Memasuki akhir putaran pertama, Persib meluncurkan beberapa inovasi, yakni Persib e-Card, Komunitas Pecinta Persib 1933, dan Persib Song. Inovasi ini diharapkan menjadi awal dari upaya menuju profesionalisasi Persib. Peluncuran inovasi Persib digelar di sebuah kafe di kawasan Dago Pakar, Rabu (15/10) malam dan dihadiri Ketua Harian Persib Edi Siswadi.
Budiman Dalimunte selaku Project Director mengatakan, Persib e-Card adalah terobosan baru di bidang tiketing pertandingan kandang. Persib e-Card yang fisiknya mirip kartu ATM ini mulai digunakan 30 Oktober, yakni dalam laga Persib versus Persijap dan hanya berlaku untuk satu pertandingan. Untuk sementara, e-Card baru digunakan untuk tribun VVIP, VIP, dan tribun timur. Meski ada fasilitas baru, Budiman mengatakan, harga tiket akan diusahakan tidak naik. Inovasi yang lain, yakni komunitas pecinta Persib 1933 tidak dimaksudkan untuk melebur organisasi bobotoh yang sudah ada, seperti Viking dan Bomber. Budiman mengatakan, anggota organisasi bobotoh bisa sekaligus menjadi anggota komunitas. Keuntungan menjadi anggota komunitas adalah mendapatkan diskon tiket pertandingan dan produk-produk tertentu. Edi Siswadi menambahkan, inovasi semacam itu penting untuk menuju profesionalisme Persib. "Klub harus didukung upaya-upaya kreatif para anggotanya. Apalagi ke depan, klub tidak bisa menggunakan APBD lagi," kata Edi. Jika dikelola dengan baik, penerapan inovasi itu akan memberikan kontribusi pendapatan bagi klub. Terkait dengan sisa pertandingan di putaran pertama, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persib Iwan Kartiwan mengatakan, ada sinyal positif laga kandang Persib versus Arema yang tertunda bisa digelar di Stadion si Jalak Harupat, 2 November. "Pada hari itu ada jadwal pertandingan kandang Persikab. Namun, saya sudah dapat kabar dari BLI jika jadwal pertandingan Persikab direvisi," kata Iwan. Sementara itu, laga tandang lawan PSM Makasar yang dijadwalkan tanggal 26 Oktober sudah positif diundur menjadi 15 November dan bertempat di Makasar. Sebelumnya, manajemen PSM sempat meminta penukaran jadwal ke Badan Liga Indonesia, yakni pada 26 Oktober Persib lebih dulu menggelar pertandingan kandang, baru pada putaran dua nanti Persib menjalani laga tandang. Namun, dengan alasan belum ada izin penggunaan stadion, Persib mengajukan keberatan pada BLI. "Lebih menguntungkan bagi Persib kalau di putaran pertama ini main tandang. Dengan demikian, di putaran dua beban tidak terlalu berat," kata pelatih Persib Jaya Hartono. Dalam laga terdekat, yakni lawan Deltras Sidoarjo, Persib sudah pasti kehilangan dua pemain belakangnya, yakni Nova Ariyanto dan Waluyo. Nova tidak bisa turun lapangan akibat akumulasi kartu kuning. Sementara Waluyo didera cedera lutut usai pertandingan lawan PKT Bontang. Untuk penyembuhan, Waluyo bahkan tidak akan bisa bermain hingga akhir putaran pertama ini. "Tidak masalah karena ada Edi Hafid untuk menggantikan posisi mereka. Sudah saatnya Edi Hafid menunjukkan bahwa dia memiliki kapasitas layak untuk menggantikan Nova," ujar Jaya. Lagipula, Jaya cukup optimistis menghadapi Deltras. "Meski pertandingan kandang, antusiasme penonton mereka tidak terlalu besar. Tidak seperti di sini. Itu keuntungan buat Persib," kata Jaya. Selain itu, kekuatan Deltras sekarang berbeda dengan musim lalu, yakni saat Jaya menjadi pelatih di sana. "Materi pemain sudah banyak berubah, hanya beberapa yang masih tersisa," kata Jaya. (LSD) __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com

