuah terapi membuang stress, virus konsumerisme seolah jadi obat bagi mereka. Jalanan macet tersebut tak jadi masalah bagi para pembalap, justru para pembalap cukup menikmatinya, dan kalau bisa ingin berhenti ikut belanja juga. Pokoknya seru abis lah track balap nya dan para pembalap pun senang dg perlombaan yg penuh tantangan tsb. Dari jalan cihampelas track terus mengarah ke selatan, setelah melewati kemacetan di BIP dan pasar baru, para pembalap melewati jalan Otista yg lurus sampai ke tempat finish di lapangan tegalega, barulah mereka mengeber kendaraan nya dengan kecepatan penuh. Jaja pun menunggu dengan harap2 cemas ingin lihat siapa yg jadi juara. Ternyata memang jagoan nya bisa masuk finish terdepan. Namun kemudian kemenangan nya di anulir oleh panitia karena ketahuan dari pantauan satelit via GPS ia mengambil jalan tikus terlarang untuk memperpendek jarak, yah salah sendiri mengikuti jalan tikus koruptor. Tapi gemana lagi banyak type jalan tikus yg bukan koruptor. Tim balap tersembut sempat protes, tapi setelah ditunjukkan bukti, akhirnya keputusan panitia tak bisa diganggu gugat dan terpaksa harus menerima keputusan tsb Tibalah saat pemberian medali, naik ke atas panggung 3 pembalap terdepan dan naik pula 3 gadis mojang bandung berkebaya membawa medali dan secangkir minuman bandrek jahe anget untuk pemenang. Tiba2 si Jaja jadi terasa inget dg salah seorang gadis pembawa medali tsb, ooh itu kan si Neneng pujaan hati yg menolak cinta nya , Neng . Teriak si Jaja ., tapi tiba2 serasa ada yg menggerak2an tubuhnya bangun, bangun Jaja, ada apa teriak2 nama si Neneng, TV nggak dimatiin lagi bangun, sudah adzan subuh , kata si Emak, Asholatu khoirun minan naum.. suara azan subuh terdengar sayup sayup Barulah Jaja sadar ia baru bangun dari mimpinya, lihat balapan mobil Formula 1 di kotanya, ia tertidur saat menonton balapan semalam dan lupa mematikan TV Tak salah bapaknya berkata ia jadi korban TV, sampai masuk ke dalam mimpi segala, susahnya acara TV yang ditontonnya pun, impian semua, sehingga ia tak bisa hidup di dunia nyata, jadi kesepian dalam kehidupan sehari2 nya, pantesan saja si Neneng nggak mau sama kamu Terus juga apa kamu nggak rugi, waktu hidup mu yg berharga hanya habis untuk nonton TV, yang ditonton juga orang2 yg seperti nggak ada kerjaan, naik mobil ngebut tapi balik lagi ke tempat asalnya, ngapain ? Jaja, waktu kehidupan di dunia ini tak bisa berputar lagi, dan sebentar saja, suatu saat kamu akan menyesal juga telah menyia nyia kan masa hidup mu. . demikian nasihat sang Ibunda yg seperti biasa bagi si Jaja hanya akan masuk telinga kanan dan keluar lagi telinga kiri

