Perkara haram halalna Vaksin Meningitis acan anggeus geuningan, masih rame 
keneh. Ceuk Depkes vaksin meningitis henteu ngandung babi, tapi waktu nyieunna 
make enzym babi (wartosna dihandap). Lamun kitu halal da euweuh babian? ..Ah 
nya duka, tapi nya lamun kapaksa kudu make mah, nganggo we analogina siga kieu 
meureun: Aya bangke babi terus dikubur dijero taneuh, pas diluhureun kuburan 
babi teh, dipelakan tatangkalan bubuahan. Meureun akar bubuahan teh "nyedot" 
zat-zat hara tina bangke babi. Tapi pan buahna tetep halal, sanajan zat-zat nu 
dikandung dina buah eta tadina tina bangke babi ..... 


Kamis, 11/06/2009 12:50 WIB
Unsur Babi pada Vaksin Meningitis Telah Dihilangkan
Mega Putra Ratya - detikNews

Jakarta - Departemen Kesehatan (Depkes) memastikan unsur babi dalam vaksin 
meningitis telah dihilangkan. Karena itu vaksin tersebut halal.

"Memang ada keterlibatan unsur babi, tapi tidak mengandung unsur babi, jadi 
tidak haram," kata Kepala Pusat Promosi Kesehatan Depkes Dr Abidinsyah Siregar 
usai Rapimnas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Balai Kartini, Jl Gatot 
Subroto, Jakarta, Rabu (11/6/2009).

Menurut Abidin, di dalam vaksin meningitis tersebut terdapat tripsin yang 
merupakan media untuk membiakkan virus. Setelah tumbuh banyak, virus yang 
dibiakkan itu lantas digunakan, diekstraksi, dan dihilangkan sel-selnya yang 
membahayakan atau menimbulkan penyakit untuk kemudian dilemahkan.

"Ketika sudah jadi vaksin, unsur-unsur babinya lepas," terang Abidin.

Dia menjelaskan, selama ini hanya ada 1 produsen vaksin meningitis di seluruh 
dunia. Dan vaksin itu digunakan oleh orang di seluruh dunia.

"Sejauh ini kita bekerja sama dengan Bio Farma mencari atau merekayasa media 
yang identik tapi tidak mengandung babi," kata Abidin.


Kirim email ke