--- On Mon, 7/20/09, asian Trainer <[email protected]> wrote:

From: asian Trainer <[email protected]>
Subject: <trainersclub> Gerhana Matahari Total 22 Juli 2009
To: [email protected], [email protected], 
[email protected]
Date: Monday, July 20, 2009, 4:52 AM






 




    
                  

Oleh; 

DR. Rinto Anugraha (Dosen Fisika FMIPA UGM Yogyakarta)
Referensi: # Jean Meeus, Elements of Solar Eclipses 1951-2200, Willmann-Bell, 
Virginia, 1989. # Jean Meeus, Astronomical Algorithm, Willmann-Bell, Virginia, 
1991. # Fred Espenak and J. Anderson, Total Solar Eclipse of 2009 July 22, NASA.
 
 
Salah satu fenomena alam yang sangat menarik untuk diamati adalah peristiwa 
gerhana bulan (moon eclipse) dan gerhana matahari (solar eclipse). Terjadinya 
gerhana adalah sebagai bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang meletakkan 
matahari dan bulan pada garis edarnya dan bergerak dengan perhitungan yang 
dapat dipelajari oleh manusia. Allah SWT berfirman, "Dan Dia telah menundukkan 
(pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); 
dan telah menundukkan bagimu malam dan siang." (Ibrahim:33) . 

 
Salah satu fenomena alam yang sangat menarik untuk diamati adalah peristiwa 
gerhana bulan (moon eclipse) dan gerhana matahari (solar eclipse). Terjadinya 
gerhana adalah sebagai bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang meletakkan 
matahari dan bulan pada garis edarnya dan bergerak dengan perhitungan yang 
dapat dipelajari oleh manusia. Allah SWT berfirman, "Dan Dia telah menundukkan 
(pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); 
dan telah menundukkan bagimu malam dan siang." (Ibrahim:33) .
 
Allah SWT juga berfirman, "Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan 
malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis 
edarnya." (Yasin:40)
Pada hari Rabu, 22 Juli 2009, Insya Allah akan terjadi gerhana matahari total 
(total solar eclipse). Gerhana matahari terjadi ketika matahari-bulan- bumi 
terletak pada satu garis lurus. Karena itu, gerhana matahari selalu terjadi 
saat bulan baru (new moon), meskipun tidak setiap bulan baru akan terjadi 
gerhana matahari. Gerhana matahari bersifat total jika ada permukaan bumi yang 
terkena bayangan umbra bulan..
 
Pada tulisan ini, penulis tidak akan banyak menjelaskan secara detail tentang 
gerhana matahari total tersebut. Pembaca dapat membaca banyak referensi di buku 
sains, artikel maupun internet. Dalam tulisan ini, penulis hanya ingin 
menjelaskan, bagaimana cara menentukan daerah manakah yang merasakan gerhana 
total, berapakah koordinat (bujur, lintang geografis) yang bisa menyaksikan 
gerhana total tersebut, kapankah gerhana total terjadi di tempat itu, berapakah 
lebar daerah di tempat tersebut yang merasakan gerhana total, berapakah 
ketinggian (altitude) dan azimuth matahari saat itu dan lain-lain. Untuk dapat 
menentukan semua pertanyaan di atas, ada satu kata kunci yaitu angka-angka atau 
elemen Bessel (Besselian elements). 
 
Dengan mengetahui angka-angka Bessel pada suatu gerhana matahari, maka kita 
akan dapat mengetahui detail keadaan gerhana di bumi dari awal hingga akhir.
 
Sebenarnya, pembaca dapat merujuk pada prediksi dan perhitungan gerhana 
matahari 22 Juli 2009 yang dirilis oleh NASA dengan alamat
http://eclipse. gsfc.nasa. gov/SEmono/ TSE2009/TSE2009. html
 
NASA juga mengeluarkan semacam technical publication (TP) untuk gerhana 
matahari ini yang dapat diunduh di
 
http://eclipse. gsfc.nasa. gov/SEpubs/ 20090722/ TP214169a. pdf
 
Berikut ini ringkasan prediksi/perhitunga n gerhana yang dikeluarkan oleh Fred 
Espenak, astronom NASA yang dijuluki Mr. Eclipse. Lintasan bayangan umbra bulan 
berawal di India dan bergerak melewati Nepal, Bangladesh, Bhutan, Myanmar dan 
China. Setelah meninggalkan daratan Asia, lintasan tersebut melewati kepulauan 
Okinawa (Jepang selatan). Lintasannya lalu membelok ke arah tenggara menuju 
samudera Pasifik.
 
