hahah...............urang tasik, dagang rujak honje jeung tutug oncom. Inget keur di SMP 1 Ciahurbeuti, ari istirahat teh kuring sok dahar sangu TO (tutug Oncom Bi Mimi) hargana 200 perak taun 97-an meureun.
jangdede Pada tanggal 16/10/08, Djodi Ismanto <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > > > --- On *Wed, 10/15/08, Eka Priatna <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > From: Eka Priatna <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Rujak Bi Icar (was: Re: [tasik] punten....!) > To: [EMAIL PROTECTED] > Date: Wednesday, October 15, 2008, 8:52 PM > > panasaran ka rujak bi icar, naros ka mang gugel. geuning aya di > kalektoran. sanes bu cicih di dinya mah? atanapi benten deui? di bogor > ge saurna tos aya cabang bi icar teh, di jl. sukasari 1. > > mendak oge artikel kuliner tasik tina majalah saji sept 2008, > diposting di milis bango-mania. urang posting deui we di handap. > > artikel ti prianganonline ge aya. eta mah urang serat tumbuna we: > http://www.priangan online.com/ index.php? act=berita& aksi=lihat& > id=441<http://www.prianganonline.com/index.php?act=berita&aksi=lihat&id=441> > > -- > > Hidangan Sunda khas Tasikmalaya: Tersedia Sate Sapi, Tutug Oncom, sampai > Rujak > Honje > > Kota Tasikmalaya biasanya menjadi salah satu pemberhentian awal bagi para > pemudik via jalur selatan dari arah Jakarta. Banyak hidangan khas kota > Tasik > yang patut di coba. Jika ingin yang gurih, ada Sate Sapi, Soto Ayam hingga > Sop > Dengkul Sapi. Atau ingin yang lebih khas? Coba saja Nasi Tutug Oncom dan > Kupat > Tahunya. Kalau ingin yang segar-segar, coba saja Kolak plus Rujak Bi Icar. > > Sate & Gule Sapi Harris > > Sate dan Gulai berbahan kambing sepertinya kurang begitu disukai warga > Tasikmalaya. Buktinya, cukup jarang kedai yang menjual menu ini di kota > Tasik. > Namun kalau sate dan gulai sapi, justru cukup banyak penjualnya. Salah satu > kedai favorit adalah kedai Harris yang sudah dirintis sejak tahun 1960-an. > "Dulu kami berjualan di Jl Empang," jelas Ny Charish (55), pemilik kedai. > > Sate buatannya berkomposisi seragam. Satu tusuk berisi 5 potong dengan > kombinasi daging-lemak- daging. Semua sate dibuat dnegan susunan yang sama > sehingga terlihat cantik. Lemak yang digunakan pun khusus. Jadi bukan lemak > di > berbagai bagian, namun hanya menggunakan lemak di bagian susu sapi. > Lemaknya di > rebus dulu sebentar agar lebih padat. Baru ditusuki dan dibakar. Kelebihan > lemak ini adalah rasanya kenyal dan tidak lengket di mulut. "Jadi rasanya > lebih > enak," imbuh Charsih. > > Untuk dagingnya, Charsih hanya menggunakan bagian lamusir. Daging ini > terletak > di punggung sapi sehingga teskturnya lebih empuk. Disajikan dengan saus > kacang > bercampur kecap, irisan bawang merah, timun dan taburan bawang goreng. > Seporsi > sate berisi 10 tusuk dijual Rp 12 ribu. > > Sementara gulainya berisi daging dan tetelan yang dimasak dengan kuah > kuning > bersantan. Teksturnya empuk pertanda mengalami proses perebusan yang lama. > Kuahnya gurih cenderung manis, mirip gulai ala Solo. Seporsi gulai nikmat > ini > harganya Rp 11 ribu. > > Sudah 4 bulan ini Kedai Harris menempati bangunan baru yang lebih megah. > Kapasitasnya kini mencapai 40-an orang. Letaknya di Jl Saharjo. Kedai ini > buka > sejak pukul 14.30-20.00 WIB. > > Soto Ayam Pataruman 23 > > Nama soto ini paling dikenal di kota Tasikmalaya. Sudah dirintis oleh Hj > Aah > oleh anaknya, Bpk Entjeng Suherman. "Sekarang saya mulai ikut mengelola > usaha > ini,' ujar Rina 930), putri Entjeng. > > Soto Pataruman berbahan ayam kampung. Jadi soal rasa kuahnya sudah pasti > lebih > sedap. Apalagi soto ala Pataruman ini menggunakan santan sebagai campuran > kuahnya. Uniknya, soto bisa disajikan dnegan kuah santan kental atau > bening. > jika ingin soto dnegan kuah santan kental, kita akan diberi lapisan atas > kuah > yang banyak santannya. Jika ingin yang bening, santan akan disingkirkan > sehingga bisa terambul kuahnya yang being di bagian bawah. > > Isi sotonya juga beragam. Setidaknya ada 8 jenis isi. Kita bisa memilih > daging > paha, dada, kulit, telur, biji, hati ampela, brutu hingga kepala. Telur > yang > digunakan bukan telur jadi, melainkan bakal telur yang hanya berisi > kuningnya > saja. Jika ingin mencoba semuanya, pilih saja Soto Campur. Jadi Anda bisa > mencicipi semuanya dalam satu porsi. Harganya dipukul rata Rp 13 ribu per > porsi. > > Seporsi soto berisi nasi yang diberi pilihan ayam sesuai selera Anda. > kemudian > ditambahkan kedelai goreng, bawang daun, dan bawang goreng. Lalu dilengkapi > sambal, kecap dan jeruk nipis. Kuahnya gurih dengan semu manis. Setelah > diaduk > rata, barulah rasa merica terangkat naik. Membuat hidangan ini makin > nikmat. Di > meja terdapat aneka kudapan renyah seperti kerupuk udang, emping hingga > kerupuk > kulit. > > Sesuai namanya, kedai ini terletak di Jl Pataruman no 23 Telp (0265) > 337641. > Kapasitasnya mencapai 60 pengunjung. Kedai ini buka sejak pukul 6 pagi-7 > malam. > Dalam sehari, Rina mengaku menghabiskan 8 ekor ayam per hari. > > Warung Nasi Pribumi > > Mau hidangan yang nikmat untuk menghangatkan tubuh? Coba saja menu spesial > si > Warung Pribumi ini. Ada Sop Dengkul yang lezat betul. Namanya memang cukup > aneh. Namun sebenarnya yang dimaksud adalah kaki sapi alias kikil. Jadi > menu > ini adalah sop yang dibuat dari kikil sapi. "Kalau di Tasik sering disebut > dengkul sapi," jelas Bpk H. Heri (35), yang mengelola rumah makan milik > sang > ibu, Hj. Titin. > > Sop Dengkul Sapi berkuah bening, namun sedikit kental karena menggunakan > kaldu > dari kaki sapi. Berisi potongan kikil sapi, tulang kaki sapi, irisan tomat, > seledri dan daun bawang. Disajikan panas-panas sungguh nikmat sehingga > kondisi > tubuh makin fit. Aroma merica makin memperkuat efek hangat pada tubuh. > Daging > kikilnya juga empuk betul. Menu ini patut dicoba. Seporsi dijual Rp 10 > ribu. > > Selain itu kedai juga masih punya beberapa menu andalan seperti Ayam Pedas, > Gulai Jeroan, Ayam Goreng, dendeng Paru, aneka Pepes hingga menu khas > berupa > mustopa dan kacang Garut. Mustopa adalah kering kentang khas Tasikmalaya. > Bumbunya kurang lebih sama dengan kering kentang lainnya. Hanya teksturnya > yang > berbeda. kentangnya tidak diiris tipis atau potong korek api, melainkan > diparut > memanjang mirip mi. Ada juga kacang Garut yang bentuknya mirip kacang > merah. > Kacang ini digoreng hingga kering dan renyah, lalu dibumbui manis pedas. > > Kedai yang sudah 25 tahun berdiri ini terletak di Jl Mitra Batik No 58 Telp > (0265) 332612, yang merupakan salah satu jalan uta,a di kota Tasikmalaya. > Kedai > berkapasitas 40 pengunjung ini buka sejak pukul 7 pagi-pukul 10 malam. > > Kupat Tahu