Punten kang...
Berhubung di milis urang sunda mah teu sadayana surti bahasa indonesia, sanes 
waktos mah ngintun serat teh ngangge basa sunda...
hatur nuhun...

--- On Sun, 5/10/09, putra wardana <[email protected]> wrote:


From: putra wardana <[email protected]>
Subject: [Urang Sunda] Puan Maharani: Keluarga BK merugikan PDIP
To: [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected]
Date: Sunday, May 10, 2009, 6:37 AM












wah anak durhaka nih sama ibunya berani bentak2..

Subject: Puan Maharani: Keluarga BK merugikan PDIP
 <wongcer...@yahoogro ups.com>, "Yahoo! Groups""Wahid Institute" 
<i...@wahidinstitute .org>, "Walhi jawatimur"  "TRAXMagazine@ yahoogroups. com" 
<'TRAXMagazine@ yahoogroups. com'>, ufukpr...@yahoogrou ps.com, 
urdu_fo...@yahoogro ups.com, 
Date: Saturday, May 9, 2009, 6:09 AM





Menurut Putri dari Taufik Keimas yakni PUAN MAHARANI TAUFIK KEIMAS:
Keluarga Bung Karno (BK) yang lain seperti Puti Guntur Soekarno (anak dari 
Guntur Soekarno Putra), Guruh Soekarno Putra dll selama ini hanya menumpang dan 
mengambil manfaat dari PDIP yang dipimpin oleh Megawati dan hanya merugikan 
PDIP.

Seperti dikatakan oleh Puan Maharani: Puti Guntur Soekarno dan Guruh Soekarno 
Putra itu hanya numpang hidup di PDIP dengan menjadi anggota DPR RI, yang 
notabene adalah kerja keras dari keluarga Taufik Keimas dan Megawati
Juga Para Soekarnois yang ortodoks dikatakan banyak merugikan, karena membuat 
PDIP menjadi banyak kehilangan pendukung dan pemilih.
Bahkan mereka (keluarga BK yang lain serta para Soekarnois yang ortodoks 
itu)selama ini hanya menjadi beban dan banyak merugikan serta banyak membawa 
celaka bagi PDIP.
Hal ini juga bisa dilihat pada Rachmawati yang menjadi pendukung SBY, dengan 
menjadi penasehat Presiden SBY.

Maka disebutlah keluarga BK yang lain maupun mereka yang dicap oleh Puan dan 
Taufik Keimas itu sebagai orang2 yang tidak tahu diri, dimana sudah menumpang 
hidup dan merugikan PDIP, tapi malah memberi masukan dan saran yang tidak 
mendukung kepentingan Taufik Keimas dan Puan Maharani Taufik Keimas Putri

Kemarahan Puan Maharani Taufik Keimas Putri ini disampaikan kepada Megawati..
Puan Maharani dan Taufik Keimas kuatir bahwa Megawati akan menuruti banyak 
saran dari orang2 yang dianggap oleh Puan dan Taufik Keimas sebagai soekarnois 
ortodoks ataupun saran dari keluarga BK yang lain, agar tidak mencalonkan diri 
sebagai Presiden dengan alasan perolehan suara PDIP tidak mencukupi untuk 
mencalonkan sendiri, karena harus berkoalisi baru bisa mencalonkan calon 
presiden dan wakil presiden
(Catatan: perolehan suara PDIP 14,70%, sedangkan syarat dapat mencalonkan 
presiden dan wapres adalah mendapat 20% kursi atau 25% suara sah dalam pemilu)

Hal ini terjadi karena banyak keluarga BK maupun kelompok yang dianggap 
soekarnois oleh Puan, memberi masukan kepada Megawati agar tidak mencalonkan 
diri sebagai presiden, dengan pertimbangan suara PDIP dalam pemilu 2009 tidak 
signifikan dan disarankan agar Megawati mencalonkan orang lain saja sebagai 
Presiden dan wapres. sedangkan PDIP dapat berperan sebagai stabilisator dalam 
politik nasional, 

berperan sebagai stabilisator artinya: jika pemerintahan hasil pemilu presiden 
dan wapres berjalan baik maka PDIP akan mendukung, jika pemerintahan berjalan 
tidak baik, maka PDIP akan mengkritisinya. Dalam bahasa politik langkah ini 
disebut sebagai oposisi yang kritis dan dinamis.

Langkah ini disampaikan oleh banyak orang kepada Megawati, agar belajar dari 
pengalaman dan untuk kebaikan Megawati dan PDIP.

Tapi saran ini berseberangan dengan ambisi Puan Maharani dan Taufik Keimas, 
yang terus mendorong agar megawati tetap maju sebagai presiden. atau sekalian 
saja bergabung dengan partai demokrat dengan harapan:
1, jika maju sebagai presiden, sudah akan jelas kalah bersaing dengan 
popularitas presiden SBY, tapi sudah mendapat kompensasi, baik uang maupun 
lisensi perdagangan dalam komoditas tertentu dari presiden SBY (karena banyak 
pihak kuatir jika PDIP tidak mencalonkan megawati sebagai presiden, maka 
pertarungan pemilihan presiden tampak sekali sebagai pemilihan presiden yang 
direkayasa, yakni calon yang lain hanyalah merupakan calon yang jelas akan 
kalah)
2.jika bergabung dengan presiden SBY, maka Puan dan Taufik Keimas akan bisa 
mendapat jatah beberapa menteri dari presiden SBY









Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa 
mendapatkan semuanya. 

















      

Kirim email ke