Seuri jeung ceurik ngahiji = uedan.
Nyanggakeun...
************
16/04/2009 11:05 - Pemilu 2009
Kenapa Stres Kalau Memang Tak Dipercaya Rakyat
Liputan6.com, Purbalingga: Sembilan calon anggota legislatif dan
kader partai yang kalah dalam pemilu menjalani perawatan di panti
rehabilitasi mental di Purbalingga, Jawa Tengah. Pantauan SCTV,
goncangan jiwa yang mereka alami tergolong berat. Ada yang sering
tertawa sendiri.
Di Kolaka, Sulawesi Tenggara, seorang caleg dari Partai Pelopor,
Muhammad Aman terkulai lemas di ranjang kamar tidurnya sejak tiga hari
lalu. Aman stres setelah mengetahui namanya tidak masuk daftar dokumen
perolehan suara atau formulir C2. Sang caleg mulai suka bicara
ngelantur.
Ketidaksiapan mental ini menjadi pemicu depresi para caleg yang
kalah. Inilah yang disayangkan karena keinginan menjadi caleg adalah
untuk menjadi pengabdi kepentingan rakyat bukan mencari jabatan. Jadi
kalau memang tak dipercaya rakyat untuk apa harus stres.(JUM/Tim Liputan
6 SCTV)
15/04/2009 18:22 - Pemilu 2009
Dari Stres Hingga Bunuh Diri
Liputan6.com, Jakarta: Prinsip siap kalah siap menang, ternyata
tak berlaku bagi sebagian calon legislator yang mengikuti perebutan
kursi Dewan pada Pemilihan Umum Legislatif 2009. Ada caleg memilih bunuh
diri karena kalah, bahkan tidak sedikit yang menderita stres karena
harapan menjadi wakil rakyat pupus.
Fenomena itu pun belum lama ini mendapat sorotan banyak
kalangan, termasuk ahli kejiwaan. Dadang Hawari, misalnya. Dalam
pandangan psikiater dari Universitas Indonesia itu, sejumlah kejadian
tersebut adalah cerminan ketidaksiapan mental para caleg untuk bertarung
di pemilu.
Paling mengenaskan adalah yang dialami Sri Hayati. Di sebuah
gubuk tua di Desa Bojongkondang, Ciamis, Jawa Barat, Selasa silam, caleg
DPRD Kota Banjar dari Partai Kebangkitan Bangsa itu mengakhiri hidupnya
dengan gantung diri. Diduga, sang caleg yang sedang mengandung empat
bulan itu stres karena tidak memperoleh suara signifikan dalam pemilu.
Sri dan sang janin pun tewas di tali gantungan. Sri tak dapat menerima
kegagalannya sehingga memilih jalan pintas [baca: Diduga Stres, Caleg
Hamil Bunuh Diri] <http://www.liputan6.com/daerah/?id=176038> .
Lain lagi kisah caleg salah satu partai politik di Cirebon, Jawa
Barat. Sang caleg sudah menghabiskan uang ratusan juta rupiah, namun
gagal. Ia pun mendatangi forum spiritual untuk menghilangkan depresi
yang dialaminya [baca: Caleg Stres Datangi Paranormal]
<http://www.liputan6.com/daerah/?id=176002> .
Langkah ini menurut psikiater adalah cara yang tepat. Sebab,
calon wakil rakyat itu dapat mengalami stres dan depresi akibat gangguan
kejiwaan yang berkelanjutan dalam tahapan panjang pemilu.
Konsultasi memegang peranan penting dalam menghadapi kegagalan.
Jiwa besar untuk siap kalah dan siap menang seharusnya menjadi acuan
bagi sang caleg untuk berlaga dalam pesta demokrasi lima tahunan. Waktu
masih panjang, kesempatan pun masih terbuka lebar di masa
mendatang.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)
Banyak Caleg Belum Bayar Pesanan Atribut
Liputan6.com, Solo: Pemilihan umum legislatif meninggalkan
dampak negatif pada sejumlah pihak. Amin, seorang penjual atribut
kampanye di Solo, Jawa Tengah, misalnya. Ia merugi setelah sejumlah
calon anggota legislatif yang memesan atribut kepadanya belum juga
membayar. Hampir seluruh caleg yang gagal tak menampakkan batang
hidungnya. Padahal jumlah tagihan mereka mencapai puluhan juta rupiah.
Selain tidak membayar, sebagian caleg ternyata tidak pernah
mengambil pesanan meski pelaksanaan pemilihan umum telah berakhir.
Akibatnya ribuan pesanan tersebut menumpuk di gudang pengusaha atribut
kampanye.
