Tina segi dunia usaha parantos jelas "masalah" anu aya anu balukarna kana
sangsaraan rakyat Indonesia ..sadayana parantos digeser tina masalah
kriminalitas/korupsi...masalah pangalolaan Bank...pangalolaan
hukum...pangalolaan usaha...sadayana parantos diboyong kana Ranah
PULITIK....Jelas akibatnya Ekonomi bakal tikusruk...Dina ramena Cakcak vs
Buaya atawa Masalah Century anu sakedahna urusan PK..tapi bet jadi
Senayan...jelas..jelas pisan hese RI bade ngaronjat tuwuhna 5.2%..asa
pamohalan...Jenderal Anggodo masih  bisa berperan yang katanya RI Negara
Hukum...Janten upami elit politis...tokoh masyarakat...mahasiswa...tokoh
LSM..Ulama....ngiring "papalidan" dina ranah pulitik kasus Century, Lapindo,
Cakcak vs Buaya..Delegitimasi Sri Mulyani & Budiono....Ekonomi urang bakal
tikusruk..rakyat bakal susah...Kudu aya cara sejen khususna "breakthrough"
ti SBY jeung kasadaran wakil2 rakyat di Senayan...parantos dietang enteu
impliasi pagelaran asus Century u Pansus DPR dibanding kana impliasi kana
kapastian investasi dunia usaha dina raraga tuwuhna ekonomi anu idealna
paling henteu 8%? lamun henteu cilaka 12 ..kapuasan pulitik. Ceuk sayah mah
Bank century urusan KPK..berdayakeun KPK...dampingi jeung awasi prosesna ku
Sby..Pulisi...kajaksaan....Resiko 6.7 Trillun (eta oge duit LPS vs karugian
Eknomi teu maju...sabaraha trilliun "hidden lost" na..pangangauran
nambah...GDP turun..inflasi PASTI naek deui...

On 12/23/09, Abbas Amin <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Kita tahu ada skandal BESAR yaitu Bank Century; kita pun jadi bertanya
> tanya tentang
> kebijaksanaan yang dikeluarkan BI terhadap BI atau Bank2 lainnya.
> Kitapun akhirnya bertanya tanya juga mengenai BLBI Funds nalangin Bank2
> masa
> lalu; dimana sampai saat inipun perkara itu masih belum tuntas.
> Belum lagi masalah Lapindo dll.
>
> Jelas dengan adanya "masalah" yang dihadapi seperti itu, sby sungguh sulit
> dalam
> mencapai program dan targetbya; yaitu terutama menurunkan angka kemiskinan
> di
> Indonesia, serta pembangunan ekonomi yang diharap naik sekitar 7 %.
> Saya agak merasa yakin, dengan adanya 'skandal2" yang terjadi target yang
> dituju
> tak akan tercapai; kecuali menonjolkan angka2 FIKTIF !
>
> Tapi terlepas dari semua itu, marilah kita beri kesempatan buat sby
> menjalankan
> kebijaksanaannya ! Kenapa ? karena katakan kalau ada penggantianpun kita
> lebih2 tidak YAKIN akan hasilnya ! Malah hanya akan buang2 waktu dan BIAYA
> yang besar untuk pergantian tersebut. Paling sedikit, sby lebih konkrit
> dibanding
> presiden2 sebelumnya. Yaitu dengan mengangkat KPK untuk brantas Korupsi di
> Indonesia ! Walaupun hasilnya memang masih sangat jauh dari memadai. Tapi
> paling tidak, sby sudah menunjukkan usaha nyatanya dalam membrantas Korupsi
> ini.
>
> Untuk menuju pada pemberantasan Korupsi itu, saya pikir baiklah kita
> menggunakan
> kriteria; walaupun nantinya semua bentuk "korupsi" memang harus dilenyapkan
> !
> Tapi untuk saat ini harus step by step lah; jangan sampai kita mengadakan
> suatu kerja yang melebihi kemampuan; jangan sampai terlalu mengharapkan
> burung terbang
> tinggi punai ditangan dilepaskan. Mana saja yang bisa segera diselesaikan;
> selesaikanlah
> dulu; tanpa melihat besar kecilnya dulu.
>
> Kriteria Korupsi :
> 1. Korupsi karena income biasa tidak memadai
> 2. Korupsi karena ingin merasa lebih aman dimasa tua
> 3. KORUPSI karena SERAKAH
>
> Inilah tiga kriteria utama korupsi.
>
> Korupsi itu sendiri bisa dibagi menurut kelompok atau organisasi :
> 1. Korupsi yang terorganisir secara LOKAL
> 2. Korupsi dengan organisasi lebih meluas
> 3. Korupsi dengan ruang lingkup lebih luas, mungkin meliputi Luar Negri
>
> Dengan melihat kriteria serta oraganisasi begitu; kita bisa melihat
> kesulitan sby dalam memberantas korupsi tersebut; dengan demikian kita
> harapkan dukungan rakyat yang kompak tanpa bisa dialihkan kearah penjatuhan
> atau pergantian sby; karena mungkin saja ini justru upaya korupsi yang
> terorganisir tersebut.
> WASPADALAH.......................
>
> Abbas Amien,
> Balikpapan 23 Desember 2009
>
>
>  
>

Kirim email ke