Rel KA Nonaktif di Jabar Bakal Dihidupkan Kembali
Banjar-Cijulang Sudah Studi Kelayakan Tahun 2006

BANDUNG, (PR).-
Pemerintah berencana mengaktifkan kembali lintasan kereta api (KA)
potensial yang lama tidak digunakan di Jawa Barat. Selain itu, juga
dilakukan pengembangan KA perkotaan. Demikian disampaikan Deputi
Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi Supriyatna saat bertemu dengan
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Jumat (31/7), di Bandung.

Menurut Dedi, program revitalisasi dan reaktivasi jalur KA di Jabar
meliputi Sukabumi-Cianjur-Padalarang, Cirebon-Kadipaten-Tanjungsari,
Bandung-Soreang-Ciwidey, Banjar-Cijulang, dan
Rancaekek-Tanjungsari-Kertajati. Khusus jalur
Sukabumi-Cianjur-Padalarang memasuki tahap konstruksi tahun 2009-2010.

Sementara itu, pembangunan jalur KA Cirebon-Kadipaten-Tanjungsari akan
memasuki tahap studi kelayakan tahun 2009 ini. Untuk jalur
Bandung-Soreang-Ciwidey akan dilakukan penyusunan detail engineering
design (DED) tahun 2010. Demikian pula jalur
Rancaekek-Tanjungsari-Kertajati setelah usai studi kelayakan tahun
2008 memasuki tahap pradesain tahun 2009 ini. Kemudian, untuk jalur
Banjar-Cijulang sudah dilakukan studi kelayakan tahun 2006.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyambut baik rencana pengembangan dan
pembangunan lintas KA di Jabar tersebut. Menurut dia, saat ini Jabar
membutuhkan sarana transportasi yang memiliki kemampuan menghubungkan
satu daerah ke daerah lain secara massal dan murah. Sarana KA
merupakan solusi atas masalah itu.

"Untuk menggerakkan perekonomian tentu dibutuhkan sarana transportasi
dalam upaya melancarkan arus barang dan manusia. Sarana angkutan
kereta api merupakan pilihan tepat. Apalagi, di Jabar sudah ada
sejumlah jalur kereta api yang siap direvitalisasi dan direaktivasi.
Kami siap mendukung," kata Heryawan.

Jauh dari ideal

Heryawan menambahkan, meskipun sudah ada sejumlah jalur KA yang
direvitalisasi dan direaktivasi, seperti jalur Sukabumi-Bogor dan
Padalarang-Cibatu, hal itu masih jauh dari ideal. Apalagi, animo
masyarakat dalam menggunakan sarana KA cukup besar.

Kondisi itu, kata Heryawan, menjadi salah satu alasan Pemprov Jabar
mendukung program pemerintah pusat untuk membangun sarana transportasi
KA di Jabar. Adanya jalur KA diharapkan membuka isolasi dan mendorong
pertumbuhan ekonomi di kawasan yang dilintasi.

Berdasarkan data Departemen Perhubungan, panjang jalur KA di Jabar
mencapai 1.135,44 km. Angka itu terdiri atas jalur lintas raya 931,67
km dan jalur lintas cabang 203,77 km. Namun, dari bentang panjang
jalur itu, ada sekitar 285 km yang nonoperasional dan sekitar 300 km
sudah memiliki rel ganda (double track). (A-132)***

Cite: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=90060

2009/7/18 mh <[email protected]>:
> KA Banjar-Senen Dibuka Agustus
>
> BANDUNG, (PR).-
> Agustus mendatang, PT Kereta Api Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung
> akan membuka rute Banjar-Ciamis-Tasikmalaya-Bandung-Pasar Senen.
> Segmen pasar yang dibidik adalah pedagang di daerah agar dapat
> mengoptimalkan usahanya.
>

Kirim email ke