*terlepas benar tidaknya hal ini wallahu alam... *

---------- Forwarded message ----------
From: ali reza <***[email protected]>
Date: 2010/1/25
Subject: [mediacare] Setelah Haiti, Amerika Incar Iran dengan HAARP
To: mediac...@*********.com




[image: Sample Image]Fars - Angkatan Laut Rusia dalam sebuah laporan
menyebut gempa bumi yang terjadi di Haiti akibat uji coba senjata HAARP
(High Frequency Active Auroral Reasearch Program) oleh militer Amerika dan
menyebut target berikut dari ujicoba ini adalah menghancurkan Iran dan
menggulingkan pemerintah saat ini melalui gempa bumi.

HAARP mengembangkan senjata ekologi yang digunakan dengan cara mengirimkan
energi luar biasa ke lapisan ionospher, memancing reaksi energi yang sangat
dari seluruh molekul lapisan bagian lapisan atmospher tersebut. Fenomena ini
akan dapat menimbulkan berbagai macam gangguan cuaca seperti kekeringan,
hujan salju, hujan lebat, cuaca dingin, tsunami, badai, gempa, dan
lain-lain.

Situs Walternet dalam sebuah laporan berjudul "Apakah Amerika punya peran
dalam terjadinya gempa bumi Haiti?" menulis, berdasarkan pernyataan surat
kabar Russia Today, Hugo Cavez, Presiden Venezuela menuding Amerika
bertanggung jawab atas terjadinya rententan gempa bumi terakhir di Laut
Karibia, termasuk gempa bumi di Haiti.

Berdasarkan tayangan televisi Vive TV Venezuela, pernyataan militer Rusia
ini segera menyadarkan banyak orang dan menyusul laporan ini negara-negara
seperti Venezuela, Bolivia dan Nikaragua langsung meminta diadakannya sidang
darurat Dewan Keamanan PBB sebagai lembaga yang harus membahas tuduhan
agresi militer Amerika terhadap Haiti.

Televisi Vive Tv dalam laporannya mengatakan, laporan Angkatan Laut Rusia
menunjukkan betapa mereka telah melakukankajian mendalam atas aktivitas
Angkatan Laut Amerika di Laut Karibia sejak tahun 2008. Amerika tahun 2008
menyatakan kecenderungannya untuk meremajakan Armada Keempat Amerika yang
sudah tidak aktif ladi sejak tahun 1995. Setahun kemudian Rusia menjawab
kecenderungan Amerika dengan mulai melakukan latihan dan aktivitas Angkatan
Lautnya di sekitar Kapal Induk Nuklir Pierre Le Grand yang tidak beroperasi
lagi sejak berakhirnya Perang Dingin.

Sejak berakhirnya dekade 70-an, Amerika telah meningkatkan risetnya terkait
senjata HAARP. Dan sejak itu mereka memanfaatkan generator retakan dan
getaran, plasma dan resonansi (gelombang suara) untuk menciptakan bomb
dengan gelombang getaran yang kuat.

Laporan ini kemudian membandingkan dua uji coba yang dilakukan Angkatan Laut
Amerika pekan lalu yang pertamanya mengakibatkan gempa 5,6 SR di sekitar
kota Eureka di California yang tidak menimbulkan korban jiwa, sementara uji
coba kedua menciptakan gempa bumi di Haiti yang sedikitnya menelan 140 ribu
korban.

Sebagaimana yang ditunjukkan oleh laporan ini, Angkatan Laut Amerika
kemungkinan besar mengetahui dampak luas kerusakan akibat gempa bumi di
Haiti. Oleh karenanya, Angkatan Laut Amerika langsung mengutus Letnan
Jendral Ken Keen, Panglima Militer Amerika di Haiti mengirim pasukannya ke
sana untuk mengontrol pintu masuk dan mengawasi segala aktivitas dan upaya
penyelamatan di negara ini.

Terkait target terakhir dari uji coba ini, Angkatan Laut Rusia menyatakan,
tujuan akhir uji coba ini adalah menghancurkan Iran dan menggulingkan
pemerintah saat ini dengan menciptakan gempa bumi.

Masih dari laporan ini, proyek HAARP juga akan memberikan Amerika kemampuan
untuk menciptakan perubahan luar biasa terhadap kondisi iklim guna munculnya
banjir, kekeringan dan angin topan.

Sesuai dengan laporan ini, ada informasi bahwa gempa bumi 7,8 SR yang
terjadi tanggal 12 Mei 2008 di Sichuan, Cina punya kesamaan dengan dampak
yang terjadi akibat gelombang elektromagnetis HAARP.

Televisi Vive TV di bagian akhir laporannya menjelaskan, pasca terjadinya
gempa bumi Haiti, Departemen Pertahanan Amerika (Pentagon) menyatakan, USNS
Comfort, kapal rumah sakit langsung dikirim ke Haiti. Setelah itu, Michel
Mullen, Panglima Staf Gabungan Militer Amerika menyatakan, militer Amerika
siap memberikan bantuan darurat kepada korban gempa bumi Haiti.

Berdasarkan laporan Angkatan Laut Rusia, Amerika mengirim 10 ribu personil
militer ke Haiti pasca gempa bumi dengan tujuan mengontrol negara yang telah
hancur itu. (www.indonesianradio.ir)



-- 
Aldo Desatura ® & ©
================
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata

Kirim email ke