Angkot Meledak, Tiga Orang Terluka Kompas/Didit Putra Erlangga Rahardjo<http://regional.kompas.com/read/xml/2009/03/18/11101592/Angkot.Meledak..Tiga.Orang.Terluka#> Angkutan kota jurusan Cileunyi-Cicalengka meledak dan terbakar. /<http://regional.kompas.com/read/xml/2009/03/18/11101592/Angkot.Meledak..Tiga.Orang.Terluka> Rabu, 18 Maret 2009 | 11:10 WIB *Laporan wartawan KOMPAS Didit Putra Erlangga Rahardjo*
*BANDUNG, KOMPAS.com* — Sebuah angkutan kota jurusan Cileunyi-Cicalengka, Rabu (18/3), meledak dan terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pukul 07.30 itu, tetapi tiga orang harus dirawat di rumah sakit karena luka bakar. Mereka adalah Asep Nugraha (23), sopir angkot D 1996YU, bersama anaknya, Desta Alifulmi (4), yang duduk di sebelahnya. Satu korban lagi adalah Acep Saefudin (21), penumpang yang membawa bensin ke dalam angkot. Menurut Asep, pagi itu ia menarik angkot seperti biasa. Di Nagreg, naik seorang penumpang yang kemudian diketahui bernama Acep Saefudin (21) membawa dua liter bensin di dalam kantong plastik. Dalam perjalanan, tepatnya di wilayah RT 2 RW 12 Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg, bensin yang dibawa Acep tumpah ke lantai angkot. Bensin pun tersulut sehingga angkot terbakar. "Langsung saya tabrakkan ke dinding rumah warga agar segera berhenti dan menyelamatkan diri dan anak saya," ujar Asep yang ditemui di Puskesmas Dengan Tempat Perawatan Cicalengka. Menurut rekam medis dari UGD Puskesmas Cicalengka, Acep menderita luka bakar tingkat III di bagian muka, kedua tangan dan kaki, perut bagian depan dan belakang, serta bagian pantat. Desta menderita luka bakar tingkat II di bagian muka, kedua tangan, paha, dan kaki, sementara Asep menderita luka bakar ringan di bagian muka dan tangan kiri. Ketiga korban dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung karena RS itu memiliki fasilitas ruang steril bagi perawatan korban luka bakar. "Sedangkan Desta hanya kami beri pertolongan pertama dulu, yaitu pemberian perban dan cairan infus," ujar dr Iyos Rosmawati. Sewaktu di Puskesmas DTP Cicalengka, Desta tidak mau dipasangi alat infus karena takut. Akhirnya, pihak keluarga sepakat membawa dia ke RS Hassan Sadikin Bandung karena memiliki fasilitas dan tenaga yang lebih ahli. Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian dan menderek bangkai angkot ke Pos Lantas Cileunyi. -- Aldo Desatura ® & © ================ Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata

