Ti tatanggi,mugi aya manfaatna...
TERURAI: Saat proses kecambah, kandungan rantai oligosakarida pada kacang
terurai menjadi karbohidrat sederhana pada tauge sehingga semakin mudah diserap
tubuh.
JAKARTA-- Konsumsi kecambah yang berasal dari biji-bijian yaitu tauge yang
panjangnya sekitar 3 cm berwarna putih seringkali disarankan bagi orang ingin
"subur" dan ingin cepat mendapat keturunan. Nyatanya, tauge memiliki banyak
manfaat.
Para ibu biasa memasak menjadi tumis tauge, sedangkan di restoran cina sering
dijumpai menu tauge tumis dengan daging bebek. Kebiasaan orang di Bogor
mengonsumsi makanan khas dari tauge, yaitu tauge goreng.
Menurut penelitian ilmiah yang dilakukan, sayuran tauge dari jenis apa pun
termasuk kacang hijau, kedelai, alfalfa, maupun jenis tauge lainnya, mengandung
banyak sekali senyawa fitokimiawi berkhasiat.
Salah satunya kanavanin (canavanine), jenis asam amino bahan penyusun arginin
yang paling banyak tersimpan dalam tauge alfalfa. Kanavanin, menurut sejumlah
penelitian, mampu melumpuhkan bibit kanker leukimia, usus besar dan pankreas.
Jika dalam kacang kedelai terkandung isoflavon yaitu senyawa fitoestrogen yang
menyerupai hormon estrogen, tauge juga memiliki estrogen alami. Estrogen dalam
tauge secara nyata dapat meningkatkan kepadatan dan susunan tulang, serta
mencegah rapuh tulang (osteoporosis).
Rajin makan taoge membantu wanita terhindar dari kanker payudara, gangguan
menjelang menstruasi (premenstrual syndrome/PMS), keluhan semburat panas (hot
flashes), pramenopause, dan gangguan akibat menopause.
Saat proses menjadi kecambah maka 90 persen rantai olisakarida terurai menjadi
karbohidrat sederhana, sehingga senyawa tersebut mudah sekali diserap tubuh,
tanpa menghasilkan gas. Hal itu dapat membantu Anda yang memiliki maslaah
ketika memakan kacang-kacangan tapi memerlukan gizi yang terdapat pada
kacang-kacangan.
Peneliti dan ahli botani dari Departemen Pertanian AS James Dukes, Ph.D
mengatakan, tauge kedelai kaya senyawa anti kanker lainnya. Kerja genistein
lebih efektif ketika benih kanker sudah mulai bersemi. Pada saat itu genistein
akan bekerja giat mengacaukan pasokan makanan bagi sel-sel kanker, sehingga
akhirnya mati.
Tauge juga membantu pengurasan kotoran dalam usus besar karena mengandung
banyak serat dan air. Dimungkinkan terjadi karena kekuatan ganda tauge dalam
memerangi kanker. Dengan mendorong kotoran segera meninggalkan usus besar, tak
ada lagi zat-zat racun dalam kotoran yang dapat diserap tubuh. Hal itu mencegah
menumpuknya zat racun, yang dapat merangsang berseminya benih kanker.
Penelitian itu membuktikan tauge memiliki banyak manfaat seperti mencegah
osteoporosis, mencegah kanker, melancarkan pencernaan, dan mengurangi gejala
menopause. (berbagai sumber/cr1/ri)
Salam
opiq_benteng
----- Original Message -----
From: mh
To: Ki Sunda ; Baraya Sunda ; Urang Sunda
Sent: Friday, November 06, 2009 10:36 AM
Subject: [Urang Sunda] Atikan - SULSEL Geus Der, JABAR Iraha nya?
Cenah US boga jurus, "Batur Arek, Urang Enggeus."
Cing urang toong Jabar kumaha hojahna.
-mh-
=====
Demi UN, Sulsel Alokasikan Rp 14 Miliar Dana Pengadaan Buku
RADITYA HELABUMI/KOMPAS IMAGES
Ilustrasi: Meskipun siswa SMA belum masuk dalam program pendidikan
gratis di Sulsel, Pemprov tetap memberikan perhatian pada peningkatan
kualitas siswa SMA dengan memberikan anggaran buku bacaan yang
berkaitan dengan kepentingan UN.
Jumat, 6 November 2009 | 10:03 WIB
MAKASSAR, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel)
mengalokasikan sebanyak Rp 14 miliar dana pengadaan buku yang
berkaitan dengan kepentingan Ujian Nasional (UN) untuk siswa SMA di
provinsi tersebut.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Nasional, H Patabai Pabokori di
Makassar, Jumat (6/11), meskipun siswa SMA belum masuk dalam program
pendidikan gratis di Sulsel, Pemprov tetap memberikan perhatian pada
peningkatan kualitas siswa SMA dengan memberikan anggaran buku bacaan
yang berkaitan dengan kepentingan UN.
Sementara menyoal program pendidikan gratis untuk siswa Sekolah Dasar
(SD) dan sederajat, Patabai mengatakan, masing-masing siswa
dianggarkan Rp 48 ribu pertahun, sedangkan masing-masing siswa SMP dan
sederajat sebanyak Rp 191.200 pertahun. Dia bilang, alokasi dana
program pendidikan gratis dengan total Rp 434 miliar pada periode 2009
itu akan bersinergi dan melengkapi dana Bantuan Operasional Sekolah
(BOS) yang disalurkan dari dana APBN.
"Untuk dana BOS, setiap siswa SD dan sekolah sederajat mendapat
alokasi dana sebanyak Rp 400 ribu pertahun, sementara siswa SMP
masing-masing dianggarkan Rp 575 ribu per tahun," katanya.
Khusus untuk alokasi dana program pendidikan gratis di Sulsel, Patabai
menuturkan, sebanyak 40 persen anggaran ditanggung oleh Pemprov Sulsel
dan 60 persen lainnya oleh pemerintah kabupaten/kota. Dengan adanya
nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang sudah
ditandatangani antara Pemprov Sulsel dan 23 pemerintah kabupaten/kota,
rata-rata alokasi anggaran pendidikan dari APBD kabupaten/kota sudah
mencapai 20 persen.
"Padahal sebelum ada program pendidikan gratis itu, pemerintah
kabupaten/kota hanya mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar dua
hingga tiga persen saja dari APBD-nya," ujarnya.
LTF
Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2009/11/06/10031777/Demi.UN..Sulsel.Alokasikan.Rp.14.Miliar.Dana.Pengadaan.Buku.