Nuhun kang inpo-na katampi pisan.
Ieu pisan nu diatos antos ku abdi ti awal Januari kamari, anu mimiti 
"diberlakukan" bebas fiskal keur WNI nu boga NPWP.
Teungteuingeun atuh lamun kudu dipajak deui ku RI mah, piraku mayar pajak 
diditu didieu?
Ngan sabalikna, kumaha tah keur pagawe asing di Indonesia, dipajak teu ku RI?  

Wasalam,
Trias

--- On Wed, 1/14/09, H Surtiwa <[email protected]> wrote:

From: H Surtiwa <[email protected]>
Subject: [Urang Sunda] Aturan Pajeg WNI gawe di luar nagreg
To: [email protected], [email protected]
Date: Wednesday, January 14, 2009, 10:50 PM






Aya aturan anu asup akal ti DJP, mangga ;

Pengumuman
PERATURAN DIREKTUR JENDRAL PAJAK
PERLAKUAN PAJAK PENGHASILAN BAGI PEKERJ A INDONESIA DI LUAR NEGERI 
bisa diperoleh disini : 
PERDIRJEN NOMOR 2 TAHUN 2009.PDF <–Klik di www.pajak.go. id

Peraturan ini menjelaskan dan mempertegas untuk menghindari perbedaan 
interpretasi sebelumnya. Namun Pemerintah cukup cerdas dan cukup bagus dan 
sangat tanggap terhadap "dispute" ini.
Yang dapat dilihat dengan jelas dan patut diacungi jempol adalah Pemerintah 
Indonesia lebih mementingkan devisa ketimbang pajaknya. Dan ini saya rasa 
sangat fair.
Tetapi lebih bagus lagi, buat para pekerja LN untuk menyimpan uangnya di Bank 
di Indonesia, baik tabungan maupun deposito. Pajak tabungan dan deposito juga 
sudah tidak diperlukan dalam pengurusan SPT, karena pajaknya sudah final 
dipotongkan oleh Bank.
Idep-idep membantu meningkatkan devisa negara Indonesia. Pssst … Konon TKI saja 
menyumbang 120 Trillion rupiah dalam satu tahun.
 














      

Kirim email ke