Bandara Husein Disiapkan Rp 52 M
Pemkot Bandung, Dephub, dan Bappenas Bertemu Membahas Pelebaran

BANDUNG, (PR).-
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dijadwalkan melakukan pembicaraan
dengan Departemen Perhubungan dan Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional (Bappenas), Rabu (19/8), terkait dengan rencana pelebaran
Bandara Husein Sastranegara Bandung. Saat ini, pemerintah pusat telah
mengalokasikan anggaran Rp 52 miliar untuk projek tersebut.

Demikian diungkapkan Wali Kota Bandung Dada Rosada, seusai upacara HUT
ke-64 Proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Gasibu, Jln. Diponegoro,
Kota Bandung, Senin (17/8). Dada menjelaskan, saat ini Bandara Husein
Sastranegara merupakan bandara terkecil di ibu kota provinsi. Bandara
Husein tidak mampu menampung pesawat berukuran besar sehingga kurang
representatif.

Hanya, Dada tidak mengetahui apakah bandara tersebut akan dibuat
menjadi bandara internasional atau tidak. "Kami belum tahu apakah akan
dijadikan bandara internasional atau tidak," ujarnya.

Dada menambahkan, Pemkot Bandung berupaya agar Bandara Husein mampu
melayani pesawat berbadan besar. Saat ini, bandara di Bandung
merupakan yang terkecil dibandingkan dengan bandara lainnya di ibu
kota provinsi se-Indonesia.

Secara teknis, kata Dada, pelebaran Bandara Husein masih dimungkinkan.
Apalagi, letak bandara tidak terlalu dekat dengan kota. Dengan
demikian, penambahan landasan pacu bisa dilakukan.

"Jarak dengan kota tidak terlalu dekat. Secara teknis, hanya menambah
beberapa ratus meter untuk landasan pacu. Selain itu, direncanakan
dilakukan pemangkasan Gunung Bohong," ujarnya pula.

Memadai

Meskipun ada rencana pemerintah membangun bandara bertaraf
internasional di Kab. Majalengka, Jabar, kata Dada, Kota Bandung harus
tetap memiliki bandara yang representatif. Hal itu disebabkan posisi
Kota Bandung yang merupakan ibu kota provinsi. "Mau tidak mau, harus
mempunyai bandara yang memadai. Apalagi kalau ada sesuatu yang
mendesak," ucapnya.

Berdasarkan catatan "PR", rencana pelebaran Bandara Husein sudah lama
digulirkan. Pemprov Jabar berencana melakukan pengerasan (overlay)
landasan. Pengerasan tersebut meliputi landasan pacu (runway),
taxiway, dan appron. Saat ini, runway Bandara Husein baru sepanjang
2.220 meter. Saat ini, frekuensi penerbangan di Bandara Husein baru
dua belas kali per hari. Jika dilakukan pengerasan landasan, frekuensi
penerbangan akan bertambah hingga dua puluh kali per hari. (A-188)***

Cite: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=92924

Kirim email ke