Berdikari > > Singgah di Tasikmalaya tanpa mencicipi Kupat tahu tentu kurang pas. > Pasalnya > hidangan ini salah satu yang cukup banyak penjualnya. Ada yang dijual > dengan > gerobak keliling, ada juga yang mangkal di kedai-kedai sederhana. Salah > satunya > kedai kupat Tahu Berdikari yang terletak di Jl RE Martadinata, tepat di > seberang Style Radio atau keda Bakso Bangkit. Kedai sederhana ini sudah 8 > tahun > berdiri. > > Seporsi Kupat Tahu terdiri dari irisan ketupat, tahu goreng, taoge rebus, > dan > daun bawang. Lalu diguyur saus kacang yang gurih dengan kucuran kecap. Agar > lebih mantap, kupat tahu disajikan dengan sambal cabai rawit. Tahunya > berukuran > besar dan berwarna putih. Rasanya lembut dan gurih. "Tahu ini khusus untuk > Kupat Tahu yang didatangkan dari Indihiang," jelas Ny Titin (48), pemilik > kedai. > > Tingkat kematangan tahu bisa disajikan sesuai selera. Boleh digoreng > sebentar, > setengah matang, atau sampai kering berkulit. Seporsi dijual dengan harga > Rp 4 > ribu saja. Saat bersantap, sepiring kerupukaci disajikan dalam sebuah > mangkuk > terpisah sebagai teman bersantap. > > Selain Kupat Tahu, kedai ini juga menyediakan menu khas Tasik lainnya, > Tutug > Oncom. Namun sajiannya lebih gurih, lo. Rupanya oncom yang digunakan tidak > dibakar, melainkan digoreng, ditumbuk kasar, lalu ditumis dengan bumbu > seperti > bawang merah, bawnag putih, kencur dan cabai. Saat hendak disajikan, > barulah > tumisan oncom ini diaduk mambaur dengan nasi hangat. Rasanya ternyata jauh > lebih gurih ketimbang oncom bakar. Tutug Oncom disajikan dengan telur > dadar, > tempe goreng, kerupuk dan sambal tomat. Hidangan ini juga dibandrol dengan > harga Rp 4 ribu saja. > > Kedai berkapasitas pengunjung 15 orang ini buka sejak pukul 9 pagi-pukul 3 > sore > saja. > > Rujak Uleg Bi Icar > > Nah, di bulan puasa ini kawasan Kolektoran biasanya diserbu pembeli. > Letaknya > di belakang Masjid Agung Tasikmalaya. Sebenarnya ruas jalan ini bernama Jl > R > Ikik Wiradikarta. Namun warga Tasik lebih mengenalnya dengan nama > Kolektoran > karena dulunya bernama demikian. Salah satu kedai yang dituju adalah Rujak > Uleg > Bi Icar di Jl R. Ikik. Wiradikarta no 53. Telp (0265) 330907. > > Kedai yang sudah berdiri sejak tahun 1967 ini punya beberapa menu yang > cocok > sebagai hidangan berbuka puasa. Pilihannya ada aneka kolak dan rujak. > Kolaknya > cukup lengkap. Ada Kolak Candil, Pisang, Sekoteng, Kunyit, Kacang Hijau dan > Ketan Hitam. Anda boleh memilih kombinasi yang disukai. Bisa juga campuran > semua jenis kolak. Rasanya manis dengan kuah santan encer yang gurih. Kolak > disajikan dalam mangkuk dengan porsi yang cukup mengenyangkan. Harganya > cukup > Rp 5 ribu saja. > > Jika ingin yang segar-segar, beli saja rujak buahnya. Ciri khas rujak Tasik > adalah penggunaan buah honje sebagai pengganti asam. Aroma dan rasanya > lebih > segar membuat rujak buah ini begitu nikmat. Sausnya dibuat dari kacang > tanah > goreng, gula merah, cabai, buah honje dan cau manggala alias pisang batu > dalam > bahasa setempat. Semuanya diulek di tas sebuah cobek besar, lalu diaduk > dengan > aneka buah yang sudah dipotong-potong. Jika melihat butiran kehitaman mirip > biji selasih di antara bumbunya, itulah biji buah honje yang membuat > aromanya > makin segar. Rujak ini dijual Rp 8 ribu. Sedangkan jika dibungkus untuk > dibawa > pergi