--- In [email protected], mh <khs...@...> wrote:
>
> Baasyir, "Pemboman Itu Rekayasa CIA"
> Sabtu, 01 Agustus 2009 , 21:48:00
> 

Perkara aya KAPENTINGAN ASING, kuring rada percaya, da bom-bom nu tiheula oge, 
teu aya hubunganana jeung  urusan domestik di Indonesia. Para pengebom umumna 
"ngarasa" keur perang jeung Amerika, ngan tempatna we di Indonesia. Ngan 
palebah CIA mah, nya duka teuing, kumaha hasil panalungtikan pulisi wae.

Ceuk Tempo dihandap ieu, aya "urang asing" nu mantuan "ngebom" di bom nu 
kamari. Hanjakal Tempo acan nyebut urang manana.  Nu ngebom bunuh dirina, 
diduga kuat budak Rumaja urang Leuwiliang Bogor. Beja ieu acan dikonfirmasi ku 
pulisi ....

TIGA PENGIRING PENGEBOM MARRIOTT
http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/08/03/headline/krn.20090803.172822.id.html

Remaja pengebom hotel JW Marriott, Jakarta, Jumat tiga pekan lalu, diduga kuat 
dari Leuwiliang, Bogor. Menurut sumber Tempo yang mengenal keluarga anak itu, 
ciri-cirinya persis foto hasil rekonstruksi polisi, dari ujung rambut hingga 
ujung leher.

Tempo juga mendapat informasi bahwa kamera hotel merekam pelaku keluar dari 
kamar 1808 diantar tiga orang—dua pribumi, satu asing. Ini klop dengan cerita 
sumber Tempo di JW Lounge yang mengatakan ketiga tamu itu makan dengan bill 
kamar 1808. Inilah rekonstruksi kemungkinan kejadian pengeboman itu.

1. RABU, 15 JULI 2009 Nurdin Aziz check-in di kamar 1808 pukul 15.01 WIB.

2. SAMPAI KAMIS MALAM JW Lounge menerima tiga pria yang menuliskan lima bill 
pembayaran atas nama kamar 1808. Sumber Tempo itu mengatakan tak satu pun wajah 
dari ketiga pria tersebut mirip wajah pengebom Marriott atau Ritz-Carlton 
keesokan paginya.

3. JUMAT PAGI, 15 MENIT SEBELUM BOM MELEDAK Pelaku dan tiga pria yang 
teridentifikasi di JW Lounge keluar dari kamar lalu masuk lift. Pelaku menyeret 
travel bag beroda dan menggendong ransel di dadanya. Kedua tas itu berisi bom 
yang akan diledakkan dan diduga sudah diaktifkan— tinggal pencet.

Pria 1. Pribumi Menurut sumber Tempo, salah satu pria pribumi berkali-kali 
mengajak bicara soal layout ruangan Marriott dan informasi tentang kegiatan 
meeting di hotel itu..

Pria 2. Pribumi

Pria 3. Asing Saat bertamu, pria asing ini hanya memakai bahasa ibunya. Sumber 
Tempo menyebutkan ciri ras dan bahasanya, tapi Tempo belum bisa mendapatkan 
konfirmasinya dari polisi.

4. Pelaku keluar dari lift sendirian.

5. Nurdin menuju JW Lounge yang ramai oleh tamu yang sarapan. Saat itu di sana 
sedang digelar pertemuan dwimingguan para eksekutif yang digagas Castle Group, 
perusahaan konsultan yang didirikan James Castle. Pertemuan berlangsung dari 
pukul 07.00 hingga 08.30 WIB.

6. PUKUL 07.50. BUM!

7. Dari CCTV diketahui, ketiga pengiring pelaku kemudian terlihat di basement 
hotel dan keluar dengan mobil.

SANG PENGEBOM
Umur: 16-17 tahun
Tinggi: sekitar 180 sentimeter
Rambut: lurus hitam dipotong pendek
Ukuran sepatu: 42-43


Kirim email ke