Sementara itu, ratusan warga dari tiga desa di Brebes, Jawa
Tengah, menagih janji pembayaran uang oleh caleg asal Partai Demokrat.
Lima hari sebelum pemilu legislatif, sang caleg meminta koordinator
massa mencari pemilih. Masing-masing orang nantinya akan diberi uang
berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Namun hingga pemilu usai, janji
itu tak pernah ditepati.
Lain lagi yang terjadi di Ambon, Maluku. Seorang caleg nekat
meminta kembali dua karpet yang sudah dihibahkan ke majelis taklim hanya
karena dirinya tak lolos di pemilu lalu. Ulah sang caleg tentu membuat
kesal kelompok majelis taklim setempat. Mereka tak bersedia
mengembalikan karpet sumbangan sebelum ada ganti rugi bagi 19 suara yang
sudah diberikan kepada sang caleg saat pencontrengan.(YNI/Tim Liputan 6
SCTV)
Massa Kepung Rumah Caleg Ingkar Janji
Liputan6.com, Brebes: Sebanyak 150 warga Brebes, Jawa Tengah,
baru-baru ini, mendatangi rumah seorang calon legislator dari Partai
Demokrat untuk DPRD Kabupaten Brebes. Mereka menagih uang yang pernah
dijanjikan Torikin sebelum hari pencontrengan.
Warga dari tiga desa itu menunggui Torikin hampir satu jam
lebih. Sayangnya, sang caleg tidak kunjung keluar. Menurut tim sukses
Torikin, lima hari sebelum pemilihan umum legislatif, mereka diminta
memobilisasi massa. Pemilih diiming-imingi Rp 10 ribu-Rp 20 ribu per
kepala jika mencontreng Torikin. Selanjutnya, tidak diketahui realisasi
dari janji tersebut.
Saat ini, Torikin tengah mengungsi guna menghindari amuk massa.
Sementara massa mengancam akan berunjuk rasa ke Komisi Pemilihan Umum
setempat jika Torikin menolak memenuhi janjinya. Sejauh ini, Torikin
masih menduduki urutan pertama dalam perolehan suara di daerah
pemilihannya.(OMI/Sugihartono)
Banyak Caleg Datang ke Rumah Sakit Jiwa
Liputan6.com, Solo: Sejumlah calon legislatif yang tak lolos
saringan dalam pemilu legislatif terserang stres dan depresi. Karenanya
tak heran jika rumah sakit jiwa di Solo, Jawa Tengah, kebanjiran pasien.
Jumlahnya bahkan mencapai 200 orang per hari atau meningkat 100 persen
lebih dari hari-hari biasa.
Dari pantauan SCTV, Selasa (14/4), selain pasien lama ternyata
ada penderita baru, yakni para caleg yang stres setelah kalah pemilu.
Sejak awal RSJ Daerah Surakarta memang sudah mempersiapkan ruangan
khusus untuk mengantisipasi gangguan jiwa para caleg pascapemilu ini.
Sementara itu, seorang caleg menjalani terapi transfer energi
setelah gagal meraih suara. Sang caleg yang enggan disebutkan nama dan
partainya mengaku mengalami depresi karena sudah ratusan juta rupiah
uang dihabiskan pada pemilu lalu.
Di tempat terpisah, sekitar 15 caleg yang mengalami depresi
mendatangi Markas Besar Forum Spiritual Peduli Cirebon di Desa
Sinarancang Mundu, Kabupaten Cirebon. Begitu juga Balai Kesehatan Jiwa
Kalawa Atei di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ramai didatangi caleg
dan pendukungnya yang strees. Hingga kemarin sudah dua caleg yang
melakukan konsultasi dan satu pendukung caleg terpaksa dirawat
inap.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Caleg Stres Datangi Paranormal
Liputan6.com, Cirebon: Seorang calon legislator di Cirebon, Jawa
Barat, baru-baru ini, mendatangi paranormal. Hal tersebut dilakukannya
guna menghilangkan beban depresi yang dideritanya pascapemilihan umum
legislatif. Caleg yang enggan memberitahu identitasnya ini mengaku
frustrasi pascapemilu legislatif 9 April silam. Ia mengaku telah gagal
mendulang suara, padahal biaya yang dikeluarkan mencapai ratusan juta
rupiah.
Sementara Markas Besar Forum Spiritual Peduli Cirebon di Desa
Sinarancang Mundu, semakin ramai dikunjungi. Selain berkonsultasi, para
caleg yang gagal dalam pemilu juga menjalani terapi di sana. Pemimpin
padepokan, Ujang Bustomi menyatakan sudah menerima 15 caleg yang
mengalami depresi. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah.
Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Balai kesehatan Jiwa Kalawa
Atei, mulai didatangi caleg dan pendukungnya yang stres. Hingga kemarin,
sudah dua caleg yang datang berkonsultasi dan satu pendukung caleg
terpaksa dirawat inap.
Menjadi calon wakil rakyat hendaknya sedari awal sudah kuat
mental dan pikiran. Apalagi para caleg juga sudah menyatakan siap menang
dan siap kalah yang artinya siap menanggung semua konsekuensi yang
terjadi.(OMI/Ridwan Pamungkas)
Warga Tuntut Upah Mencontreng
Liputan6.com, Semarang: Sejumlah warga Karangkumpul, Semarang,
Jawa Tengah, Senin (13/4), mendatangi rumah tim sukses caleg Partai
Demokrat. Mereka menuntut pembayaran Rp 25 ribu per orang yang
dijanjikan bila mencontreng nama Agung Buono untuk DPRD Semarang dan
Yoyok Sukawi, DPRD Jateng.
Warga mendatangi rumah Eni sambil membawa gambar sang caleg.
Mereka merasa dibohongi karena uang tak kunjung dibayarkan. Eni
sebelumnya telah membayar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Warga akhirnya
datang lagi untuk menagih kekurangannya. Haryono, Ketua RW setempat
meminta tim sukses memenuhi janjinya dan mengimbau warga tak bertindak
anarkis.
Di kawasan Kombes Polisi Duryat, Surabaya, Jawa Timur, ratusan
koordinator saksi dan pengurus anak cabang PDIP mendatangi kantor DPC
PDIP Surabaya. Kedatangan mereka untuk menagih pembayaran upah ribuan
saksi PDIP saat pemilu legislatif. Tercatat ada 5.000 saksi dari 862
tempat pemungutan suara yang dijanjikan Rp 100 ribu per orang.
Upah para saksi akhirnya cair setelah didesak. Itupun baru
dibayarkan Rp 50 ribu atau setengahnya. Emosi para kader dan saksi
melunak. Namun mereka tetap menuntut sisa pembayaran diberikan paling
lambat 21 April mendatang.(IKA/Tim Liputan 6 SCTV)
16/4/2009 3:11 WIB
Caleg Gagal, Tarik Kembali Sumbangan
Elshinta - Newsroom, Dampak pemilu legislatif ternyata tidak
hanya menyebabkan sejumlah calon anggota legislatif mengalami depresi,
tidak sedikit juga yang kehilangan rasa malu dan melakukan tindakan yang
memalukan diri sendiri.
Di Bogor, seorang caleg menarik kembali uang yang telah
dibagikan kepada warga. Sementara di Palembang, sang caleg gagal menarik
kembali alat musik yang telah disumbangkan kepada warga.
Aksi menarik kembali uang sumbangan ini dilakukan tim sukses
caleg Partai Golkar bernama Yuniar yang gagal memperoleh suara di kota
Bogor.
Uang sebesar Rp 50.000,- yang dibagikan dalam bentuk buku
tabungan ini semula diberikan kepada sekitar 200 warga Pasir Jaya, Kota
Bogor. Penarikan dilakukan karena Yuniar hanya memperoleh satu suara di
kampung Pasir Jaya.
Buku tabungan berisi uang Rp 50.000,- ini dibagikan kepada warga
saat berlangsungnya masa kampanye. Namun aksi penarikan kembali uang
sumbangan ini dibantah sang caleg. Yuniar menegaskan, tidak pernah
membagi-bagi uang hanya membantu membuatkan buku tabungan.
Dari Palembang, Sumatera Selatan, seorang calon anggota
legislatif dari Partai Demokrat bernama Fathur Rachman menarik kembali
alat kasidah yang pernah diberikan kepada warga karena dirinya gagal
meraih suara yang diharapkan. Alat musik ini diberikan kepada kelompok
kasidah Nurul Huda Sila Branti Sebrang Ulu Satu Palembang saat masa
kampanye menjelang pemungutan suara.
Akibat penarikan kembali alat musik sumbangan ini kelompok
kasidah ini pun gagal mengikuti lomba di tingkat kecamatan. Di kampung
Sela Branti, Fathur Rachman hanya memperoleh satu suara.
Sementara dari Brebes, Jawa Tengah aksi memalukan juga dilakukan
seorang caleg dari Partai Demokrat. Caleg bernama Torihin ini diserbu
ratusan warga dari sejumlah desa di Brebes. Warga mendatangi rumah sang
caleg di Desa Ciasem Limbungan untuk menagih uang sebesar Rp 10.000,-
yang dijanjikan Torihin saat kampanye.
