Kamari kuring maca resensi pelem "Slumdog Millionaire" dina Kompas Minggu. Rada hese nyundakeun judul pelem eta teh, ah meureun sundana mah kieu: "MILYONER ANJING BUDUG". Duka bener, duka henteu, nyanggakeun kanu ahli basa Inggris. Nu jelas kuring katarik hayang lalajo. Geus lila tara lalajo di Bioskop aya taunna. Nanya ka si Bungsu, nyaho henteu pelem eta ... eh budak teh kalahka asup ka kamar lanceukna, bari nembongkeun DVDna. Lah katinggaleun wae ku barudak teh, maranehna geus leuwih nyaraho. Sigana mah DVD bajakan. Ah keun we, dilalajoan, da hayang nyaho.
Bener we pelem teh nyaritakeun kakumuhan India, nu sigana mah teu jauh jeung di Indonesia (Jakarta, Bandung ...jeung kota gede sejenna). JAMAL jeung SALIM budak ti kalangan kumuh, nu indungna perlaya gara-gara karusuhan Hindu jeung Islam, jadi budak yatim piatu bari hirup dina tempat pamiceunan runtah, nu tempatna ngaharib- harib jeung di urang. Aya adegan nu matak sebel hayang utah, tapi khas kalakuan budak. Waktu Jamal keur ngising di kakus umum nu dijaga ku lanceukna, manehna diburu-buru sabab aya kolot oge arek ngising. Si Jamal hararese kaluar, si kolot, nu geus merengseng, ngambek bari brat- brit-brot, ngaleos neangan kakus nu sejen. si Salim (lanceukna Jamal) nu nungguan kakus kukulutus, da bayaran kakusna teu jadi. Teu kungsi lila aya helikopter turun. Jelema tinggorowok, singhoreng helikopter teh mawa bentem pelem India nu kasohor. Si Jamal oge hayang nyaho bentang pelem eta, manehna rek kaluar ti kakus, ngan lanceukna deleka, pantona dihalangan, teu bisa dibuka. Bakating ku hayang nyaho, si Jamal bari mengkek irung, ngagujabarkeun maneh kana cubluk. Bari awak pinuh ku eusi cubluk si jamal ngilu lulumpatan muru sang bentang pelem.... Lalajo pelem ieu, kade ulah bari ngagayem kacang atawa popcorn, bisi utah..... Nyanggakeun resensi Pelem ieu ti Tempointeraktif: Menemukan Makna Hidup dan Cinta Senin, 02 Februari 2009 | 09:23 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: "Kalau bukan karena Rama atau Allah, kami masih memiliki ibu," kata Jamal Malik kepada inspektur polisi. Pemuda 18 tahun itu diperiksa karena diduga curang saat mengikuti kuis Who Wants to be A Millionaire. Jamal (Dev Patel) tumbuh di kampung kumuh Mumbai, India. Pertikaian kelompok Hindu dan Islam menewaskan sang ibu. Jamal cilik dan kakaknya, Salim, lantas luntang-lantung. Bersama puluhan bocah tunawisma lain, mereka dipungut komplotan yang melatih mereka mengemis di kota. Tumbuh dalam hidup yang keras dan kejam, Salim cilik mengukuhkan pilihan hidupnya. Ia akan menjadi pemimpin dan mandi dalam gelimang uang. Sedangkan Jamal yang polos dan jujur tak berubah. Perbedaan itu memisahkan, lalu mempertemukan kembali, Jamal dengan Salim, juga dengan cinta Jamal sejak kecil, Latika. Jamal bekerja sebagai office boy di sebuah pusat layanan pengaduan perusahaan telepon. Ia menyertai kuis itu dan sukses menjawab soal demi soal. Host kuis, Prem Kumar (Anil Kapoor), yakin bahwa ia curang. Sebab, mustahil remaja tak bersekolah bisa lolos di kuis itu. Bagaimana tidak, di soal kedua, yang jawabannya diketahui semua penduduk India, Jamal memakai bantuan ask the audience. Film Slumdog Millionaire ini digarap sutradara asal Inggris, Danny Boyle, yang ternama lewat Trainspotting (1996). Ia dibantu oleh asisten sutradara Loveleen Tandan dari India. Ceritanya bertumpu pada kuis tadi. Pertanyaan