http://www.almanhaj.or.id/content/567/slash/0

Kamis, 1 April 2004 09:47:27 WIB

APA SEGI PERBEDAAN ANTARA SYI'AH RAFIDHAH DENGAN AHLIS SUNNAH ?-11/13-


Disusun oleh
Abdullah bin Muhammad As Salafi.





Berkata : Nizhomuddin Muhammad Al-Azhomi di dalam mukaddimah buku Syiah dan
Nikah Mut'ah : Sesungguhnya perbedaan antara kita dengan mereka bukanlah
terpokus di perbedaan cabang-cabang fikih, seperti masalah nikah mut'ah
saja, sama sekali tidak, sesungguhnya perbedaan itu pada dasarnya adalah
perbedaan dalam masalah pokok-pokok prinsip, ya.. perbedaan dalam aqidah
terpokus di beberapa point dibawah ini :

[1]. Rafidhah mengatakan sesungguhnya Al Quran dirubah (diselewengkan) dan
kurang.

Sedangkan kita (Ahli Sunnah) mengatakan : Sesungguhnya Al Quran adalah
kalamullah lengkap tanpa ada kekurangan, tidak pernah dan tidak akan
dihinggapi oleh penukarbalikan, mengurangan dan perubahan sampai Allah
mewariskan bumi ini dan orang-orang yang ada di atasnya (hari Kiamat),
sebagaimana Allah berfirman :

Artinya : Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur'an, dan sesungguhnya
Kami benar-benar memeliharanya. [Al-Hijr :9]

[2]. Rafidhah mengatakan sesungguhnya para sahabat Rasulullah terkecuali
beberapa orang, telah murtad setelah Rasulullah wafat, dan mereka berbalik
180 derajat, dan mereka mengkhianati amanah dan agama, terutama tiga orang
khalifah ; As Shidiq (Abu Bakr), Al Faruq (Umar) dan Dzu Nurain (Utsman),
oleh karena itu mereka yang bertiga ini menurut mereka (Rafidhah) adalah
termasuk orang yang paling bersangatan kekufuran, kesesatan dan
kesalahannya.

Sedangkan kita (Ahlis-Sunnah) mengatakan sesungguhnya para sahabat
Rasulullah adalah sebaik-baik manusia setelah para nabi, dan sesungguhnya
mereka itu adalah adil (istiqomah) seluruhnya, tidak pernah sengaja berdusta
atas nabi mereka, mereka orang-orang yang terpercaya dalam menukilkan
berita.

[3]. Rafidhah mengatakan sesungguhnya para imam adalah imam-imam Rafidhah
yang dua belas yang ma'shum (terjaga dari dosa), mereka mengetahui hal
ghaib, dan mengetahui seluruh ilmu yang dikeluarkan (diajarkan) kepada para
malaikat, para nabi dan para rasul, dan sesungguhnya mereka mengetahui ilmu
yang terdahulu dan sekarang, dan tidak ada yang tersembunyi bagi mereka
sesuatu apapun, dan sesungguhnya mereka mengetahui seluruh bahasa alam
semesta, dan sesungguhnya seluruh bumi ini adalah milik mereka.

Sedangkan kita (Ahli Sunnah) mengatakan, sesungguhnya mereka itu adalah
manusia biasa seperti manusia-manusia lainnya, tiada perbedaan antara
mereka, diantara imam-imam itu adalah ahli fikih, ulama dan khalifah, dan
kita tidak menisbahkan kepada mereka apa yang tidak pernah mereka katakan
terhadap diri mereka sendiri, bahkan kita berlepas diri darinya dan mereka
pun (para imam) berlepas diri dari hal itu. [1]

APA KEYAKINAN ORANG RAFIDHAH PADA HARI ASY-SYURA (10 MUHARRAM) DAN APA
KEUTAMAANNYA MENURUT MEREKA ?
Sesungguhnya Rafidhah mengadakan perayaan dan perkumpulan dan ratapan
tangis, mereka melakukan demonstrasi di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan
umum. Mereka memakai pakaian hitam tanda duka cita dalam memperingati mati
syahidnya Husain dengan mengonsentrasikan pada sepuluh hari pertama dari
bulan Muharram di setiap tahun, dengan keyakinan sesungguhnya perbuatan itu
termasuk dari sebaik-baik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Maka mereka
memukul-mukul pipi mereka dengan tangan mereka sendiri, memukul-mukul dada
dan punggung mereka. Mereka merobek-robek baju sambil menangis dan
berteriak-teriak dengan menyeru : wahai Husain, wahai Husain. Terlebih-lebih
pada hari ke sepuluh setiap bulan Muharram, bahkan mereka memukul diri
mereka sendiri dengan rantai besi dan pedang, seperti yang terjadi di
negeri-negeri yang dihuni oleh Rafidhah seperti Iran.

Dan para ulama mereka mendorong mereka untuk melakukan hal-hal yang bodoh
ini dimana hal itu menjadi bahan tertawaan semua umat. Sungguh salah seorang
dari pembesar mereka yaitu Muhammad Hasan Alu Kasyif al Ghatha, telah
ditanya tentang apa yang dilakukan oleh pengikut golongannya seperti menukul
dan menampar wajah.. dst, ia berkata : Sesungguhnya ini termasuk dari
mengagungkan syiar-syiar Allah : [2]

Artinya : Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka
sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati. [Al-Hajj : 32]

[Disalin dari kitab Diantara Aqidah Syi'ah, Disusun oleh Abdullah bin
Muhammad As Salafi, Diterjemahkan oleh Abu Abdillah Muhammad Elvi Syam, Lc.]
_________
Foote Note
[1] Mukaddimah kitab As- Syi'ah wal Mut'ah, oleh Nizhomuddin Muhammad
Al-Azhomi, Hal : 6.
[2] Perbuatan yang bodoh dan lucu ini dilakukan mereka setiap tahun. Dan
ketahuilah sesungguhnya Nabi telah melarang di dalam hadits yang shahih yang
dikeluarkan oleh Muslim dengan no : 103, melarang menampar wajah (pipi) dan
merobek baju.. akan tetapi orang Rafidhah -semoga Allah mempermalukan
mereka- membuang hadits ini jauh-jauh, karena mereka ini adalah firqah
(golongan) yang paling pendusta terhadap Rasulullah.

Kirim email ke