naha jadi "dombrut" nya, teu jadi "dogar"? hehe. (mh) 2009/6/18 H Surtiwa <[email protected]>
> > > Di jakarta di wewengkon Jalan Ampera sareng Lebak Bulus aya > "Dombrut"..sihoreng rumah makan anu ngical sate Domba sareng Gule Domba > Garut......... > > 2009/6/17 mh <[email protected]> > > >> >> bisi can katimu di google, uing kungsi nimu ieu artikel, ngan alamatna >> poho deui, hehehe. >> slogan di luhur dirobah ti aslina, sabab aslina nu aya dina ieu >> artikel asa kurang ngeunaheun. >> >> (mh) >> ====== >> PROFILE DOMBA GARUT >> >> LATAR BELAKANG >> >> Usaha ternak domba di Kabupaten Garut telah lama diusahakan oleh >> petani ternak di pedesaan yang hampir >> tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Garut, baik sebagai usaha >> pokok maupun usaha sampingan yang >> dipadukan dengan usaha tani. Oleh karena itu keberadaan usaha ternak >> domba dapat memberikan kontribusi nyata >> terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dalam memanfaatkan >> sumberdaya alam. Dilihat dari rata-rata tingkat >> kepemilikan ideal, dimana skala pemilikan ideal adalah 20 – 50 ekor >> per peternak. >> >> Ternak domba umumnya dipelihara secara tradisional yang berfungsi >> sebagai tabungan, sumber pupuk kandang >> serta sumber pendapatan sebagai hewan kesayangan., rata-rata tingkat >> kepemilikan umumnya rendah yaitu >> dibawah 10 ekor per keluarga petani. Hal tesebut tidak mengurangi >> nilai keberadaan ternak domba di masyarakat >> karena keterampilan petani ternak tersebut dapat diandalkan bila >> mereka diberi motivasi usaha dan tingkat >> permodalan yang memadai. Hal ini karena selain cocok dengan lingkungan >> setempat juga sudah akrab dan >> menjadi tradisi yang turun temurun dengan masyarakat petani di daerah, >> khusus Domba Garut sebagai domba laga >> atau sebagai hewan kesayangan, biasanya dipelihara oleh mereka yang >> memiliki tingkat permodalan yang kuat, >> karena harga domba tersebut sangat memiliki harga yang mhal dan unsure >> seni serta keindahan yang ditonjolkan. >> Sejalan dengan keberadan ternak domba yang beredar dimasyarakat selama >> ini, maka Pemerintahan kabupaten >> Garut menjadikan ternak domba sebagai komoditas unggulan serta menjadi >> kebanggaan nasiaonal karena memiliki >> khas yang tidak dimiliki oleh jenis/bangsa domba lainnya di dunia. >> >> Domba Garut banyak dipelihara dipedesaan oleh para peternak di Jawa >> Barat, karena domba tersebut lahir dengan >> perkembangan usaha sampai sekarang bahwa Domba Garut banyak tersebar >> di luar Jawa Barat seperti Sumatra >> Utara, Jawa Tengah namun perkembangannya belum menggembirakan. >> >> Salah satu keistimewaan ternak Domba Garut yaitu ternak domba jantan >> dengan anatomi tanduknya yang >> bermacam-macam, tubuhnya serta tempramen/sifat-sifat yang spesifik >> sebagai domba adu dan terkenal denagn >> domba tangkas dan sekarang lebih dikenal dengan domba laga, karena >> domba adu memiliki konotasi yang kurang >> baik di masyarakat. Dikatakandomba tangkas karena memiliki seni >> ketangkasan yang dipadukanengan seni >> pancake silat, dan dikatakan domba laga karena berlaga dilapangan yang >> menarik perhatian orang banyak serta >> memiliki unsure seni yang indah dipandang. >> >> Setelah berdirinya himpunan Peternak Domba Garut Kambing Indonesia >> (HPDKI) istilah “adu” dihilangkan karena >> untuk tidak mengasosiasikan kata “adu” dengan permainan judi. Sebagai >> seni khas kebudayaan Jawa Barat >> terutama masyarakat Priangan, sejak jaman dahulu sampai sekarang >> dikenal dan digemari oleh masyarakat banyak, >> hal ini karena sebagai seni dan hiburan yang murah meriah. >> >> SENI KETANGKASAN DOMBA GARUT >> >> Seni ketangkasan Domba Garut merupakan salah satu kegemaran tersendiri >> yang disenangi serta ternak domba >> Garut dapat dikategorikan sebagai hewan kesayangan serta hewan >> kebanggaan. Domba Garut dipelihara secara >> khusus artinya dengan perlakuan dalam pemeliharaannya secara khusus >> terutama dalam membentuk tanduk agar >> memiliki temperamen yang indah dan kelihatan gagah, sehingga tercipta >> motto tentang domba garut yaitu “ >> Tandang di Lapang, Gandang di Lapang, Indah Dipandang serta Enak >> Dipanggang”. >> >> Seni ini merupakan ajang kontes dalam memilih bibit sebagai raja dan >> ratu bibit ternak domba Garut, karena setiap >> event pertandingan ternak domba yang bagus sangat mendapat sorotan >> setiap peternak dan penggemar, dengan >> sendirinya bahwa ternak tersebut memiliki harga yang sangat tinggi. >> >> Perlombaan atau kontes ternak ini merupakan tempat berkumpulnya par >> peternak dan pemilik, para penggemar, >> tokoh Domba Garut serta perkumpulan organisasi profesi yang dihimpun >> dalam wadah HPDKI (Himpunan >> Peternak Domba Kambing Indonesia). >> >> Pemeliharaan Domba Garut sebagai domba tangkas (laga) telah sejak lama >> dilakukan oleh para peternak, >> penggemar ketangksan domba dengan perlakuan yang sangat istimewa serta >> kepemilikan domba tersebut dahulu >> disebut “juragan”. Peternak pemelihara harus memliki nilai jiwa seni >> yang khusus serta akrab dengan domba. >> Berbagai upaya dan pengorbanan para peternak Domba Garut semata-mata >> diarahkan untuk menciptakan >> keunggulan Domba Garut pejantan di arena perlombaan (ketangkasan), >> sebab domba laga yang unggul akan >> menyandang gelar juara serta mendapart nilai jual yang melonjak tinggi. >> >> Karena ternak Domba Garut merupakan bagian dari ternak seni, maka >> setelah Domba Garut tandang di lapang, >> salah satu kegembiraan yang diraih oleh pemiliknya atau pelatihnya, >> ketika domba tersebut mengalunkan seni >> sesuai irama ketukan kendang. >> >> Dalam seni ketangkasan domba jarang terjadi kecelakaan pada ternak >> domba apalagi sampai terjadi cacat atau >> mati, sebab setiap pertandingan selalu diawasi oleh : >> >> • Dewan Hakim >> • Dewan Juri >> • Wasit >> >> Domba Garut sebagai domba tangkas atau domba laga terbagi atas >> kelas-kelas, yaitu : >> >> • Kelompok kelas A dengan berat badan 60 – 80 kg ; >> • Kelompok kelas B dengan berat badan 40 – 59 kg ; >> • Kelompok kelas C dengan berat badan 25 – 39 kg. >> >> Demikian pula pukulan-pukulannya dibatasi menurut pembagian kelas >> masing-masing, umpamanya kelas A >> sebanyak 25 pukulan, kelas B sebanyak 20 pukulan dan kelas C sebanyak >> 15 pukulan. Selain dari pada pembagian >> kelas tersebut, ada pula pembagian khusus yang disebut kelas pasangan, >> kelas pasangan dikhususkan domba yang >> mempunyai criteria kesamaan warna bulu, tinggi, berat badan, >> keserasian tanduk, keserasian gaya pukulan dan >> keserasian lainnya. Untuk kelas ini jumlah pukulannya ditentukan 20 – >> 25 pukulan. Dasar penilaian dalam >> pertandingan inilai dari pukulan, gaya bertanding, ketangkasan dalam >> bertanding, keindahan fisik, kelincahan dan >> stamina. >> >> Untuk keturunan yang bagus, anak domba jantan umur satu minggu sudah >> kelihatan bakal tanduknya, seiring >> dengan bertambahnya umur domba bertambah besar pula tanduknya. Pada >> saat pertumbuhan, tanduk itu tidak >> keluar langsung dan indah. Untuk menjadikan seperti yang diharapkan >> memerlukan suatu ketelatenan dan >> kemahiran dalam merawat tanduk. Beberapa pengalaman para peternak >> dalam merawat tanduk domba diantaranya >> sebagai berikut : >> >> a. Agar tanduk berwarna hityam mengkilap, biasanya digosok dengan kemiri ; >> b. Untuk membentuk tanduk yang simetris, dipanaskan dahulu kemudian >> diurut sambil dibentuk ; >> c. Untuk melatih kekuatan, keindahan tanduk diberi latihan beradu 1 >> (satu) minggu sekali ; >> d. Rambut / bulu di sekitar tanduk dibersihkan ; >> e. Pencukuran bulu dilakukan secara rutin serta dibentuk tampak kelihatan >> gagah. >> >> Pendekatan yang ditempuh adalah bagaimana memberikan pengertian kepada >> para peternak terutama >> dikeluarkannya kebijakan pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten >> Garut agar keberadaan dan kelestarian >> seni ketangkasan Domba Garut memiliki nilai budaya yang dapat diakui >> oleh segenap masyarakat, bahwa seni >> ketangkasan ini bukan “NGADUKEUN DOMBA” tetapi seni yang dimilki oleh >> ternak domba yang harus >> dimodifikasi dan citra adu domba dengan sendirinya harus hilang dalam >> pandangan masyarakat luas. >> >> Sejalan dengan pemahaman di atas bahwa yang harus dilakukan sebagai >> unsure seni adalah mengubah suasana adu >> domba yang tidak jelas keberadaannya dihimpun dalam wadah atau tatanan >> atauran dalam meningkatkan nilai >> tambah sebagai prestasi domba dan peternaknya. Hal tersebut perlu >> dilakukan sosialisasi pemahaman terhadap seni >> ketangkasan yang mencerminkan nilai-nilai budaya dan prestasi sehingga >> seni ketangkasan Domba Garut >> merupakan komoditi yang dapat dijual unsure seninya. >> >> OLeh karena itu diperlukan peranan pemerintah serta kumpulan peternak >> yang dihimpun dlam organisasi HPDKI >> dalam meningkatkan keberadaan Domba Garut agar mampu berkiprah dalam >> meningkatkan pendapatan peternak >> sehingga peternak domba lebih maju, efisien dan tangguh untuk menambah >> devisa daerah. >> >> SPESIFIKASI TERNAK DOMBA GARUT >> >> Menurut para pkar domba seperti Prof. Didi Atmadilaga dan Prof. Asikin >> Natasasmita, bahwa Domba Garut >> merupakan hasil persilangan antara domba local. Domba Ekor Gemuk dan >> Domba Merino yang dibentuk kira-kira >> pada pertengahan abd ke 19 (±1854) yang dirintis oleh Adipati >> Limbangan Garut, sekitar 70 tahun kemudian yaitu >> tahun 1926 Domba Garut telah menunjukan suatu keseragaman. Bentuk >> tubuh Domba Garut hampir sama dengan >> domba lokal dan bentuk tanduk yang besr melingkar diturunkan dari >> Domba Merino, tetapi Domba Merino tidak >> memiliki “insting” beradu. >> >> Berat badan domba dapat mencapai 40 sampai 80 kg. Menurut beberapa >> ahli, bahwa Domba Garut selain memilki >> keistimewaan juga sebagai penghasil daging yang sangat baik dalam >> upaya meningkatkan produksi ternak domba. >> Jenis Domba Garut tergolong jenis domba terbaik, bahkan dalam >> perdagangannya dan paling cocok serta menarik >> perhatian banyak masyarakat, mudah dipelihara oleh petani kecil karena >> relative lebih mudah pemeliharaannya dan >> lebih cepat menghasilkan serta mudah diuangkan. >> >> SEJARAH DOMBA GARUT >> >> Domba Garut sesuai namanya berasal dari Kabupaten Garut tepatnya di >> daerah Limbangan, kemudian berkembang >> dan kini menyebar ke seluruh pelosok Jawa Barat khususnya dan seluruh >> Indonesia umumnya. >> >> Bentuk umum Domba Garut, tubuhnya relatif besar dan berbentuk persegi >> panjang, bulunya panjang dan