"Wanian" Selasa, 6 Januari 2009 | 03:00 WIB Sam Bimbo
Sebetulnya Bimbo sudah lama menyelesaikan rekaman lagu "Pemilu 2009". Lagu tersebut menyertakan Bang Taufik Ismail dalam liriknya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat lagu tersebut sudah bisa disosialisasikan kepada masyarakat, yang akan segera menggunakan hak memilihnya dalam pemilu mendatang. Saat Pemilu 1955—meskipun usia saya baru 13 tahunan—saya masih menyaksikan kampanye saat itu. Kebetulan rumah kami di Jalan Abdul Muis, Bandung, pekarangannya agak luas. Kala itu banyak di antara yang berkampanye dari berbagai parpol mampir ke rumah. Hal itu karena banyak di antara mereka adalah kenal dan teman ayah saya, Dajat Hardjakusumah, wartawan Kantor Berita Antara. Bila ada konvoi salah satu partai yang lewat, mereka pun saling menyapa dan melambaikan tangan. Kampanye parpol pada waktu itu berbarengan. Waktu itu multipartai. Namun, rasanya satu sama lain akrab. Kampanye pun tertib, indah, dan aman. Begitulah kesan kampanye pada pemilu pertama di republik ini yang terekam oleh saya hingga sekarang. Saking berkesannya lagu Pemilu 1955 pun, Acil dan saya masih hafal: Pemilihan umum ke sana beramai/Marilah sodara-sodara/Marilah bersama berikan suara/Suara sodara sungguhlah kuasa/Memberikan dasar tujuan bersama. Berbeda dengan saat ini. Suasana kampanye pada pemilihan kini kerap terasa mengerikan. Apalagi ekses-ekses yang dimunculkannya. Terasa sekali jika bangsa ini sedang sakit. Mudah-mudahan Pemilu 2009 ada perbaikan. Saya percaya kalau banyak parpol yang sudah berpengalaman dalam hal menjaring suara. Kampanye saat ini menyangkut manajemen lapangan. Ibaratnya menyosialisasikan program-programnya melalui iklan seperti halnya bidang marketing. Yang belum mampu dilakukan adalah merealisasikan janji-janji kampanye. Banyak hal yang harus diwujudkan, antara lain menyangkut masalah keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Selain itu, meningkatkan martabat bangsa ini menjadi terhormat di mata dunia. Dalam perjalanan bangsa ini yang paling apes adalah rakyat kecil. Dalam tiap pemilihan umum, mereka selalu disanjung-sanjung, semuanya selalu "atas nama rakyat". Namun, kenyataannya, nasib mereka tak pernah berubah. Mudah-mudahan dengan kampanye banyak partai kali ini, paling tidak, mereka akan banyak mendapat masukan rezeki dari parpol yang biasanya bermurah hati saat berkampanye. Bagi calon-calon yang akan maju sebagai anggota legislatif, saya juga kerap berpikir . Menjadi anggota legislatif itu tidaklah ringan. Di pundaknya ada amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Dalam kesan saya, para caleg itu, yang kata orang Sunda, adalah orang-orang yang wanian alias pemberani. Mereka wanian untuk mempertanggungjawabkan amanahnya kepada Yang Di Atas, Allah SWT. Dan, hal itu sangatlah berat. Tentu saja, saya selalu berharap. Mudah-mudahan caleg-caleg yang terpilih nanti adalah putra-putri terbaik bangsa. Semoga mereka dan para pemimpin mendatang tidak membawa bangsa ini semakin buruk rupa seperti yang sudah-sudah. Saya ini pemimpin "Partai Bimbo" yang anggotanya anak dan istri. Bimbo akan memberikan petunjuk agar caleg dari partai yang dalam kampanyenya beringas dan menakutkan dalam pemilu nanti jangan dipilih. Dapatkan artikel ini di URL: http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/06/00152471/Wanian

