Sim kuring ngiring nyarita Ua Abbas, susuganan ngalengkepan. Ti taun 1928 
future language bangsa urang teh  bahasa Indonesia ti bhs Malayu nu dianggap 
egaliter. Ku kituna mun hayang eksis basa sunda kudu ofensif saloba2na diserap 
kana bhs Indonesia. Lamun hayang eksis sorangan sajajar jeung bhs Indonesia 
kudu kawas bhs hebrew kudu kuat kawas Israel. Posisi jeung visi urang sunda 
jeung basa sunda dimana? Tanpa jelas dua hal eta moal jauh  ti asyik di wacana, 
di gunem catur, kukulibekan di paguneman  UUBS - basa loma.   

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Abbas Amin <[email protected]>
Date: Thu, 24 Dec 2009 17:17:14 
To: kisunda<[email protected]>; urangsunda<[email protected]>
Subject: [Urang Sunda] Bahasa pemakai Undak Usuk

Sebenarnya di JAWA sendiri Bahasa Madyo Kromo dan Kromo Inggil ini hampir
lenyap; hanya dipakai diwilayah yang sangt terbatas; yaitu DI Yogya dan SOLO;
itupun sangat terbatas di lingkungan keluarga Keraton atau yang INGIN diaku
kerabat Keraton. Selainnya pake Bahasa Jawa NGOKO. Apalagi Pekalongan
dan Tegal yang daerah pesisir; dari dahulu kala gak pernah mau pake bahasa 
KROMO !

Jadi pada dasarnya Bahasa yang pakai tingkat2 itu, sudah ditinggalkan. Di 
Surabaya
dan sekitarnya malahan campur aduk antara Jawa dan Indonesia; maka disebut 
surabayan.

Nah Bahasa Sunda; bahasa yang pake tingkat2 ini digunakan bukan saja antara 
MENAK
atau priyayi tapi menyeluruh ke rakyat; tapi daerahnya terbatas juga, hanya 
sekitar Priangan saja. Sementara Bogor sudah ikut Banten yang dulunya 
terpengaruh JAWA
Pesisir, yaitu DEMAK. Apatah lagi Cirebon; sundanya entah sudah berasimilasi ke 
berapa
kali ? Pengaruh Jawa disini besar sekali.

Sebenarnya CIRI Bahasa SUNDA yang menonjol apa saja sih ?

Atuh; sok atuh. Engke. teh; mah; tea jste
Ini kata2 yang nebunjukkan ciri khas Sunda.

Mengenai sumuhun; itu dari Mataram
damang, tuang dsb. kata2 baru yang ditambahkan jadi perbendaharaan kata2
Sunda; setelah datangnya pengaruh Mataram ke Priangan.

Tapi apakah ada pengaruh Mataram atau tidak; orang Priangan sudah merasa enak
dengan beberapa tingkatan itu; kecuali untuk Bahasa Keraton; ini tidak dipakai
sama sekali. Tapi untuk menghormat ke orang tua dan yang lebih dituakan ada
bahasa2nya tersendiri. Ini dianggap sangat bagus oleh kalangan PRIANGAN; entah
dipengaruhi atau tidak, dari Mataram. Pokoknya buat orang Priangan cara itu
sangat diterima, malh mendarah daging; karena PRINSIPNYA adalah bisa menghormati
ORANG TUA lebih baik, kenapa tidak !?
Hanya saja disayangkan karena bahasa "handap asor" ini ternyata tak sembarangan
dipakainya; ada aturannya; maka banyaklah orang Priangan sendiri yang sering 
kecele
karena salah2 ngomong; karena untuk diri sendiri dan orang lain dibedakan 
pakenya.

Mungkin buat orang laur Priangan, kata DAMANG adalah Bahasa Sunda halus ;
supaya jangan kelihatan KASAR; tapi akibatnya karena tak tahu aturannya; maka 
terjadilah kejanggalan seperti abdi tuang; abdi damang dsb.

Banyak tokoh2 Sunda menganjurkan "keseragaman" Bahasa Sunda, dengan cara
bahasa LOMA katanya; tapi sosialisasinya kyanya masih gamang; masih ragu2;
disatu sisi memang UUBS ada bagusnya yaitu menghormati yang lebih tua;
tapi disisi lain, ada kesulitan2 tersendiri untuk pemakaian uubs itu. Maka 
jadinya
sampai sekarang inilah; dan muncullah pemakaian Basa Sunda tanggung.
Artinya mau berkata SOPAN/HALUS kaya orang Priangan, tapi salah memakainya;
sudah gitu kalau ada yang membenarkan; dianggap sok tahu ! Langsung dibilang 
UUBS
 ini mau dihilangkan sedikit demi sedikit. Padahal yang mencoba membetulkan itu,
bukan INGIN mempertahan uubs; hanya begini cara berpikirnya : Kalau mau pakai 
UUBS
pakailah yang BENAR ! Karena ayang benar itu ada ! Anda mau yang bener kan ? Nah
saya sedikit ajarkan yang benar itu; yaa kalau gak mau gak usahlah pake UUBS;
pake saja Basa Sunda loma ! Itulah kira2 pesan dari yang suka membenarkan itu.

BUKAN sok tahu; hanya karena merasa sma2 orang Sunda; yaaa melihat orang
Sunda yang salah; kalau bisa kan diluruskan ?

Tapi memang pikiran manusia berbeda beda; ada yang ingin meluruskan; ada lagi
yang ingin membiarkannya saja begitu.


Balikpapan, 25 Desember 2009
Abbas Amien



      

Kirim email ke