Test,

-----Original Message-----
From: :: boedax angon :: [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, May 05, 2009 4:02 PM
To: [email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected];
[email protected]
Subject: [Urang Sunda] Re: [bobotoh] bodohnya... bodohnya......






hmm lieur nya mana nu bener mana nu salah ,

nu salah mah nu teu bener
nu bener nu teu salah
ceuk cenah ieu bener itu bener .
ceuk nu bener maneh salah
ceuk nu bener can tangtu bener
ceuk nu salah ngaku bener
ceuk nu bener moal ngaku salah

ceuk kuring mah pelm di indonesia mah, masih plagiator. Sanajan alus ge.

Sok komo kuer hype na jurig miluan jurig, keur usumna bodor miluan bodor
keur usumna cinta usum cinta sok.

Tah mun bisa mah memeh nyieun pelm samodel kitu teh kudu di gali heula
jero2 atawa ditalungtik heula sok komo mun leuwih ti satahun mah, beda
jasa jeung pelm2 nu ti luar.

Muereun pelm2 samodel kitu teh waragadna kurang, sdm na kurang jadi
wayahna weh saaya aya, atawa kejar tayang atawa oge aya unsur hayang
narik parhatian kawas pelm Gajah Mada nu tempatna rek dijieun di bogor
tea.

Tah sok kumaha atuh, ulah pa dia-dia ulah sok paiang aing, geus teu
jamanna neangan kajayaan ku cara cepet kawas kitu patut.
Cikan atuh mun arek nyieun model pelm kitu kudu asak2 heulakudu
dirundingkeun bisi aya nu kasabit2 jadi weh loba nu parasea nu antukna
mamawa suku engkena komo agama mah..

Ih sararieun sok kom rek pamilu tea. Kahade ah...

Geus ach ngacaprakna
"rek nyumput lain tinu buni,
 da mun nyumput wae iraha katingalina.
 Cenah geus wayahna mana atuh
 lain hudang euy wae geus kudu nindak,
 ulah nunggu waktuna geus sariap
 da waktu mah moal balik deui,
 mana atuh geura nindak
 ulah euceuk jeung cenah
 geus teu jamanna ,
 mun ceuk basa baturmah
 ngalooping deui ngalooping deui ..."

Wassalam






--- On Tue, 5/5/09, Bobotoh Milan <[email protected]> wrote:

From: Bobotoh Milan <[email protected]>
Subject: Re: [bobotoh] bodohnya... bodohnya......
To: [email protected]
Date: Tuesday, 5 May, 2009, 3:42 PM
Terlampir pernyataan resmi dari pihak Bagolakon Pictures.



Kaka Gugun


2009/5/4 Eko maung <tigers_nova@ yahoo.com>

Telah terjadi peristiwa yang cukup besar efeknya terhadap imej dan cara
pandang publik terhadap mutu barudak Bandung secara keseluruhan
(termasuk didalamnya komunitas PERSIB). Yaitu mengenai insiden yang
melibatkan para pengurus Viking dan tim pembuat film romeo-juliet,
insiden tersebut terjadi di Paris Van Java pada hari jumat yang lalu.
Semua bermula dari substansi film romeo-juliet yang sangat tendensius
dan cenderung memojokkan Bandung, dari mulai mental wanita Bandung yang
murahan hingga para bobotohnya yang barbar, sangat wajar pula jika
barudak Bandung, termasuk para bobotoh (baca viking.red). Maka setelah
bersepakat dengat para budayawan dan para pemerhati film, sekelompok
anak-anak Bandung mempertanyakan kualitas dan etika serta filosofis film
romeo-juliet, tim pembuat film (terutama sutradara dan penulis skenario)
dianggap tak memahami secara kultural dan historis mengenai konflik yang
dimunculkan dalam film tersebut, dan celakanya lagi sang sutradara yang
secara territorial dan kedekatan justru lebih dekat dengan salah satu
pihak dalam film itu, yaitu anak-anak jakmania, sehingga wajar jika
opini dan alur cerita pun banyak dipengaruhi oleh anak-anak Jakarta.
Namun justru film dengan segala kekurangannya ini tidak begitu menarik
perhatian warga Bandung, tak ada antrian dan animo berlebih dari barudak
Bandung untuk menyaksikan film ini, dan setelah seminggu setelah
penayangannya film ini pun tetap sepi-sepi saja dari pembicaraan.

Nah disaat keadaan sudah biasa seperti ini sesungguhnya semua kegerahan
yang dirasakan komunitas Bandung itu sebenarnya mulai menyejuk, disisi
lain keadaan seperti ini justru tak menguntungkan bagi pihak pembuat
fim, karena pada awal membidik isu perseteruan supporter yang salah satu
kelompoknya berasal dari kota Bandung mereka tentu mengharapkan film ini
dapat booming dan "menggoda" untuk mengundang minat anak-anak Bandung.
Lalu entah bagaimana caranya tiba-tiba pertemuan antara pihak pembuat
film dan komunitas Bandung yang berkeberatan yang rencananya dialogis
terkait film tersebut tiba-tiba berujung ricuh, dan celakanya anak-anak
Bandung seakan tidak menyadari bahwa mereka memakan umpan para pembuat
film, seseorang berinisial U(dari tim pihak pembuat film) yang mengaku
sebagai korban dari insiden tersebut langsung menyebar secara subjektif
mengenai apa yang terjadi terhadap dirinya, celakanya lagi U adalah
orang yang dikenal cerdik, licik dan cukup intelek untuk mengemas sebuah
konflik menjadi tombak tajam untuk membunuh lawan mainnya, hampir semua
perkataan lawan bicaranya dapat ia pelintir dan diputarbalikkan. Dengan
retorika handal dan relasi media yang kuat (terutama di ibukota), U
mulai menyiapkan langkah berikutnya, berita ini menyebar dengan cepat,
tentunya seluruh kronologis pun diceritakan menurut versi U, respon pun
bermunculan beberapa jam kemudian, seorang kawan dari televisi nasional
pun langsung mengonfirmasi penulis mengenai insiden tersebut dan
langsung tertarik untuk menjadikannya sebagai isu liputan, dari sini
saja maka apa yang diinginkan U sudah mulai tercapai, yaitu film yang
sebenarnya kurang bermutu ini menjadi pembicaraan banyak orang dan
membuat banyak orang menjadi penasaran, ibarat seorang artis murahan dan
tidak berkualitas yang menjadi terkenal dan diekspos media justru karena
skandal-skandal diluar dunia akting.