kasar, >> tanduk domba jantan besar dan kuat serta kekar (ini merupakan modal >> utama dalam seni ketangkasan domba. >> Keistimewaan dengan tanduk yang besar melingkar ke belakang dan >> bervariasi, badan padat, agresivitasnya tinggi >> sehingga memilki temperamen yang dindah dan unik. >> >> Ciri khas Domba Garut yaitu pangkal ekornya kelihatan agak lebar >> dengan ujung runcing dan pendek, dahi sedikit >> lebar, kepala pendek dan profil sedikit cembung, mata kecil, tanduk >> besar dan melingkar ke belakang. Sedangkan >> betina tidak bertanduk, telinga bervariasi dari yang pendek (ngadaun >> hiris) sampai yang panjang dan memiliki >> warna bulu yang beraneka ragam. Domba Garut banyak dijumpai memiliki >> daun telinga rumpung, sedangkan yang >> memiliki daun telinga panjang dikenal dengan domba “BONGKOR” >> >> Untuk mendapat Domba Garut yang baik harus dimulai dari betina yang >> kualitasnya sangat bagus, pejantan dari >> keturunan Domba Garut memiliki performa yang baik pula. Para tokoh >> domba memelihara Domba Garut memiliki >> karakter yang berbeda dalam merawatnya mulai dari anakan sampai dewasa >> (siap tanding). >> >> Anak Domba Garut yang dipilih untuk dijadikan domba tangkas harus >> diberikan latihan beradu dan berlaga di >> lapangan, tanpa diberi pelatihan Domba Garut tersebut tidak akan >> memiliki unsure seni di lapangan, sehingga tidak >> indah dipandang ketika berlaga, yaitu mengenai langkah mundur dan >> langkah maju atu dengan kata lin >> “Tembragan” atau tubrukannya tidak baik. >> >> Sampai sekarang Domba Garut tetap memiliki unsure seni yang digemari >> dan merupakn ternak kebanggaan >> masyarakat Jawa Barat. >> >> Domba Garut sebagai domba kesayangan, setiap hari minggu selalu >> diadakan kontes atu pemidangan di setiap >> daerh di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut, event ketangkasan >> Domba Garut digelar dalam hari besar >> nasional, hari ulang tahun seperti hari jadi Garut, HUT TNI, HUT >> Kemerdekaan RI. >> >> Kekeluargaan para penggemar Domba Garut khususnya di Jawa Barat diikat >> dengan organisasi profesi, yaitu >> HPDKI, sehingga setiap kali digelar mereka dengan mudah untuk melaukan >> pertemuan di lapangan atu tempat >> pemidangan yang khusus dibuat sebagai event Kontes Ternak Domba Garut >> berlaga. >> >> ISTILAH KHUSUS DOMBA GARUT >> >> Adeg-adeg : Kesesuaian postur tubuh mulai dari badan sampai kaki atau >> bentuk umum performa fisik yang >> dinilai dari fostur (kekokohan badan, leher dn kepala), jingjingan >> (bentuk, ukuran dan >> letak tanduk), ules (bentuk di raut muka). >> >> Baracak : Kombinasi warna kulit domba dengan dominasi hitam atau >> abu-abu dan bercak-bercak kecil putih >> Yang tidak teratur pada sekujur atau sebagian tubuhnya. >> >> Baralak : Jenis bulu domba yang mirip dengan bercak yang ukurannya lebih >> besar. >> >> CATUR BANGGA DOMBA GARUT >> >> 1. Ules Beungeut : Kasep, ngamenak dan ngaules >> 2. Mata : Kupa >> 3. Telinga : Rumpung, rumpung sapotong, ngadaun hiris dan ngadaun nangka >> saeutik >> 4. Tanduk : Nagbendo, golong tambang, setengah gayor, gayor, leang-leang >> sogong >> 5. Kualitas Tanduk : Poslen, waja, beusi, gebog >> 6. Warna Bulu : Sambung, riben sebak, belang sapi, macan, jog-jog, >> laken, baracak, monyet, kunyuk, >> Lunglum, perak, bodas apu, jogja dan riben mencenges >> 7. Ekor : Ngabuntut beurit, ngabuntut bagong dan ngadaun waru >> 8. Kanjut/ Scrotum : Laer, ngarandu dan ngajantung >> 9. Kaki : Mancuh, kuda, regang waru, meureup ucing. >> > > > > >

