Conto Alim Ulama anu teu pisan peranna....

On 12/9/09, Waluya <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Di nagara-nagara Asia Kidul jeung di Timur Tengah aya hiji tradisi nu
> disebut "Honor killing": Maehan keur kahormatan kulawaga. Nu dipaehan
> biasana anggota kulawarga, jeung umumna anak awewe. Lamun budak awewe
> dianggap nyieun kalakuan "ngerakeun", kawajiban keur bapana atawa lanceuk
> lalakina ngahukum budak awewe "bangor" ieu. hukumanana tegas, hukuman pati,
> saperti beja ti Yordania dihandap ieu:
>
> Rabu, 09/12/2009 14:10 WIB
> Ayah Bunuh Putrinya karena Telah Berhubungan Seks Sebelum Menikah
> Rita Uli Hutapea - detikNews
>
> Ilustrasi
> Amman - Seorang ayah sampai hati membunuh putri kandungnya. Pria Yordania
> itu menembak mati anak gadisnya karena menduga dia telah berhubungan seks
> sebelum menikah.
>
> Oleh pengadilan Yordania, pria tersebut dijatuhi hukuman 15 tahun kerja
> paksa. Pria berumur 60-an tahun itu dinyatakan bersalah atas pembunuhan
> putrinya karena telah berhubungan seks dengan suaminya sebelum pernikahan
> mereka pada tahun 2007.
>
> "Pria yang berusia 60-an tahun tersebut tahu bahwa putrinya, 25 tahun,
> terlibat affair dengan seorang pria, dan memutuskan untuk mengizinkan dia
> menikahi pria itu," kata seorang pejabat pengadilan seperti dilansir kantor
> berita AFP, Rabu (9/12/2009).
>
> "Namun setelah pernikahan, dia menembaknya beberapa kali. Dia lebih dulu
> memastikan dia (korban) telah tewas sebelum menyerahkan diri ke polisi dan
> mengakui kejahatan itu," imbuhnya.
>
> Di Yordania, tindakan pembunuhan bisa dikenai hukuman mati. Namun dalam
> kasus-kasus yang disebut pembunuhan demi "kehormatan", pengadilan kadang
> kala meringankan hukuman, apalagi jika keluarga korban meminta keringanan.
>
> Atas dalih menjaga kehormatan keluarga, antara 15 dan 20 wanita dibunuh
> setiap tahunnya di Yordania. Padahal pemerintah Yordania telah berupaya
> untuk memerangi kejahatan seperti itu.
>
> (ita/iy)
>
>  
>

Kirim email ke