Wah, jadi emut sawarsih kapengker. Kuring jeung balad di Pesantren di Bandung 
mengbal seuneu ieu oge. Tapi kuring mah teu dipesek heula tapasna, ngarah 
hurungna lila. Bilih aya nu bade nyobian mangga. 

-Ngala kalapana nu kolot (bade nu tos murag atnapi nghaja ngala)
-Teras dibolongan ku paku meh caina kaluar. 
-Sakedik dicacagan tapasna ti luar meh minyak tanahna engke nyerep. 
-Dikeueum ku minyak tanah, langkung lami ngeueumna, langkung lami hurungna.
-Maca bismillah heula pami bade mengbalna
-Siap-siap bulu bitis seep pami tos rengse maenna
-Tong wantun-wantun nyundul bolana

 Wassalam
Jaelani




________________________________
Dari: mh <[email protected]>
Kepada: Ki Sunda <[email protected]>; Baraya Sunda 
<[email protected]>; Urang Sunda <[email protected]>
Terkirim: Kamis, 6 Agustus, 2009 08:21:16
Judul: [Urang Sunda] Maen Bal SEUNEU?

  
Sepak Bola Api
Tradisi Santri yang Makin Lestari

Sejak Senin (3/8) sore, ratusan, bahkan ribuan orang sudah tak sabar
lagi memadati lapangan sepak bola di Desa Babakan, Kecamatan
Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Mereka penasaran ingin menyaksikan
pertandingan sepak bola langka yang bisa lebih hebat ketimbang Piala
Eropa ataupun Piala Dunia.

Hebat karena si bola bundar tidak terbuat dari kulit yang di dalamnya
berisi angin, tetapi terbuat dari buah kelapa. Tak cukup dengan itu,
saat dimainkan, buah kelapa itu terlebih dulu dilumuri minyak dan
dibakar.

Ya, olah raga itu menjadi tradisi yang berlangsung puluhan tahun,
menjadi salah satu kekhasan dari santri serta keberadaan pesantren Al
Hikamus Salafiah asuhan K.H. Mahtum Hanna, di kecamatan yang
berbatasan dengan Kabupaten Majalengka itu. Sepak bola api, demikian
para santri daerah tersebut menyebutnya. Kegiatan ini merupakan bagian
dari penyelenggaraan tasyakuran imtihan (kenaikan kelas) santri
setempat.

Karena bola dibakar, agar bisa terlihat, olah raga itu dilakukan pada
malam hari. Tradisi sepak bola api di daerah itu dilakukan seusai
salat Magrib atau Isya, sekitar pukul 19.30 WIB ketika para santri
telah terbebas dari kewajiban salat pada hari yang sudah ditentukan.

Seperti halnya sepak bola umumnya, dua kesebelasan berhadapan. Ada
penyerang, gelandang, back dan penjaga gawang. Ada pula hakim garis
dan wasit yang memimpin pertandingan. Teknik bertanding pun sama
dengan sepak bola umumnya, bila bola keluar garis, ada lemparan ke
dalam, juga ada tendangan penalti bila ada pelanggaran di kotak
penalti.

"Para pemain tidak merasa kepanasan saat menendang atau melempar bola
saat keluar garis lapangan. Begitu juga dengan penjaga gawang bila dia
harus menangkap bola," tutur Baequni, M.H., salah satu anggota panitia
penyelenggara.

Yang membedakan dengan sepak bola umumnya, selain bola yang terbakar,
lapangannya lebih sempit, hanya sekitar 30 x 20 meter. Di pinggir
lapangan bola, untuk petunjuk batas lapangan, dipasanglah sejumlah
obor yang terbuat dari bambu atau botol bekas yang diisi minyak serta
gombal supaya bisa terbakar. Tiang gawang juga dipasangi obor supaya
memudahkan pemain saat menggiring bola menyerang kesebelasan lawan.

Bola api disediakan oleh panitia. Kelapa yang kulit luarnya dilepas,
direndam selama sebulan di dalam minyak tanah. Baru dibakar bila
permainan digelar.

Dalam satu pertandingan, biasanya panitia menyediakan sepuluh sampai
lima belas bola api. Ini karena kekuatan bakar buah kelapa yang telah
direndam tidak lebih dari sepuluh menit. Bila api padam, bola pun
diganti dengan yang baru.

**

Pertandingan sepak bola api pada Senin malam kemarin tak kalah seru
dan ramai. Bahkan, ada kejutan yang dilakukan oleh seorang santri.
Sebelum pertandingan dimulai, seorang santri tiba-tiba menyuguhkan
atraksi menyalakan petasan yang dililitkan ke sekujur tubuhnya.
Ratusan petasan yang diikat dalam satu tali menyalak, si santri
memutar-mutar tubuhnya ke tengah lapangan bola dengan tertawa-tawa.
Anehnya, sampai petasan terakhir yang berukuran besar meledak, pakaian
maupun tubuh si santri tidak robek atau tergores sedikit pun.

Tentu saja suasana menjadi bertambah meriah. Penonton makin antusias.
Tak hanya para santri, masyarakat yang menonton juga datang dari
kecamatan sekitar termasuk dari wilayah Majalengka dan Indramayu.

"Setiap tahun, bila ada sepak bola api saya dan keluarga selalu
menyempatkan untuk menonton. Anak-anak sangat senang melihat orang
menendang bola yang sudah seperti gumpalan api," tutur Asep Rahmat
(38), warga Kecamatan Jatiwangi, Majalengka yang sengaja datang ke
Babakan hanya untuk menonton pertandingan sepak bola unik tersebut.

Hal sama diungkapkan Hartini (42) yang datang bersama suami dan dua
anaknya dari Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu. Penonton lain
yang datang dari berbagai daerah, termasuk Bandung, Jakarta, dan
Semarang, biasanya para alumni yang sebelumnya sudah mengetahui jadwal
permainan sepak bola api.

Seperti sudah tradisi, pertandingan hanya diikuti dua kesebelasan.
Masing-masing kesebelasan kelas IIB dan IIA, dan malam itu,
pemenangnya ialah kesebelasan santri kelas IIB. Kesebelasan kelas IIA
harus mengakui kemenangan lawannya dengan skor 8-5.

Sepak bola api merupakan bagian dari tradisi para santri, khususnya
untuk siswa kelas II Madrasah Aliah (MA) Al Hikamus Salafiyah. Meski
tidak mengikat, namun bagi santri lelaki, bila tidak ikut main dalam
pertandingan itu merasa ada yang kurang saat menginjak kelas III.

"Santri merasa kurang sempurna naik ke kelas III kalau belum ikut
pertandingan sepak bola api," tutur Baequni.

Sepak bola api yang merupakan tradisi khas santri Babakan dilaksanakan
tiap imtihan (kenaikan kelas), dari kelas II ke kelas III. Para pemain
semuanya dari siswa kelas II yang baru naik ke kelas III.

Selain itu, tradisi para santri setiap akhir tahun ajaran juga digelar
berbarengan menjelang liburan bulan Ramadan. Tradisi ini sudah
berlangsung ratusan tahun sejak pesantren itu didirikan. Selain sepak
bola api, tasyakuran imtihan juga diisi berbagai kegiatan santri
lainnya, seperti diskusi, bedah buku, pentas kesenian serta kegiatan
keagamaan dan sosial. (Akim Garis/Agung Nugroho/"PR" )***

Cite: http://newspaper. pikiran-rakyat. com/prprint. php?mib=beritade 
tail&id=90833

   


      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

Kirim email ke