Sementara itu lintasan bayangan penumbra bulan dapat diamati di sebagian besar 
Asia (Tengah, Selatan, Timur, Tenggara) dan Samudera Pasifik. Khusus untuk 
Indonesia, daerah yang dapat mengamati gerhana parsial adalah sebagian 
Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi terutama daerah Utara, serta seluruh Papua.
 
Lebih detail, lintasan gerhana matahari total pada tanggal 22 Juli 2009 
terdapat pada Gambar 1.

 



Gambar 1. Lintasan Gerhana Matahari 22 Juli 2009. Dikutip dari NASA.
Hasil perhitungan menurut NASA (Fred Espenak) adalah sebagai berikut (lihat 
tabel 4 pada technical publication NASA halaman 27). Agar tidak terlampau 
banyak hasil yang ditampilkan, disini hanya disajikan hasil dalam rentang 30 
menit.

Permulaan gerhana pukul 0:52:54 UT, lintang 20:21:42 N, bujur 70:31:6 E, 
altitude matahari 0 derajat, azimuth matahari 68,3 derajat, lebar lintasan 
205,5 km, durasi gerhana total 3 menit 9 detik. 
Pukul 1 UT, 27:5:54 N, 91:2:6 E, 21,5 derajat, 77,5 derajat, 225 km, 4 menit 6 
detik. 
Pukul 1:30 UT, 30:49 N, 116:16:6 E, 50,2 derajat, 94,9 derajat, 245 km, 5 menit 
36 detik. 
Pukul 2 UT, 29:9:42 N, 131:5:54 E, 69,4 derajat, 110,9 derajat, 255 km, 6 menit 
24 detik. 
Pukul 2:30 UT, 25:7:24 N, 142:20:24 E, 84,9 derajat, 161 derajat, 258 km, 6 
menit 39 detik. 
Pukul 3 UT, 19:20:24 N, 151:58:54 E, 75,5 derajat, 276,3 derajat, 258 km, 6 
menit 24 detik. 
Pukul 3:30 UT, 11:46:24 N, 161:46:12 E, 57,5 derajat, 289,4 derajat, 255 km, 5 
menit 44 detik. 
Pukul 4 UT, 1:15:24 N, 175:23:6 E, 34,2 derajat, 293,8 derajat, 241 km, 4 menit 
37 detik. 
Akhir gerhana total pukul 4:17:48 UT, 12:54:42 S, 157:41:18 W, 0 derajat, 290,8 
derajat, 205 km, 3 menit 9 detik.
Setelah dijelaskan hasil perhitungan NASA di atas, selanjutnya penulis ingin 
menyampaikan bagaimana cara menghitung seperti halnya perhitungan NASA di atas. 
Cara menghitung dimanakah koordinat di bumi yang terkena gerhana matahari total 
memang lumayan panjang, tetapi tidak sulit karena hanya perhitungan matematik 
biasa.
 
Terlebih dahulu harus diketahui angka-angka Bessel (Besselian elements) untuk 
gerhana tersebut. Angka-angka Bessel tersebut berasal dari perpaduan algoritma 
VSOP87 (matahari) dan ELP2000-82 (bulan). Angka-angka tersebut dapat dilihat di 
buku Elements of Solar Eclipses 1951-2200 karya Jean Meeus, maupun Report yang 
dikeluarkan oleh NASA untuk gerhana matahari 22 Juli 2009. Angka-angka Bessel 
untuk setiap gerhana matahari berbeda-beda. 
 
Angka Bessel ini digunakan untuk menentukan tempat (bujur, lintang) di bumi 
yang terkena garis umbra, lebar garis umbra, lama maksimum gerhana di tersebut, 
ketinggian (alitude) matahari dan azimuth yang diamati dari tempat tersebut dan 
lain-lain.
 
