Dear All Urangsunda,

Punten bade share kesenian Sunda dimainkan oleh Kontingen garuda kita di
Lebanon.
Berita lengkap dan cerita dari babaturan sunda lainnya aya di -->
http://pralangga.org/articles

Mangga atuh didukung dengan berkunjung sareng komentarna pada artikelna
masing-masing.

Nuhun pisan,
-- 
Luigi Pralangga
c/o. United Nations Mission in Liberia (UNMIL)
Procurement Section,  Via Diplomatic Mail
PO Box 4677 Grand Central Station
New York, NY 10163-4677, USA
Web - http://pralangga.org

---------- Forwarded message ----------
   PRALANGGA.ORG - Our Peacekeeping Journey <http://pralangga.org/>
[image: Add to 
Google]<http://fusion.google.com/add?source=atgs&feedurl=http://feeds2.feedburner.com/pralangga-org>
[image:
Link to PRALANGGA.ORG - Articles] <http://pralangga.org/>
------------------------------

Satgas POM TNI gebrak Lebanon dengan musik
Angklung<http://feedproxy.google.com/~r/pralangga-org/~3/G7xMZOOUc0w/satgas-pom-tni-gebrak-lebanon-dengan-musik-angklung>

Posted: 02 Jun 2009 12:34 AM PDT

(Blat Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon (2/6). Prajurit TNI yang tergabung
dalam Satgas POM TNI Konga XXV-A/Unifil dibawah pimpinan *Letnan Kolonel Cpm
Ujang Martenis* menggebrak Lebanon dengan menampilkan kepiawaian mereka
dalam memainkan alat musik tradisional Indonesia “ *Angklung* ” dihadapan
para hadirin dari seluruh kontingen yang ada di Sektor Timur ( Indobatt,
Spainbatt, Nepbatt, Malcon, *Staff Officer Seceast* dan LAF, bertempat di
Markas Besar Sektor Timur Unifil “ *Base Miquel De Cervantes* ”, Senin malam
(1/6).

Di atas panggung para prajurit Satgas POM TNI tampak secara enerjik berhasil
mengelaborasi kesenian angklung yang diberi sentuhan lagu daerah Sunda “ *Manuk
Dadali* ”, sehingga melahirkan warna musik yang tak hanya harmonis, namun
juga memberi citra eksotis yang belum pernah dijumpai sebagian besar publik
yang menyaksikan. Walau diselingi lirik lagu “ *Manuk Dadali* ”, namun tetap
mengedepankan Angklung sebagai instrumen yang memberi corak dominan alat
musik tradisional Indonesia. Keselarasan antar pemain Angklung melahirkan
alunan nada yang apik dan indah, memberi titik tekan pada kebersamaan dan
harmonisasi dalam setiap kali penampilan mereka.

 Tak heran, sejumlah pengunjung rela berdiri di depan panggung pada saat
prajurit Satgas POM TNI menampilkan performa mereka. Terlebih lagi setelah
lagu “ *Manuk Dadali* ”, tim kesenian Satgas POM TNI memperlihatkan
kebolehannya dalam joged komando yang sudah dikreasikan dengan gerakan lain
dan Angklung untuk mengiringi lagu yang sangat populer di Spanyol
yaitu “ *Besame
Mucho* ”. Para penonton langsung larut dalam suasana pertunjukan dan dengan
spontanitas turut menyanyikan lirik lagu “ *Besame Mucho* ” sambil bergoyang
ria mengiringi para prajurit Satgas POM TNI yang unjuk kebolehan di
panggung.

Seperti diketahui bahwa di Markas Besar Sektor Timur merupakan home base
dari Batalyon Spanyol (Spainbatt). Komandan Sektor Timur *Brigadir Jenderal
Casimiro Sanjuan Martinez* yang merupakan warga negara Spanyol menambah
meriahnya suasana dengan turut memberikan aplaus terhadap kebolehan tim
kesenian Satgas POM TNI. Sukses ini tidak lepas dari peran Dansatgas POM TNI,
Letnan Kolonel Ujang Martenis yang telah menyiapkan ketrampilan prajuritnya
dengan selalu hadir pada saat prajuritnya latihan memainkan alat musik
tradisional tersebut.

Dalam pernyataannya, Dansatgas POM TNI mengatakan bahwa Satgas telah
dibekali alat musik Tradisional Angklung oleh Departemen Pariwisata dan
Budaya. Dengan alat kesenian inilah, Satgas POM TNI turut berperan dalam
memperkenalkan budaya Indonesia kepada seluruh kontingen yang tergabung
dalam misi perdamaian di Lebanon (Unifil) serta kepada masyarakat Lebanon
pada khususnya. Tanpa keraguan Angklung adalah elemen khas diplomasi
kultural Indonesia. Lebih dari itu, angklung juga manawarkan nilai-nilai
tradisi seperti solidaritas, toleransi, persatuan, dan kerja sama dalam
Angklung yang sejalan dengan ciri khas dan kekuatan kultural komunitas etnis
di Indonesia. Sehingga dalam memainkannya harus benar-benar kompak agar
dihasilkan nada yang enak didengar.

Selanjutnya Dansatgas mengatakan bahwa Angklung adalah alat musik
tradisional Indonesia yang berasal dari Tanah
Sunda<http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat>, terbuat dari bambu,
yang dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi
disebabkan oleh benturan badan pipa bambu), sehingga menghasilkan bunyi yang
bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik
besar maupun kecil.

“Asal usul terciptanya musik bambu, seperti Angklung berdasarkan pandangan
hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare)
sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai
Sri 
Pohaci<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sri_Pohaci&action=edit&redlink=1>sebagai
lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). Perenungan
masyarakat Sunda dahulu dalam mengelola Pertanian (tetaten), terutama
pertanian sawah dan ladang (huma) telah melahirkan syair lagu sebagai
penghormatan dan persembahan kepada Nyi Sri Pohaci dan sebagai tolak bala
agar bercocok tanam mereka tidak mendatangkan malapetaka. Dalam
perkembangannya lagu-lagu tersebut diiringi dengan bunyi tetabuhan yang
terbuat dari batang-batang bambu sederhana yang kemudian kita kenal dengan
nama Angklung”, demikian dikatakan Dansatgas mengakhiri pernyataannya.
  You are subscribed to email updates from PRALANGGA.ORG -
Articles<http://pralangga.org/>
To stop receiving these emails, you may unsubscribe
now<http://feedburner.google.com/fb/a/mailunsubscribe?k=D7l3PE1U2mOadoj_1jsDV6h4vqE>
. Email delivery powered by Google Inbox too full? [image: Add to
Google]<http://fusion.google.com/add?source=atgs&feedurl=http://feeds2.feedburner.com/pralangga-org>
If
you prefer to unsubscribe via postal mail, write to:
PRALANGGA.ORG<http://pralangga.org/>- Articles, c/o Google, 20 W
Kinzie, Chicago IL USA 60610

Kirim email ke