tong boroning kitu......
perjalanan sajam oge ka ka temoat TPS, kuring mah hoream....
eta kudu make kartu kelaurga sagalarupa, he...he....
kemungkinan besar kuring mah tetep GOLPUT....

************----*************
Asal connect ke internet anda dapat penghasilan, aktifkan browser selama
connect, anda mendapat penghasilan tiap 1 jam = $0,45 atau Rp4.500
Klik link ini dan regristrasi, penghasilan diterima via check (tulis alamat
lengkap) atau paypal: http://www.surfjunky.com/?r=inawan
----------------------------------------------------------------
::ri_1::
Hompage : http://inawan.blogspot.com
                http://inawan.multiply.com
Mobile     : +62-818-109410
www.urang-sunda.or.id.
su.wikipedia.org
[email protected]
[email protected]
urangtasik.multiply.com


2009/7/7 dede solehudin <[email protected]>

>
>
> ari cek kurng mah teu pati signifikan akibatna teh...
> da tetep we kudu balik ka kampung, teu bisa milih di tempat tinggal ayeuna.
> pan lolobana jelema teh  (khususna nu di kota) ari kudu balikmah da
> jiganateh horeameun.
> perena sapoe, tapi perjalanan 8 jam. bayangkeun kuring ti semarang, balik
> rek ngadon milih wungkul.
> dijalan 9 jam naek beus ongkos 60 rebu. high cost democracy meureun.
> padahalmah..."DENGAN MODAL KTP BISA MILIH DIMANAPUN" kuduna!
>
>
>
>
>
> Pada tanggal 07/07/09, mj <[email protected]> menulis:
>>
>>
>>
>>  Ti Kompas.com
>>
>>
>>
>> Panduan Mencontreng dengan KTP dan Paspor
>>
>> <http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/07/0854595p.jpg>
>>
>> /<http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/07/08351016/Panduan.Mencontreng.dengan.KTP.dan.Paspor>
>>
>>
>>
>> Selasa, 7 Juli 2009 | 08:35 WIB
>>
>> *JAKARTA**, KOMPAS.com —* Mahkamah Konstitusi memutuskan kartu tanda
>> penduduk dan paspor dapat digunakan untuk memilih pada pemilihan umum
>> presiden, Rabu 8 Juli 2009. Penggunaan KTP dilakukan untuk pemilihan di
>> dalam negeri, sedangkan paspor untuk pemilihan di luar negeri.
>>
>> Keputusan ini dibacakan dalam persidangan Senin (6/7). MK mengabulkan
>> permohonan Refly Harun dan Maheswara Prabandono, dua warga negara yang
>> kehilangan hak pilih pada pemilu legislatif lalu karena namanya tidak
>> tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT).
>>
>> Bagaimana teknis penggunaan KTP dan paspor untuk mencontreng. Berikut
>> panduan yang disarikan berdasarkan putusan MK tersebut.
>>
>> 1. Pemilih dengan KTP hanya akan dilayani jika membawa kartu keluarga atau
>> data sejenis.
>>
>> 2. Pelaksanaan hak pilih dengan KTP hanya dapat dilakukan di tempat
>> pemungutan suara (TPS) yang berada di RT/RW sesuai alamat KTP.
>>
>> 3. Pemilih dengan KTP harus mendaftarkan diri kepada petugas.
>>
>> 4. Pelaksanaan hak pilih dengan KTP hanya akan dilayani pada satu jam
>> sebelum penutupan TPS yaitu antara pukul 12.00-13.00.
>>
>> 5. Pemilih dengan KTP menggunakan surat suara sisa dari pemilih yang tidak
>> menggunakan suaranya dan surat suara cadangan.
>>
>> 6. Jika surat suara sesuai DPT dan cadangan habis, para pemilih dengan KTP
>> dapat dialihkan ke TPS terdekat.
>>
>> 7. Jika tetap kekurangan surat suara, petugas Kelompok Penyelenggara
>> Pemungutan Suara (KPPS) bisa mendapatkan surat suara dari TPS lain dalam
>> satu desa atau kelurahan.
>>
>> 8. Proses pengalihan surat suara harus menggunakan berita acara penyerahan
>> dan penerimaan dengan format yang dibuat sendiri oleh petugas KPPS.
>>
>> 9. Pemilih dengan paspor harus mendapat persetujuan dari panitia pemilihan
>> setempat atau panitia pemilihan luar negeri.
>>
>>
>>
>>
>  
>

Kirim email ke