Julian Millie, Tokoh Sunda

Anda orang Sunda atau tinggal di wilayah Bandung, Jawa Barat? Tentu
tahu dan sedikitnya pernah mendengar dua tokoh Sunda dari dua zaman
berbeda yakni Penghulu Haji Hasan Mustapa yang kini diabadikan menjadi
nama jalan di Bandung dan K.H. A.F. Ghazali. Keduanya sama-sama
berkiprah di dunia keagamaan khususnya Islam. Tapi, sejauh mana Anda
mengenal kedua tokoh "besar" itu? Kalau Anda hanya mengenal nama saja,
maka sudah sepatutnya merasa malu dengan Julian Millie (42). Pria
berkebangsaan Australia ini, sangat perhatian dengan tokoh-tokoh Sunda
di antaranya dua tokoh tersebut.

Ketertarikan Julian, doktor dari Monash University Australia, terhadap
K.H. A.F. Ghazali yang sempat malang melintang di dunia dakwah jauh
sebelum era Zainuddin M.Z., diperlihatkan dengan mengeluarkan satu
buku berjudul The People's Religion. Buku ini merupakan kumpulan
ceramah-ceramah Ghazali, yang aslinya dalam bahasa Sunda dan
ditransliterasi ke dalam bahasa Inggris. "Sebagian saya angkat adalah
ceramah-ceramah yang banyak menonjolkan dan mencerminkan sisi
kehidupan masyarakat Sunda," ujarnya saat berkunjung ke "PR" Rabu
(14/1).

Sementara terhadap tokoh besar Hasan Mustapa, Julian berencana untuk
mengupas "perjuangan" Hasan Mustapa dalam satu workshop pada 21
Januari 2009 mendatang. "Hasan Mustapa adalah sosok yang unik dan
komplet, sehingga menarik untuk dipelajari," ujarnya mengenai sang
tokoh besar.

Untuk mempelajari sosok sang tokoh, memang Julian tidak bekerja
sendirian karena terkendala bahasa. Julian dibantu kalangan yang geten
terhadap perkembangan bahasa Sunda. "Saya memang belum terlalu fasih
bahasa Sunda, masih lelengkah halu," ujarnya, saat ditanya
kemampuannya berbahasa sundanya.

Meski masih lelengkah halu, Julian tetap bersemangat belajar bahasa
Sunda. "Malahan saya pernah 'ditipu' dengan kata-kata yang tidak
pernah saya lupakan," ujarnya, sambil bercerita soal "penipuan"
tersebut yang membuat kami terbahak-bahak. (Dedy Suhaeri/"PR")***

Cite: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=53343

Kirim email ke