Rada reuwas maca beja dina Tempointeraktif dihandap ieu, cenah di Garut aya 
sakolompok masyarakat nolak Pemilu jeung SIAP PERANG. Nolak Pemilu mah hak, 
jadi teu nanaon, ngan palebah SIAP PERANG, rada reuwas, perang jeung saha nya?


NII Cabang Garut Tolak Pemilu Presiden dan Siap Perang
Selasa, 16 Juni 2009 | 07:11 WIB

TEMPO Interaktif, Garut: Kelompok Negara Islam Indonesia (NII) wilayah selatan 
Kabupaten Garut, Jawa Barat, menolak pelaksanaan pemilihan presiden pada 8 Juli 
ini. Surat penolakan dengan tulisan tangan diberikan kepada pemerintah setempat 
pada 26 Mei 2009 pukul 09.25 WIB.

"Mereka tidak mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia,"  kata Kepala Desa 
Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Heryanto saat dihubungi Tempo 
melalui telpon selulernya.

Menurut Heryanto, kelompok ini mengganggap negaranya berdiri lebih awal dari 
negara Indonesia. Indonesia dikatakan berdiri pada 17 Agustus 1945, sedangkan 
NII berdiri pada 7 Agustus 1945. "Sehingga Indonesia dinilai menumpang di 
negaranya." Sejauh ini belum ada tindakan tegas dari pemerintah.

Di desa Purbayani, terdapat 27 orang pengikut NII. Aksi ini bukanlah kali 
pertama mereka lakukan. Setiap kali pelaksanaan pemilihan, baik pemilihan 
kepala desa, bupati dan gubernur, NII Garut selalu mengeluarkan statemen 
menolak. Kegiatan mereka di wilayah Garut telah berumur sekitar 20 tahun. 

Meski menyimpang, kata Haryanto,  kegiatan mereka tidak meresahkan penduduk 
desa. Aktivitas kenegaraan seperti pengibaran bendera atau yel yel anti-RI 
hampir tidak muncul. Kehidupan sehari-hari mereka berbaur dengan masyarakat 
lainya. "Mereka ikut  kerja bakti atau kegiatan gotong royong. Kami tetap 
melaporkan kepada yang berwajib untuk selalu diawasi dan dibina," ujarnya.

Juru bicara Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Garut Dadang Sudrajat 
mengaku tidak mengetahui kejadin tersebut. Menurutnya, tidak ada satu pun 
kolempok masyarakat menolak pelaksanaan pemilu presiden. "Pada 2004 lalu memang 
ada kelompok NII  yang menolak pilpres, kalau sekarang saya belum tahu," 
ujarnya singkat.

Keberadaan NII di Kabupaten Garut mencuat pada 2007,  dipimpin Imam Besar atau 
panglima tertinggi Sensen Komara. Aktivitas kelompok tersebut muncul kembali 
pada 17 Januari 2008, dengan  engibarkan bendera merah putih bergambar bulan 
bintang berukuran 2x240 sentimeter di halaman rumah sang serssn.

Maskas mereka di Kampung Babakan Cipari, Desa Sukarasa, Kabupaten Garut, Jawa 
Barat. Berdasarkan informasi yang dihimpun jumlah pengikut NII di Garut
sekitar 2.000 orang. Berikut petikan surat penolakan pemilu presiden yang 
ditandatangani ketua NII Garut Selatan Wowo Wahyudin, 33 tahun.

"Surat ini adalah merupakan pemberitahuan, mau atau tidak, suka atrau tidak 
suka, mengerti atau tidak. Negara ini adalah Negara Islam Indonesia. Kami/Saya 
tidak mau dilibatkan, dicantumkan dalam urusan pilpres. Kami/Saya telah 
diberitahukan oleh Imam Negara Islam Indonesia untuk siap berperang.  Demikian 
surat ini saya nyatakan yang sebenarnya."

SIGIT ZULMUNIR 




Kirim email ke