Marinir Berlatih Perang di Sebatik

*SAMARINDA* – Pasukan Marinir TNI Angkatan Laut di Pulau Sebatik, Nunukan,
Kalimantan Timur, meningkatkan latihan militer menyusul makin memanasnya
situasi di Ambalat.

Komandan peleton pasukan Intai Amfibi Marinir di Sebatik, Letnan Dua Denny
Aprianto, kemarin mengungkapkan bahwa latihan perang itu telah memetakan
posisi strategis jika terjadi perang sesungguhnya.

"Latihan kami sudah difokuskan ke perang seiring meningkatnya konflik
RI-Malaysia di perairan Ambalat," kata Denny melalui telepon.

Satuan Tugas Ambalat IX Marinir di Sebatik berada di bawah komando Yonif 3
Marinir Surabaya, berkekuatan 130 anggota, termasuk satu tim pasukan Intai
Amfibi.

Denny mengatakan, dengan latihan intensif, seluruh pasukan telah siap
berperang. "Kami sudah dapat perintah atasan, tingkatkan kewaspadaan,"
ujarnya.

TNI Angkatan Laut menambah dua kapal perang lagi untuk memperkuat armada
yang berpatroli di perairan yang berbatasan dengan Malaysia, dan menarik
pulang kapal Republik Indonesia (KRI) Hasanuddin ke pangkalan di Surabaya.
Dengan demikian, kapal yang disiapkan menjadi enam buah, termasuk KRI Untung
Suropati, KRI Rimau, KRI Solo Pari, dan KRI Sultan Nuku, yang sejak beberapa
waktu yang lalu bertugas di sekitar Ambalat.

Menurut Kepala Dinas Penerangan Koordinator Armada Indonesia Kawasan Timur
Letkol Toni Syaiful, penarikan ini agar kapal yang beroperasi tetap bisa
menjaga kemampuan berperang. "Kami tetap mengoperasikan enam sampai tujuh
kapal perang," katanya.

Di Jakarta, Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR, Tjahjo Kumolo, meminta
pemerintah tegas dalam menyelesaikan sengketa Blok Ambalat. Menurut dia,
pemerintah perlu menyampaikan nota protes keras ke Malaysia terkait dengan
pelanggaran batas perairan di Ambalat. "Dubes Indonesia dipulangkan dan
Dubes Malaysia disuruh pulang. Sebelum masalahnya *clear*, tidak perlu duta
besar," kata Tjahjo kemarin.

Ketua Fraksi Partai Demokrat Syarifuddin Hasan membantah tuduhan bahwa
pemerintah lamban menyelesaikan kasus Ambalat. Menurut Syarifuddin, jika
Presiden menyatakan perang, pemerintah harus menyiapkan anggaran sekitar Rp
20 triliun per bulan. *FIRMAN HIDAYAT | EKO ARI WIBOWO*


-- 
*********************************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
**********************************************
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang  murah dengan prospect yang
besar, Berminat Hubungi [email protected]
=============================
(Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
=============================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
=============================
revolusi produk skuter matik Suzuki "Skydrive"
hubungi Dieler Suzuki terdekat
http://suzuki.co.id/
============================
Space Iklan
=============================

Kirim email ke