Disini penulis mengambil angka Bessel yang berasal dari buku karya Jean Meeus 
tersebut. Angka-angka Bessel tersebut untuk gerhana matahari 22 Juli 2009 
adalah sebagai berikut:

Waktu referensi (T0) = pukul 3 TD. 
X0 = 0,239953. X1 = 0,5563954. X2 = -0,0000576. X3 = -0,00000943. 
Y0 = -0,003456. Y1 = -0,1774579. Y2 = -0,0001344. Y3 = 0,00000318. 
d0 = 20,26424. d1 = -0,007874. d2 = -0,000005. 
M0 = 223,38822. M1 = 15,001002. 
L10 = 0,53042. L11 = 0,0000063. L12 = -0,0000128. 
L20 = -0,015626. L21 = 0,0000063. L22 = -0,0000127. 
tan f1 = 0,0046014. tan f2 = 0,0045784.
Perlu diingat, angka Bessel di atas hanya untuk gerhana matahari 22 Juli 2009. 
Untuk gerhana matahari pada waktu yang lain, angka Besselnya tentu saja 
berbeda. Selanjutnya, metode untuk menentukan daerah yang mengalami gerhana 
matahari total pada tanggal 22 Juli 2009 adalah sebagai berikut.
 
Misalnya kita ingin mengetahui dimanakah tempat yang mengalami gerhana total 
pada pukul 2:35:19 UT. Kita ubah waktu UT (Universal Time atau GMT) tersebut 
menjadi TD (Dynamical Time), yaitu TD = UT + Delta_T. Untuk tahun 2009, Delta_T 
= 66 detik, sehingga 2:35:19 UT + 66 detik sama dengan pukul 2:36:25 TD = pukul 
2,60694444 TD. Karena waktu referensi untuk gerhana ini adalah T0 = 3 TD, maka 
t = TD - T0 = 2,60694444 - 3 = -0,39305556. Akhirnya dapat dihitung rumus-rumus 
sekaligus beserta hasilnya sebagai berikut.

X = X0 + X1*t + X2*t*t + X3*t*t*t = 0,021250371. 
Y = Y0 + Y1*t + Y2*t*t + Y3*t*t*t = 0,066273857. 
d = d0 + d1*t + d2*t*t = 20,26733415 derajat. 
M = M0 + M1*t = 217,4919928 derajat. 
L2 = L20 + L21*t + L22*t*t = -0,015630438. 
X' = X1 + 2X2*t + 3*X3*t*t = 0,556436309. 
Y' = Y1 + 2Y2*t + 3*Y3*t*t = -0,177350773. 
w = 1/SQRT(1 - 0,006694385* COS(d)*COS( d)) = 1,00295863. 
p = M1/57,2957795 = 0,261816876. 
b = Y' - p*X*SIN(d) = -0,179278045. 
c = X' + p*Y*SIN(d) = 0,562446924. 
y1 = w*Y = 0,066469936. 
b1 = w*SIN(d) = 0,347425752. 
b2 = 0,99664719*w* SIN(d) = 0,937707499. 
B = SQRT(1 - X*X - y1*y1) = 0,997562113.
Untuk menentukan koordinat yang terkena bayang-bayang umbra bulan, maka nilai B 
harus positif. Jika B negatif, maka tidak ada koordinat yang terkena garis 
umbra/garis sentral pada waktu tersebut.

H = ATAN(X/(B*b2 - y1*b1)) = 1,334318687 derajat. 
fai1 = ASIN(B*b1 + y1*b2) = 24,13626333 derajat. 
TAN(Lintang) = 1,00336409*TAN( fai1) = 0,449588777. 
Lintang = 24,20814868 = 24:12:29 derajat. 
Bujur = H + 0,00417807*Delta_ T - M = -215,8819215 derajat = 144,1180785 
derajat = 144:7:5 derajat.
Dalam rumus di atas, Delta_T dinyatakan dalam detik. Bujur harus dalam rentang 
-180 derajat hingga 180 derajat. Jika bujur lebih kecil dari -180 derajat, 
tambahkan dengan 360 derajat. Jika lebih besar dari 180 derajat, kurangkan 
dengan 360 derajat. Bujur negatif menunjukkan sebelah barat Greenwich. Bujur 
positif berarti sebelah timur Greenwich.

L2' = L2 - B*tan f2 = -0,020197677. 
a = c - p*B*COS(d) = 0,317438788. 
n = SQRT(a*a + b*b) = 0,364565497. 
Durasi = 7200*ABS(L2' )/n = 398,89 detik = 6 menit 39 detik.
Jenis gerhana matahari ini dapat dilihat dari nilai L2'. Jika L2' negatif maka 
gerhana total. Jika L2' positif maka gerhana cincin. Karena L2' negatif, maka 
gerhana matahari ini adalah gerhana total. Untuk mengetahui posisi matahari 
(altitude) saat itu, maka digunakan rumus

SIN(Altitude) = SIN(d)*SIN(Lintang) + COS(d)*COS(Lintang) *COS(H) = 
0,997403573. 
Altitude = 85,87028886 derajat = 85:52:13 derajat.
Dengan menggunakan rumus transformasi koordinat dari ekuator ke horison, 
azimuth matahari juga dapat dihitung = 197,6579012 derajat = 197:39:28 derajat.