Warga mengaku kecewa karena sang caleg yang telah meraih suara
banyak dan diperkirakan lolos menjadi anggota legislatif tidak segera
memenuhi janjinya. Warga yang kesal sempat menyandera mobil sang caleg
karena aksi mereka tidak mendapat tanggapan. (Indosiar/Tim Liputan/Sup)
(doa)
Nyaleg Gagal...Kena Stroke, Deeh..!!
Ari Widodo - Demak, Diduga kelelahan setelah menjalani pemilu,
seorang anggota caleg dari Partai Republikan, yang juga ketua Partai
Republikan, kabupaten Demak, Junaidi mengalami stroke.
Seperti dituturkan istrinya, Retno Sayekti, Junaidi di masa
kampanye dan pemilu memang sibuk melakukan konsolidasi dan mempersiapkan
segala sesuatunya untuk kemenangan partainya. Sehingga ia lupa dengan
kondisi kesehatannya sendiri, terlebih mengingat usianya yang sudah 60
tahun.
Diakui Retno, saat ini Junaidi menjalani perawatan di RS
Bhayangkara, Semarang dan divonis dokter menderita stroke.
Penyakit stroke yang dialami Junaidi, ujar Retno juga
dimungkinkan karena Junaidi gagal meraih target yang diharapkan dari
partainya. (sik)
Pileg 2009
Tidak Dapat Suara, Caleg Segel Sebuah Pasar
Sutini - Kudus, Seorang caleg dari salah satu parpol beserta
pendukungnya menyegel Pasar Tiban di Desa Mejobo, Kudus, Jawa Tengah
karena tidak mendapat dukungan suara dalam pemilu legislatif 9 April
lalu.
Lokasi pasar yang disegel tersebut berada di lahan pribadi milik
caleg tersebut.
Usai penyegelan, Rabu (15/4) siang ini, caleg tersebut
menuturkan, sebenarnya penyegelan tidak akan dilakukan karena para
pedagang yang rata-rata tetangganya di Desa Mejobo telah berdagang di
Pasar Tiban selama 10 tahun lamanya. Namun, karena didesak oleh para
pendukungnya yang tidak terima, maka ia mengaku terpaksa melakukan
penyegelan.
Apalagi menurut caleg tersebut, keberadaan Pasar Tiban selama
ini membuat lingkungannya menjadi kumuh.
Karena penyegelan sebelumnya telah direncanakan sejak tiga yang
lalu, para pedagang saat penyegelan dilakukan hari ini tidak tampak di
pasar dan termasuk barang-barang dagangan mereka yang telah diamankan.
(der)
Usai Pileg
Tinggalkan Tunggakan, Caleg Melarikan Diri dari Hotel
Dewi Cholidatul Ummah - Jember, Seorang calon anggota legislatif
DPR RI dari salah satu parpol melarikan diri dari tagihan hotel yang
ditinggalinya selama 45 hari dan hanya memberikan jaminan sebuah laptop.
Hotel tersebut terletak di Jalan Gajah Mada, Kecamatan
Kaliwates, Jember, Jawa Timur. Seorang caleg itu telah tinggal di hotel
selama 45 hari di sebuah kamar superior dengan harga Rp 125.000 per
malam.
Bagian resepsionis hotel, Sulistianti menceritakan, caleg
tersebut tinggal di hotelnya sejak 22 Februari 2009. Yang bersangkutan
sempat memberikan uang muka sebesar Rp 5 juta untuk dua kamar yang
ditempatinya bersama dengan sejumlah tim suksesnya. Seharusnya uang sewa
yang harus dibayar adalah sebesar Rp 11.250.000.
Sang caleg tiba-tiba menghilang dengan meninggalkan tunggakan
sebesar Rp 3,5 juta. Meskipun yang bersangkutan meninggalkan sebuah
laptop, namun harga laptop tersebut setelah dikurangi dengan tunggakan
yang harusnya dibayar tetap menyisakan uang tunggakan sebesar Rp 3,5
juta.
Hingga saat ini pihak hotel masih terus berusaha mencari dan
berusaha menghubungi caleg tersebut. Pihak hotel memberikan tenggang
waktu sedikitnya dua minggu dan jika yang bersangkutan tetap tidak
melunasi tunggakannya maka akan dilaporkan kepada pihak kepolisian.
(der)
This e-mail is confidential and may contain legally privileged information. If
you are not the intended recipient, you should not copy, distribute, disclose
or use the information it contains. Please e-mail the sender immediately and
delete this message from your system. E-mails are susceptible to corruption,
interception and unauthorized amendment; we do not accept liability for any
such changes, or for their consequences. You should be aware, that PT TITAN
Petrokimia Nusantara might monitor your e-mails and their content.