yang diajukan Prem dilanjutkan dengan kilas balik kehidupan Jamal. Dalam ingatannya, ia menggali berbagai peristiwa masa lalu yang menyimpan jawaban pertanyaan kuis. Kenangan itu ia tuturkan ke inspektur polisi (Irrfan Khan) yang memeriksanya. Kuis itu, yang menjadi pivot seluruh plot, adalah jalan Jamal menemukan makna hidup dan cinta. Menang atau tidak, itu soal takdir. Film ini meraih pujian dari kritikus film dunia dan sederet penghargaan. Di Golden Globe 2009, Slumdog Millionaire terpilih sebagai drama terbaik. Tiga trofi lain digondol sutradara Danny Boyle, pembuat musik A.R. Rahman, dan penulis naskah Simon Beaufoy. Total, film ini meraih empat trofi. Di Academy Award 2009, film ini masuk 10 nominasi Oscar. Beaufoy, penulis naskah asal Inggris, mengadaptasi naskah film ini dari novel Vikas Swarup, diplomat India, berjudul Q & A (2006). Novel ini memperoleh berbagai penghargaan. Beaufoy mengubah karakter pembawa acara kuis menjadi lebih moderat. Dalam Q & A, Swarup mengeksploitasi kelicikan sang pembawa acara dalam menjegal Jamal. Dalam film, Jamal kecil diceritakan sukses mendekati dan meminta tanda tangan legenda Bollywood, Amitabh Bachchan. Di India, Bachchan menjadi host kuis Who Wants to be A Millionaire. Tapi, ia justru tak berperan di film ini. Casting director Loveleen Tandan, dikutip bollywoodhungama.com, mengaku tak pernah mendekati Bachchan. "Kami tak bisa menunjukkan dia sebagai pembawa acara yang jahat. Bachchan adalah pahlawan kami dan dia merepresentasikan Bollywood," kata Tandan. Lebih jauh lagi, demi tak mencederai citra Bhachchan, pembuat film sepakat sama sekali tak melibatkan aktor ternama India itu. Bhachchan, di film itu, diperankan orang lain yang mampu meniru tanda tangannya. Diwarnai banyak kilas balik, para karakter utama diperankan dalam tiga masa: bocah, remaja tanggung, dan remaja. Jamal diperankan Ayush Mahesh Khedekar, Tanay Hemant Chheda, lalu Dev Patel. Kakak Jamal, Salim, diperankan Azharuddin Mohammed Ismail, Ashutosh Lobo Gajiwala, dan Madhur Mittal (remaja). Tokoh Latika diperankan Rubina Ali, Tanvi Ganesh Lonkar, dan Freida Pinto (remaja). Para tokoh cilik itu sukses menghadirkan kepolosan bocah sekaligus perjuangan bertahan hidup. Merekalah yang mula-mula mengikat penonton di kursinya. Tak kurang, sutradara Boyle pun merasa perlu menyimpan bayaran para aktor cilik di rekening khusus, yang baru boleh dibuka saat mereka dewasa. Pemeran Jamal remaja, Dev Patel, bukanlah asli India. Orang tuanya sudah lama bermukim di Inggris. Di sana, Patel dikenal melalui Skins, sebuah serial remaja. Slumdog Millionaire melambungkan namanya ke kancah dunia. Aktris pemeran Latika, Freida Pinto, sebelumnya adalah seorang model yang berbasis di Mumbai. Dalam sebuah wawancara, Boyle menyebut menemukan Pinto mengingatkannya pada aktris Kelly McDonald diTrainspotting. Boleh dikata, ini adalah film yang layak dikenang: mempertemukan Eropa (Inggris), Hollywood dan Bollywood. Lengkap dengan tarian khas film India sebagai penutup. IBNU RUSYDI Judul: Slumdog Millionaire Sutradara: Danny Boyle, Loveleen Tandan (asisten sutradara) Naskah: Simon Beaufoy (film), Vikas Swarup (novel <I>Q&A<I>) Pemeran: Dev Patel, Freida Pinto, Anil Kapoor, Irrfan Khan, Madhur Mittal Bahasa: India berteks Inggris (masa cilik), Inggris Genre: drama Durasi: 120 menit Nilai: 86 (Metacritic), 8,7 (Internet Movie Database)

