Mohon maaf bila e-mail ini menjadi gangguan kenyamanan Anda My Apologize for this uncomfortableness e-mail.
Hapunten bilih ieu imel janten tugenah kana manah. ==##== Assalamu'alaikum wrwb. Malang Tak Hendak Terampas Bukan kehendak Tisna, jika ternyata ia lahir dari keluarga miskin. Bukan keinginan Tisna kalau ia ternyata masuk golongan dhuafa. Juga bukan salah Tisna,. Ketika jilatan api listrik tegangan tinggi menghanguskan hampir sekujur tubuhnya. Minggu, 3 Mei 2009, Pengajian di Musholla Al-Lathiifah, Jl. Imam Bonjol Cikarang Barat tengah berlangsung. Jamaah pengajian memenuhi musholla dan sebagian mengambil tempat di lantai dasar bangunan Pesantren Al-Lathiifah yang baru selesai di cor dua lantai, belum ada dinding. Di sela keramaian itu, kenakalan anak kecil Tisna, membawanya menaiki lantai dua. beberapa orang tua melarangnya, dan menghardik untuk segera turun, tetapi Tisna si santri kecil, 11 tahun, tak hendak menurut. Anak-anak dimanapun hampir sama saja. Rupanya dilantai dua, Tisna tidak puas. Rasa penasaran membuatnya mengambil tangga dan naik ke atap lantai dua. Tisna sama sekali tidak akan pernah tahu, bahwa itulah awal bencana yang akan menimpanya... di atap lantai dua yang belum selesai untuk pengerjaan lantai tiga itu ia menemukan sepotong besi. Digenggamnya besi itu, mungkin ia bersilat menirukan Avatar atau Power Rangers dan akhirnya menghampiri sisi bangunan yang amat dekat dengan kabel listrik tegangan tinggi yang tengah telanjang... Jamaah pengajian tersentak oleh bunyi keras yang menggelegar dan bertanya apa gerangan... Lama mencari sampai seorang di seberang jalan menunjuk atap lantai dua dimana dilihatnya api menyembur semburat... Segera orang ingat pada Tisna, berlari naik... dan Tisna sudah menggeletak tanpa daya dengan luka bakar disekujur tubuhnya... Rupanya rasa iseng Tisna membuatnya memukul kabel listrik tegangan tinggi dengan besi itu, setrum mengalir, api memercik...Tisna terpental hangus...Matikah Tisna...? ternyata tidak. Segera orang-orang mengangkatnya. RS. Karya Medika Tambun tak kuasa banyak menolongnya. Al-Ustaadz Pimpinan Pesantren Al-Lathiifah lalu mengarahkannya ke RSCM Jakarta. Di RSCM, penanganan dilakukan 4 dokter dengan segera.... Hanya saja...Santri Miskin dan Dhuafa...Rumah Sakit...Biaya...Puluhan juta... Pemda Bekasi sudah kehabisan budget JamKesMas... Para Donatur, hanya mengatakan akan berusaha.dan duit berpuluhjuta itu tidak bisa menunggu lama... Tisna terbaring lemah dengan luka bakar di hampir sekujur tubuhnya, ia mencoba sabar dan tabah, katabahan anak-anak.menanti sambil merengek minta pulang segera. Kini hanya pertanyaan singkat yang tersisa.Apa yang bisa kita lakukan untuk menolong perawatan Tisna si Santri Miskin dan Dhaif itu....? Terima kasih atas perhatian dan atensi orang-orang yang peduli. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Contact Person: Ahmad Sopiani : 081316225545 / 8989418 Mansur Almaturidi : 23709954 / 8989484 Donasi : Rekening BCA : 3430920242 a.n. Ahmad Sopiani (harap diinformasikan) Terima kasih. Wassalamu'alaikum wrwb. Ahmad Sopiani R&D ~ Media LG Electronics Indonesia

