hush... ulah lalawora... nu kaya mah sok loba akal na ... heuheuhue mung di
genggereuhkeun aya wae cara na pikeun urang di tewak teh... teuing pasal
pitnah teuing pasal naon we... pasal meuncitan karakter atawa naon we...
bisi siga jeng PRITA... awas


2010/4/18 Abbas Amin <[email protected]>

>
>
> Dimanakah kira2 banyak kebocoran NEGARA ?
> Negara Rugi sekian, katanya ..................
> Seluruh BUMN PN, merugi terus, anehnya tak ditindak lanjuti, misalnya
> [emecatan Dirut, atau pembubaran tuh Usaha. Terus saja berlanjut.
> Jadi BUMN adalah Kerugian Negara yang ditolerir.
>
> Maka dari arah sinilah banyak kebobolan dan pengerukan "kekayaan RI" secara
> systemik. Toh tak ada sanksi apapun; untuk kerugian jalur ini.
> Bahkan dulu pernah diambil alih Negara, yaitu jaman Habibie.
>
> Maka dari itu, dirut2 BUMN makmur2; sementara BUMNnya sendiri rugi terus.
>
> Sekarang mari kita hitung2an secara kasar, berapa kira2 kerugian Negara,
> Mulai tahun 1950 saja; sampai 2009.
> Assumsi : Tahun 1950 s/d 1955; hanya ada 3 Perusahaan Milik Negara.
> Tahun 1956 s/d 1960 meningkat jadi 15 Perusahaan milik Negara.
> 1961 katakan 25; 1962 = 30; 1963 - 35; 1964 - 40; 1965 = 100; 1966 = 110
> 1967 = 150; 1968 = 170; 1969 = 250; 1970 = 300; 1971 = 350; 1972 = 400;
> 1973 = 450; 1974 = 480; 1975 = 500; 1976 = 550; 1977 = 600; 1978 = 650;
> 1979 = 700; 1980= 800; 1981 = 1000; 1982 = 1100; 1983 = 1200; 1984 = 1250;
> 1985 = 1300; 1986 = 1350; 1987 = 1400; dan 1988 s/d 2009 katakan tetap
> 1500.
>
> Kerugian yang diderita tiap tahun selama periode 1950 - 1955; katakan
> 500,000 per
> Perusahaan. Tahun 1956 s/d 1960 katakan tetap pertahun per PN = 3 juta.
> 1961 = 5 juta; 1962 = 6 juta; 1963 = 7 juta; 1965 = 5000 ( 1000= 1 ); 1966
> = 8 juta;
> 1967 = 10 juta; 1968 = 50 juta; 1969 = 75 juta; 1970 = 100 juta; 1971 = 150
> juta;
> 1972 = 200 juta; 1973 = 250 juta; 1974 = 300 juta; 1975 = 500 juta; 1976 =
> 600 juta
> 1977 = 750 juta; 1978 = 1M; 1979 = 1.5M'  1980 = 2 M; 1981 - 2.5 M ; 1982 =
> 3M;
> 1983 = 4M; 1984 = 5M; 1985 = 6M' 1986 = 7M; 1987 = 10M; 1988 = 11M;
> 1989 = 15M; 1990 = 20M; 1991 = 25M; 1992 = 30M; 1993 = 35M; 1994 = 40M;
> 1995 = 45M; 1996 = 50M; 1997 = 55M; 1998 = 60M; 1999= 65M; 2000=70M
> Katakan rata2 dari 2001 s/d 2009 kerugian setiap tahun adalah 100M.
>
> Maka perhitungannya adalah :
> Kerugian Negara karena Badan Milik Negara tahun 1955 s/d 1960 =5X3X 500,000
> =7.5jt
> Tahun 1956 s/d 1960 = 5 X 15 X 3 jt = 225 juta
> Tahun 1961 - 25 x 5jt = 125 jt
> dst dst dan akhirnya setelah dihitung adalah kurang lebih 2,164 Trilliun.
> Itulah kerugian yang harus ditanggung Negara dengan adanya Badan Usaha
> Milik Negara itu.
>
> Anehnya terus dipelihara, padahal sudah jelas merugi; terutama 20 tahun
> belakangan.
> Tanpa ada sanksi ke pengurusnya.
>
> Belum lagi dengan proyek1 dlsb.
> Maka dari sinilah orang2 kaya yang jahat itu malingnya.
>
>
>
>  
>



-- 
Aldo Desatura ® & ©
================
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata

Kirim email ke