Deuh, MH ngabela Maling siah euy* sieun diusir nya? punten, heureuy ah* hihi*
Kahartos ari orang utan abu-abu mah (buluna abu2 pan?) da masih keneh sapulo 
Indonesia-Malaysia. Ari Tari Pendet mah kacida teuing atuh* Waktos nembe terang 
mah Tari Pendet diklaim oge, suwer asa ngabebela yeuh* nepsong! ari pek teh, nu 
lepatna Discovery Channel. Nyanggakeun "panyombo" DC tikait (terkait?) kana 
masalah ieu* saenamah dedetkeun tah budaya & parawisata Indonesia, meungpeung 
haratong (haratis)*
 
ro2
basa nuju alit kantos janten penari Pendet 

===============
kenging forward-an 

Terkait Tari Pendet, Discovery nyogok RI dengan iklan yang sama GRATIS!!! 
Dari kasus penayangan gambar Tari Pendet pada bagian iklan televisi untuk 
program siaran delapan episode oleh Discovery Channel terkait promosi 
pariwisata Malaysia, Indonesia ditawari penayangan iklan serupa secara gratis.
Pihak Discovery Channel sudah meminta maaf, sekaligus menawarkan program serupa 
untuk Indonesia secara gratis. Kami masih membicarakannya lebih lanjut perihal 
tawaran itu, kata Direktur Promosi Luar Negeri Depbudpar, I Gde Pitana, 
menjawab pertanyaan  di Sanur, Bali, Senin.
Di sela-sela menjadi pembicara pada kursus lanjutan program wisata konvensi, 
disebutkan bahwa reaksi yang muncul terlalu cepat, tanpa didasari pemahaman 
yang benar mengenai tersiarnya gambar Tari Pendet yang merupakan tarian khas 
Bali itu.
Meski begitu, pihak Discovery Channel mengaku bersalah, karena menyertakan 
gambar Tari Pendet tanpa menempuh prosedur meminta izin secara benar. Karena 
kesalahannya itu, Discovery Channel kemudian menawarkan iklan serupa secara 
gratis, ucapnya.
Selain pihak Discovery Channel, Menteri Pariwisata Malaysia juga sudah 
menelepon Menbudpar Jero Wacik dan menyampaikan permohonan maaf, walaupun pihak 
Malaysia sebenarnya tidak mengklaim secara formal Tari Pendet sebagai karya 
budaya bangsanya.
Menurut Pitana yang biasa bergurau akrab dengan pers di Bali, pihaknya masih 
mempertimbangkan berapa episode program tayangan seni budaya dan pariwisata 
Indonesia yang akan diberikan oleh pihak Discovery Channel.
Ini perlu pertimbangan lebih lanjut. Kita tentu menginginkan tayangan yang 
lebih banyak. Lalau bagaimana dari sisi hukum, apakah lebih baik menerima 
tawaran itu atau cara lain, prosedur hukum misalnya?ucapnya.
Ia berharap reaksi masyarakat Indonesia dalam kasus Tari Pendet itu tidak 
berlebihan, melainkan disampaikan secara benar dengan memahami apa yang 
sebenarnya terjadi.
Dengan demikian diharapkan tidak justru menguras energi secara berlebihan 
tetapi reaksi yang muncul tidak tepat. Kita tentu lebih baik menanggapi secara 
profesional dan mengedepankan intelektualitas. Kita tentu menginginkan yang 
produktif, kata Pitana.
Ia juga mengingatkan bahwa kesediaan Menteri Pariwisata Malaysia menelepon 
Menbudpar Jero Wacik dan menyampaikan permintaan maaf, harus dihargai sebagai 
sikap yang mau jujur dan tidak ingin ada masalah lebih besar.
Dengan memberikan reaksi yang tepat, diharapkan kasus Tari Pendet akan 
memberikan keuntungan dari sisi promosi pariwisata dan budaya Indonesia, 
misalnya dengan menerima tawaran pihak Discovery Channel tersebut, katanya.


>>> [email protected] 09/02/09 08:50AM >>>

Aya nu perlu dijadikeun catetan, perkara silih klaim antara Indonesia-Malaysia.
Katinggalina perkara nu sok jadi rebutan klaim teh, perkara nu sipatna 
'abu-abu', 
jiga masalah perbatasan, seni-budaya, jeung eta nu anyar 'orang utan'. 

Mun noong geografi, Kalimantan bagean luhur (Sabah jeung Sarawak) apan wilayah 
Malaysia. Ieu wilayah teh lemburna orang utan. Salian ti eta, di kawasan Sarawak
daerah Sepilok aya pusat rehabilitasi orang utan. Toong geura didieu:

http://www.sabah.edu.my/srm012.wcdd/BM/menu1.html

Mun teu salah ieu kawasan konservasi teh jadi salah sahiji tujuan wisata di 
lembur
tatanga.

Ninggali kasus jiga kieu, ceuk toongan uing mah pamarentah urang nu kudu leuwih
aktif ngadata khazanah kabeungharan alam jeung budayana.

mh 

Kirim email ke