Yeti: Rezeki dari Tusuk Sate
Kamis, 31 Desember 2009 | 21:40 WIB

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Warung Makan Sate Maranggi Cibungur yang
terdapat di Jalan Raya Cibungur Purwakarta sudah 20 tahun bertahan.
Hingga saat ini, nama warung sate ini sudah dikenal luas.  Media cetak
dan elektronik pernah melirik warung makan ini sebagai tempat makan
pilihan.

Menurut Yeti sang pemilik warung sate, tidak ada yang istimewa dari
cara pemasaran yang dilakukan untuk usahanya.  Ia sangat terbantu
dengan sistem promosi dari mulut ke mulut untuk usaha keluarga yang
diturunkan oleh orang tuanya 20 tahun lalu itu.

Dahulu, makanan yang disajikan hanya Sate Maranggi dan Es Kelapa.
Namun seiring berjalannya waktu, beragam jenis makanan lainnya hadir,
seperti Sop Dengkul, Ikan Bakar dan Ayam Bakar.

Saat ini, Yeti memperkerjakan lebih dari 50 karyawan di warung
makannya. Karyawannya adalah tetangga-tetangga Yeti sendiri, yang
tidak berkesempatan bekerja di tempat lain.

Ditanya berapa jumlah omzet yang ia dapat perharinya, Yeti mengaku tidak tahu.

"Saya enggak pernah ngitung, pokoknya cukup buat bayar karyawan aja,
ada sisa udah saya bersyukur. Makanya kalo ditanya berapa penghasilan,
saya bingung jawabnya," cerita Yeti.

Yeti mengaku, soal rasa dan pelayanan kepada pengunjung adalah hal
yang sangat penting untuk meraih kesuksesan dalam usahanya. Hal lain,
yaitu masalah keterjangkauan dan kenyamanan suasana "kampung" juga
membuat banyak orang "kota" yang singgah di warung makannya.

Yeti bertutur, jika sudah singgah di warungnya, maka sudah tak
terlihat lagi tingkat sosial para pengunjung. "Semua kayaknya sama
aja, enggak kelihatan, soalnya ada artis juga pake baju santai,"
kisahnya.

Dalam berjualan, ia tak mau muluk-muluk. "Berapa pun itulah
rezekinya," ucap ibu empat orang putra tersebut.

Jika pengunjung sedang ramai dan penghasilan bertambah, maka ia akan
memberikan bonus kepada karyawannya. Konsep kesederhanaan dan berbagi
sangat terasa saat Kompas.com berbincang dengan Yeti.

Wanita yang mengaku tidak berpendidikan tinggi tersebut nyatanya bisa
membuktikan bahwa berbekal kerendahan hati semua bisa menjadi mungkin.



C14-09

Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2009/12/31/21402261/yeti.rezeki.dari.tusuk.sate

Kirim email ke