Mugi2 tehnologi nu ieu mah, memang leres mangpaatna.

Manawi aya nu terang, dimana ngagaleuh mikroba “google” ieu?

Sim kuring hoyong nyobian sakantenan ngabuktoskeun kahebatanna..

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Faisal
Sent: Sunday, November 15, 2009 7:38 PM
To: [email protected]; [email protected]
Subject: Re: [Urang Sunda] Mahasiswa IPB Temukan Mikroba 'Google' Penyubur Tana

 

  

Asa cangcaya keneh kana ayana tehnologi anu harareboh sapertos kieu. Sapertos 
bbm air anu kamari.
Sanes cangcaya kana kamampuan lokal, mung da ku kirangna prestasi ti urang 
teras sakalina aya prestasi mung nu awon tea.
Pami aya prestasi nu leres oge, sok disapirakeun ku pamarentah. Sok we emutan 
sabaraha puluh juara olimpiade fisika remaja di urang, hambur we ditawisan ku 
nagari sapalih.
Mudah2an anu ieu leres2 kajamin tiasa ngaharumkeun nagara urg.amin

[Just call me mang sholeh]

  _____  

From: Aldo Desatura ™ <[email protected]> 

Date: Fri, 30 Oct 2009 16:46:41 +0700

To: <[email protected]>; <[email protected]>

Subject: [Urang Sunda] Mahasiswa IPB Temukan Mikroba 'Google' Penyubur Tana

 

  

Dear,

alah iyeuh.... Pemangfaatan tehnologi tepat guna yeuh... mugi2 we tiasa ngahejo 
keun deui leuweung di nagara urang nu geus gurundul di paok ku batur..... 
susuganan we engke aya hiji penelitian nu tiasa mempersingkat waktu tanam 
contohna.. mung biasana mah tangkal jati butuh puluhan taun tah tiasa di 
singkat janten 2 taun kitu tah.... heuheuhue susuganan we lah insya allah da 
bangsa urang palinter


 


Mahasiswa IPB Temukan Mikroba 'Google' Penyubur Tanah


By Republika Newsroom
Jumat, 30 Oktober 2009 pukul 16:27:00 

Font Size A 
<http://www.republika.co.id/berita/86009/Mahasiswa_IPB_Temukan_Mikroba_Google_Penyubur_Tanah>
  A 
<http://www.republika.co.id/berita/86009/Mahasiswa_IPB_Temukan_Mikroba_Google_Penyubur_Tanah>
  A 
<http://www.republika.co.id/berita/86009/Mahasiswa_IPB_Temukan_Mikroba_Google_Penyubur_Tanah>
  
 Email <http://www.republika.co.id/images/email_icon.jpg> EMAIL 
<http://www.republika.co.id/email/86009>  
 Print <http://www.republika.co.id/images/print_icon.jpg> PRINT 
<http://www.republika.co.id/print/86009>  
Facebook 
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.republika.co.id/berita/86009/Mahasiswa_IPB_Temukan_Mikroba_Google_Penyubur_Tanah>
  
 <http://www.addthis.com/bookmark.php?v=20> Bookmark and Share

 Mahasiswa IPB Temukan Mikroba 'Google' Penyubur Tanah 
<http://www.republika.co.id/images/news/2009/08/20090825184130.jpg> 
BLOGBERITA.NET 

BOGOR--Ali Zum Mashar, seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), 
berhasil menemukan mikroba yang dapat mengembalikan kondisi kesuburan tanah. 
Berkat penemuannya tersebut, Mahasiswa S3 program studi Ekonomi Sumber Daya 
Lingkungan ini memperoleh penghargaan Hak kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 
2009.

Mikroba yang diberi nama BIOP 2000Z ini, kata Ali, mempunyai prinsip kerja yang 
cukup unik. "Mikroba ini dapat mencari dan menemukan potensi tersembunyi yang 
ada di dalam tanah. Jadi kayak google (mesin pencari situs di internet, red) 
gitu," ucapnya kepada wartawan, Kamis malam (29/10).

Dengan memberdayakan mikroba ini, ujar Ali, tanah yang berpasir pun dapat 
disuburkan. "Segala jenis tanah dapat disuburkan kembali. Meskipun tanah itu 
tanah bekas tambang, tanah berpasir, atau tanah gambut," katanya. 

Waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan kondisi tanah-tanah tersebut pun, 
ujar Ali, terbilang cukup singkat. Jika dengan menggunakan metode konvensional, 
sebidang tanah bekas tambang membutuhkan waktu tak kurang 30 tahun untuk subur 
kembali, tak demikian jika menggunakan mikroba 'google' ini. "Untuk tanah bekas 
tambang, hanya butuh 3 tahun untuk mengembalikan kondisi tanah menjadi subur 
kembali," jelasnya.

Hal ini, kata Ali, sudah pernah diujicobakan di daerah Kerengpangi, Kalimantan 
Tengah. Dengan menggunakan 3 liter mikroba untuk tiap hektarnya, Kerengpangi 
yang merupakan tempat penambangan emas dapat disuburkan kembali. Sedangkan 
untuk tanah berpasir, membutuhkan waktu yang lebih singkat. Dengan menggunakan 
mikroba sebanyak 8 liter per hektarnya, untuk mengembalikan kesuburan tanah 
hanya butuh waktu 3 sampai 4 bulan. ''Dengan pemakaian mikroba ini, juga dapat 
menghemat pemakaian pupuk,'' cetus Ali.

Lebih jauh Ali menuturkan, setiap tanah pasti mempunyai keunggulan 
masing-masing. "Pasti ada, tak mungkin tidak," kata dia. Ditambah lagi, kondisi 
iklim tropis di Indonesia. Dengan adanya iklim tropis, semakin menambah potensi 
kesuburan tanah yang ada di Indonesia.

Ali mengatakan, penemuan mikroba 'google' ini terjadi pada tahun 2000 di lahan 
gambut di Kalimantan. Ali yang juga pernah bertransmigrasi ke Kalimantan ini 
mengatakan, mengenai efek samping dari pemakaian mikroba ini, hanya 
meningkatkan kesuburan tanah. ''Tidak ada efek negatif dari pemakaian mikroba 
'google' ini,'' jelasnya.

Tak hanya menyuburkan tanah, ujar Ali, beberapa pengujian telah membuktikan 
terdapat peningkatan produktivitas tanaman pertanian. Alumni S1 pertanian 
Unsoed Purwokerta Jawa Tengah, ini mengatakan mikroba tersebut telah diuji di 
beberapa tanaman, antara lain adalah kedelai dan jagung.

Saat ini, ungkap Ali, mikroba ini telah berhasil merambah pasaran dalam negeri 
dan luar negeri. "Petani di Jawa Timur dan Jawa Tengah telah banyak yang 
menggunakan mikroba ini," katanya. Tak hanya itu, Malaysia dan Australia turut 
mengimpor mikroba 'google'. Saat ini, mikroba 'google' ini dipasarkan oleh PT 
Alam Lestari sebagai fabrikator induk.

Tak membutuhkan lama bagi Ali untuk mematenkan mikroba 'google' miliknya ini. 
Saat ini, mikroba 'google' telah mendapatkan empat lisensi paten dari WIPO, 
sebuah lembaga paten yang berdomisili di Swedia. "Teknologi turunan dari 
mikroba ini juga akan kami patenkan," tegasnya. c13/eye

-- 
Aldo Desatura ® & ©
================
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata





Kirim email ke