atau oleh-oleh, harganya jadi Rp 20 ribu. "Soalnya jumlah buahnya > lebih > banyak dan bumbunya dipisah," jelas Ny Tuti (41), yang melanjutkan usaha > sang > ibu, Ny. Icar (76). > > Sausnya cukup awet. Bisa disimpan hingga 1 bulan di dalam kulkas. Jadi kita > bisa membeli buah segar sendiri jika sausnya masih tersisa. > > Kedai ini buka setiap hari sejak pukul 9 pagi-pukul 4 sore. Namun selama > bulan > puasa jam bukanya berubah menjadi pukul 1 siang-pukul 5 sore. Dalam sehari, > Tuti mengaku menghabiskan 50 kilogram buah-buahan untuk dibuat rujak. > > Rumah Martabak & Pisang Goreng Kremes > > Kedai ini terbilang baru di kota Tasik. Usianya baru setahun lebih. Namun > menu > yang ditawarkan cukup unik di kota ini. Berupa martabak dan pisang goreng > krispi ala Pontianak. Penjual martabak dengan pilihan isi yang variatif > memang > terbilang jarang di kota ini. Maka tak heran kedai ini langsung dibanjiri > pembeli yang penasaran dengan rasanya. > > Martabak manis di kedai ini menggunakan variasi isi yang cukup banyak. Ada > yang > klasik semacam cokelat, keju dan kacang. Namun ada juga yang menggunakan > modifikasi dari buah segar dan selai. Pilihannya ada pisang, kismis, lemon, > stroberi, bluberi, nanas, mangga, apel, hingga nangka. Tentu saja semua > bisa > dikombinasi sesuai selera. Agar lebih menggigit, martabak juga diolesi > mentega, > susu dan aneka selai yang cocok. "Ada selai lemon, nanas, bluberi, dan > stroberi," terang Ingewati (43), pemilik usaha ini. > > Harganya bervariasi antara Rp 11 ribu-Rp 14 ribu tergantung kombinasi > isinya. > Bisa disantap ditempat maupun ditenteng dalam kemasan dus sebagai buah > tangan. > > Selain martabak, kedai ini juga menyuguhkan pisang goreng krispi ala > Pontianak. > Namun pisang tak hanya dibuat berbaut tepung renyah. Melainkan diberi selai > dengan berbagai variasi rasa di atasya usai digoreng. Pilihannya ada selai > kacang, nanas, lemon dan bluberi. Semua bisa dipadu dengan tambahan susu, > coklat dan keju. Sebuah pisang goreng dijual Rp 3 ribu-Rp 6 ribu. > > Kedai ini terletak di Jl Dr Suharjo No 102. Telp (0265) 7081921. Letaknya > tak > jauh dari simpang lima kota Tasik yang kerap jadi patokan arah. Cirinya > menggunakan spanduk berwarna kuning cerah bertuliskan aneka jenis martabak. > Keai ini buka jam 2 siang-10 malam. Karena dibuat fresh, paling tidak kita > harus selama 10-15 menit hingga martabak matang. Namun sepadan dnegan > rasanya > yang legit. Satu tip untuk menjaga agar teksturnya tetap empuk dan lembut, > jangan menyimpannya di dalam kulkas. Biarkan saja pada suhu ruangan. "jika > ingin disajikan hangat, tinggal dipanskan dengan microwave,' saran inge. > > Alamat-alamat: > Sate & Gule Sapi Harris > Jl Dr Suharjo no 9 Telp (0265) 339605, HP 085224320336 > > Soto Ayam Pataruman 23 > Jl Pataruman No 23 Telp (0265) 337641 > > Warung Nasi Pribumi > Jl Mitra Batik No 58 Telp (0265) 332612 > > Kupat Tahu Berdikari > Jl RE Martadinata, tepat di seberang Style Radio atau Kedai Bakso Bangkit > > Rujak Uleg Bi Incar > Jl R. Ikik. Wiradikarta No 53 > Telp (0265) 330907 > > Rumah Martabak & Pisang Goreng Kremes > Jl Dr Suharjo No 102 Telp (0265) 7081921 > > Saji > Minggu, 21 September 2008 > > On Thu, Oct 16, 2008 at 8:37 AM, Eka Priatna <[EMAIL PROTECTED] > or.id<eka%40priatna.or.id>> > wrote: > > kang yudi, > > rujak bi icar teh di mana nya? > > > >