Mendengar paparan dari beberapa orang kawan bahwa insiden secara fisik
memang dipicu oleh salah seorang anak Viking, maka penulis semakin
tergelitik dan berpendapat bahwa anak-anak Bandung telah kalah secara
strategi dan kematangan, saat U cs yang mengandalkan taktik, retorika,
argument serta otak dingin justru dihadapi oleh anak-anak Bandung yang
temperamen, kurang cerdas, mudah emosi dan tak memiliki kemampuan untuk
membaca situasi serta keadaan, hal ini diperparah disaat barisan intelek
dan pemikir yang menyertai mereka saat pergi ke Blitz megaplex di PVJ
justru memilih pulang lebih dahulu sebelum insiden tersebut terjadi,
padahal diantara mereka yang pulang lebih dulu itu terdapat nama-nama
barudak Bandung yang dikenal cerdas, serta matang dalam bertindak dan
memegang forum serta mamanage konflik seperti ini, sebut saja Gustaff,
menantu Prof. Himendra Wargahadibrata, direktur commonroom dan panutan
bagi komunitas kreatif Bandung. Maka dapat dibayangkan apa yang terjadi,
dengan berkorban sedikit memar dan pecah kacamata, kini U cs sukses
memegang kendali, apa yang mereka inginkan tercapai, meski jujur saja
bahwa film yang mereka buat memang tidak berdasar dan terlalu
mengada-ngada serta sangat memojokkan Bandung dari sudut pandang yang
terlalu "jakmania", namun toh sejak jumat yang lalu film itu semakin
banyak dibicarakan oleh media.

Terbayang apa yang U obral disana, setelah menjatuhkan imej mojang
Bandung dalam film (dia pernah mengatakan bahwa cewek Bandung memang
murahan, kenal jam 12 siang maka maghribnya sudah bisa diajak
tidur-meski beberapa mungkin iya, terutama perempuan bermental labil &
grupis, namun tetap saja judgement seperti itu tak dapat diterima oleh
masyarakat Bandung yang menjunjung adat dan budaya, bahkan mojang-mojang
yang asli Bandung dan berdarah sunda cenderung konservatif dan menabukan
hal-hal erotis), kemudian gambaran kasar dan barbar bobotoh melalui
ekspresi ucapan kasar bobotoh difilm itu (pembuat film tak pernah
mempelajari bahwa kata "anjing" yang biasa kita dengar dikota kembang
intonasinya tidak sarkas dan sama sekali tidak beresensi menghina serta
melecehkan orang, konteksnya cenderung akrab dan heureuy, sungguh
berbeda dengan apa yang yang terucap dari mulut alex komang dkk difilm
itu, kata "anjing" benar-benar mencerminkan sang pengucap tidak beradab
dan berbudaya).

Maka kini U mungkin dapat berkata "tuh kan bener apa kata gue, sama ama
yang di film, mereka emang preman, biasanya maen pukul, padahal udah gue
ajak dialog" kepada orang-orang dan media diluar sana. Maka untuk
kedepannya, separah apapun kita dipojokkan dan meski yang memojokkan
kita itu adalah orang-orang busuk dan jahat, namun tetap untuk
menyelesaikannya perlu kita pilih orang-orang yang tepat, orang-orang
yang tak mudah terkena settingan pihak lain dan tidak lugu serta polos
dengan "memakan umpan", namun kini semua telah terjadi, dihadapan
beberapa komunitas (komunitas pecinta film, komunitas sepakbola luar
Bandung, komunitas pemerjuang kebebasan berekspresi, komunitas media
dll), yang tengah mereka bicarakan adalah sebuah kota dimana banyak
terdapat sekolah berkualitas dan perguruan tinggi favorit serta banyak
melahirkan pemikir serta orang-orang kreatif, namun ternyata para
pemudanya dapat dengan mudah dikendalikan... padahal semua itu telah
kita sikapi dengan benar pada awalnya, yaitu dengan bersikap......biasa
saja......




--
bobotohmilan. blogspot. com <http://bobotohmilan.blogspot.com>




This e-mail is confidential and may contain legally privileged information. If 
you are not the intended recipient, you should not copy, distribute, disclose 
or use the information it contains. Please e-mail the sender immediately and 
delete this message from your system. E-mails are susceptible to corruption, 
interception and unauthorized amendment; we do not accept liability for any 
such changes, or for their consequences. You should be aware, that PT TITAN 
Petrokimia Nusantara might monitor your e-mails and their content.

Kirim email ke