K = SQRT(B^2 + ((X*a + Y*b)/n)^2) = 0997661577. 
Lebar lintasan (path width) = 12756*ABS(L2' )/K = 258 km. 
L1' = L10 + L11*t + L12*t*t - B*tan f1 = 0,525825364. 
Sudut radius bulan /sudut radius matahari = (L1' - L2')/(L1' + L2') = 
1,079891498.
Karena perbandingan sudut radius bulan dengan matahari lebih besar dari satu, 
maka dalam gerhana ini sudut radius bulan lebih besar daripada sudut radius 
matahari, sehingga sifat gerhana adalah total.
 
Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa pada pukul 2:35:19 UT, daerah yang 
terkena gerhana total memiliki koordinat lintang 24:12:29 derajat, bujur 
144:7:5 derajat, altitude matahari 85:52:13 derajat, azimuth matahari = 
197:39:28 derajat, lebar lintasan gerhana total 258 km, lama gerhana total di 
tempat tersebut 6 menit 39 detik.
 
Rumus-rumus di atas sudah penulis susun dalam file MS Excel yang dapat diunduh 
di
http://www.4shared. com/file/ 119020611/ 8afddf1b/ gerhana-matahari -total-22- 
juli-2009. html
Dengan menggunakan file tersebut untuk menentukan koordinat yang terkena 
gerhana total, maka hasilnya disajikan di bawah ini.

Permulaan gerhana terjadi pada pukul 0:52:51,03 UT, koordinat yang mengalami 
gerhana total terletak pada lintang 20:21:57 N dan bujur 70:33:42 E, altitude 
matahari 0,04 derajat, azimuth matahari 68,3 derajat, lebar lintasan gerhana 
total di koordinat tersebut 205 km, lama gerhana total di tempat tersebut 3 
menit 9 detik. 
Pukul 1 UT, 27:5:28 N, 91:2:46 E, 21,47 derajat, 77,46 derajat, 225 km, 4 menit 
6 detik. 
Pukul 1:30 UT, 30:48:24 N, 116:16:23 E, 50,20 derajat, 94,89 derajat, 245 km, 5 
menit 37 detik. 
Pukul 2 UT, 29:09:04 N, 131:05:59 E, 69,40 derajat, 110,88 derajat, 254 km, 6 
menit 25 detik. 
Pukul 2:30 UT, 25:06:45 N, 142:20:19 E, 84,89 derajat, 160,98 derajat, 258 km, 
6 menit 40 detik. 
Pukul 3 UT, 19:19:46 N, 151:58:46 E, 75,52 derajat, 276,29 derajat, 258 km, 6 
menit 24 detik. 
Pukul 3:30 UT, 11:45:45 N, 161:46:04 E, 57,55 derajat, 289,37 derajat, 254 km, 
5 menit 44 detik. 
Pukul 4 UT, 1:14:46 N, 175:23:00 E, 34,18 derajat, 293,82 derajat, 241 km, 4 
menit 37 detik. 
Akhir gerhana pukul 4:17:47 UT, 12:52:02 S, 157:50:11 W, 0,15 derajat, 290,84 
derajat, 205 km, 3 menit 9 detik.
Dengan membandingkan antara kedua perhitungan di atas, nampak bahwa perhitungan 
yang penulis susun dalam file Excel di atas berdasarkan algoritma Meeus 
memberikan hasil yang praktis sama dengan hasil perhitungan NASA..Perbedaan 
posisi koordinat antara kedua perhitungan rata-rata kurang dari satu menit 
busur. Ketinggian dan azimuth matahari dapat dikatakan persis sama, demikian 
pula lama waktu (durasi) tempat tersebut merasakan gerhana total.. 
 
Adapun perbedaan lebar lintasan umbra hanya berkisar 1 km saja. Dengan 
demikian, pembaca dapat menggunakan file Excel di atas untuk memperoleh 
gambaran daerah yang merasakan gerhana total.
 



      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke