--- On Tue, 3/2/10, Abbas Amin <[email protected]> wrote:
From: Abbas Amin <[email protected]> Subject: Kesimpulan PANSUS To: "proletar" <[email protected]>, "wanita - muslimah" <[email protected]> Cc: "hakekatku" <[email protected]>, "kisunda" <[email protected]> Date: Tuesday, March 2, 2010, 12:15 AM Kalau kita simak dan perhatikan dari Diskusi2 yang berjalan saat ini di Sidang PANSUS, maka yang dihasilkan masih jauh dari memuaskan; redaksinya saja masih banyak salah dan membingungkan; terus yang dihasilkan pun ada tiga opsi; dimana opsi2 tersebut katanya sedang dibahas yang mana mau dipilih untuk diajukan ke sidang Paripurna DPR NKRI. Dari 3 Opsi inipun masih banyak kesalahan2 disana sini; jadi kita berkesimpulan bahwa anggota2 DPR itu lumayan PANDAI Bicara; tapi miskin dalam mengambil kesimpulan; dan entah mengenai kesepakan supaya jadi SATU kesimpulan, pasti masih jauh. Apakah nanti Sidang Paripurna akan disodori DATA yang masih MENTAH seperti ini, atau lebih ringkas dan disempurnakan. Kalau sampai OPSI2 yang tiga ini diajukan; yang mana yang akan dibahas lebih dahulu; dan tentu makan Tempo panjang untuk disepakati bersama di Sidang Pleno DPR ini. Kita jadi sangat sangsi. Belum lagi nanti Opsi ke2 dan ke3; Jadi OPSI1 belum tuntas; Opsi2 dan 3 menyusul. Wah kalau kita coba memikirkannya, malah PUSING tujuh keliling. Kita harapkan saja, mudah2an semuanya lancar, dan mendapat suatu kesepakatan pada akhirnya; paling tidak , SEPAKAT untuk TIDAK SEPAKAT. Kita tahu salah satu Fungsi DPR adalah mengawasi kinerja Pemerintah; artinya kalau kinerja Pemerintah tidak becus, tidak menguntungkan Negara, malah merugikan, paling tidak, DPR bisa mengajukan mosi, entah percaya entah tidak; dan walaupun MOSI tak percaya hanya ada di Pemerintahan Parlementer, tapi pertanyaan yang mengarah pada ketidak yakinan DPR, pada Pemerintah, haruslah mendapat response yang sewajarnya; dan rakyat atau masyarakatpun harus peka terhadap hal ini. Maksud peka, adalah apakah memang yang dipertanyakan DPR berbobot, atau hanya ingin menjatuhkan Pemerintah ? misalnya. Inilah Pembelajaran yang bagus pada Rakyat supaya jangan BUTA POLITIK. Hanya pada pemerintah sby ke-2 inilah digunakan hak Angket dan terbuka sifatnya. Benar2 sangat bagus kebijaksanaan ini; paling tidak ada dua hal : 1. Transparansi mulai dilaksanakan dengan semestinya. 2. Pendidikan POLITIK buat seluruh Rakyat, sehingga rakyat awampun bisa ikut melihat dan ikut prihatin, atau memikirkannya. Jadi kalau lihat dari sisi ini, maka Pemerintahan SBY tahap-2 cukup Positip. Hanya saja, sepertinya RASA "saling percaya" masih TIPIS; diantara Bangsa Indonesia ini, saling CURIGA antara PIHAK2 tertentu masih sering MUNCUL kepermukaan. Jadi sebenrnya yang PALING KRITIS, justru masalah KEPERCAYAAN inilah yang HARUS ditingkatkan. Bagaimana caranya ? Inilah yang sulit, justru. Karena masing2 PIHAK sudah banyak BELAJAR dari Pengalaman tentang kelicikan, kepicikan, dan 1001 rekayasa; maka KEPERCAYAAN antar sesama SULIT sekali dibangun. Padahal membangun NKRI tanpa adanya saling percaya, justru sangat MUSTAHIL terjadi. Masalahnya SIAPA akan MULAI dengan hati IKHLAS ? Tanpa saling CURIGA. Karena memang BISA saja, saya nih mau IKHLAS; tapi eeeh kok itu saingan saya, kok kayanya CURANG tuh ? Jangan2 mereka memang mau memanipulasi keadaan yang terjadi, untuk keuntungan kelompoknya ? Pikiran2 semacam inilah yang membuat KETIDAK SALING PERCAYAAN. Karena pengalaman MASA LAMPAU yang sangat BURUK. Berarti selama 60 tahun NKRI Merdeka ini, banyak sekali kebutrukan, kesalahan, yang dilakukan Para Pemimpin KITA; sehingga akibatnya adalah KETIDAK SALING Percayaan. SWaya mau membangun NKRI dengan JUJUR dan IKHLAS; tapi bagaimana kalau MEREKA menyabot kebijaksanaan saya ????? Inilah yang membuat Pembangunan Indonesia sangat lambat sekli. KRISI Kepercayaan. Akibat dari MASA Lampau yang BURUK dan JAHAT. Bagaimana mengusahakannya ? Kayanya USAHA LAHIR saja tak kan berhasil. Makanya DOA yang IKHLASlah nantinya yang akan bisa membangkitkan SALING PERCAYA antara kita Bangsa INDONESIA. Kita Harapkan entah itu Konghucu; entah Budha, entah Kristen, atau Islam; berdo'alah menurut keyakinan agama masing2; tapi HARUS dilakukan dengan IKHLAS. Untuk merminta BEKERJA dengan JUJUR dan Ikhlas di Indonesia, jelas sungguh SULIT; tapi untuk berDOA dengan IKHLAS; saya kira itu besar kemungkinannya. Maka dari segi berdo'alah kita mengambilnya. Mudah2an akan berhasil mengetuk NURANI Para Pemimpin; sehingga jadi ihlas. Tentu saja; yang akan jadi PENYABOT Utama dari USAHA saling Percaya ini adalah MAFIA/Koruptor; yang seperti IBLIS saja karena sulit dideteksi dan disentuh. Merekalah Kaum Koruptor yang TIDAK AKAN IHLAS melihat saling Percaya di NKRI.

