Loba-loba teuing, na keur nahaon nya? Palalaur mun bener teh, palaur ngabogaan panyakit kasieunan teuing. Sieun ku itu, sieun ku ieu, laju nyiapkeun senjata bisi si itu nyerang, si ieu narajang; antukna...ceuk ahli panyakit jiwa mah: psikopat.
manar 2010/5/5 Mohammad zen <[email protected]> > sumber http://indonesian.irib.ir/Ledek Ahmadinejad, AS Umumkan Memiliki > 5.113 Bom Atom > > Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon membuka > konferensi akbar tentang perlucutan senjata di New York, Senin, yang diikuti > oleh para tokoh nasional dari setidaknya 100 negara, termasuk Presiden Iran > Mahmoud Ahmadinejad dan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa. > > Konferensi Kaji Ulang Traktat Non-Proliferasi (NPT Review Conference) > dilangsungkan lima tahun sekali dan tahun ini merupakan yang konferensi yang > kedelapan. > > Dalam sambutan pembukaannya, Ban menganggap konferensi sebelumnya tidak > membawa hasil yang memuaskan. > > "Lima tahun lalu, kita bertemu untuk konferensi yang sama... dan gagal.. > Kali ini kita harus melakukan yang lebih baik," kata Sekjen kepada para > peserta konferensi. > > "Harapan dari masyarakat dunia sangat tinggi terhadap apa yang akan anda > lakukan. Yaitu untuk melindungi mereka dari senjata-senjata nuklir yang > memiliki kekuatan untuk memusnahkan," ujar Ban. > > Konferensi kaji ulang NPT menurutnya bisa dikatakan sukses jika mengacu > kepada lima hal, yaitu makin banyak negara yang melucuti senjata nuklirnya; > NPT menjadi gerakan universal; aturan hukum semakin kuat; adanya kemajuan > dalam hal mewujudkan zona bebas senjata nuklir di Timur Tengah dan kawasan > lainnya; serta proses kaji ulang NPT yang makin kuat, termasuk keterlibatan > yang makin aktif dari badan-badan PBB. > > Selain Sekjen PBB, acara pembukaan Konferensi kedelapan Kaji Ulang NPT pada > Senin juga menghadirkan beberapa tokoh dunia sebagai pembicara, termasuk > Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan Menlu RI Marty Natalegawa. > > Menlu Marty pada sesi pembukaan konferensi Senin pagi menyampaikan pidato > dalam kapasitas sebagai Ketua Kelompok Kerja Gerakan Non-Blok untuk > Perlucutan Senjata. > > Sebagai perwakilan GNB, Marty mendapat kesempatan berpidato sebelum > Presiden Ahmadinejad. > > Pada sesi sore, Menlu dalam kapasitas nasional akan menyampaikan pernyataan > mengenai posisi dan pandangan Indonesia menyangkut penghentian penyebaran > senjata nuklir. > > *Kritikan Indonesia* > > Indonesia berharap konferensi kaji ulang Traktat Non-Proliferasi Senjata > Nuklir (NPT Review Conference) yang dimulai di New York pada Senin hingga 28 > Mei mendatang, tidak mengulang kegagalan seperti konferensi sebelumnya. > > Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan Indonesia menginginkan > konferensi lima tahunan itu kali ini dapat benar-benar menghasilkan > kesepakatan di antara negara-negara penandatangan NPT dalam melaksanakan > berbagai ketentuan traktat tersebut. > > "Kita tidak ingin melihat itu terulang. Kita ingin minimum tahun 2010 ini > kita ingin menegaskan kembali komitmen yang dicapai tahun 2000 mengenai > masalah 13 langkah praktis ke arah perlucutan senjata. Itu yang minimum," > kata Menlu ketika ditemui usai mengikuti pembukaan konferensi kedelapan > Peninjauan Ulang NPT di Markas Besar PBB, Senin. > > Tiga belas langkah praktis yang dimaksud Marty adalah langkah-langkah yang > disetujui pada Review Conference tahun 2000, antara lain mencakup > menandatangi dan meratifikasi CTBT (Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty); > menghentikan uji ledak senjata nuklir; melakukan negosiasi menyangkut > perlucutan senjata; dan memusnahkan senjata nuklir. > > Marty hadir dalam NPT Review Conference tahun 2010 dengan dua kapasitas, > yaitu sebagai Ketua Kelompok Kerja Gerakan Non Blok untuk Perlucutan Senjata > dan sebagai wakil pemerintah Indonesia. > > Saat menyampaikan pidato dalam acara pembukaan yang dihadiri oleh > Sekretaris PBB Ban Ki-moon dan pejabat tinggi dari setidaknya 100 negara, > termasuk Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Menlu Marty sebagai Ketua Pokja > GNB menyampaikan kekecewaan kelompok beranggotakan 118 negara berkembang itu > tentang kegagalan Konferensi Tinjau Ulang NPT tahun 2005 mengeluarkan hasil > yang diharapkan. > > Kegagalan dianggap merugikan proses pembicaraan serius menuju implementasi > dan komitmen yang dicapai secara konsensus pada konferensi sebelumnya pada > tahun 1995 dan 2000. > > Kekecewaan yang sama soal konferensi tahun 2005 juga diutarakan Sekjen PBB > Ban Ki-moon pada pidato pembukaannya sebelum Marty mendapat giliran > berpidato. > > Saat menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti acara pembukaan, Menlu > Marty menolak menyebutkan faktor-faktor yang menyebabkan gagalnya Konferensi > tahun 2005. > > "Masa lalu adalah masa lalu. Sekarang adalah sekarang. Mungkin kita tidak > perlu terlalu mencari atau menuduh siapa yang lebih bertanggung jawab. Tapi > faktanya memang 2005 kemarin terjadi kegagalan," ujarnya. > > > *Momentum* > > Yang penting, tegas Menlu Marty, semua pihak perlu memanfaatkan momentum > saat ini yang dinilai cukup menjanjikan dalam bidang perlucutan senjata > untuk membuat kemajuan dalam implementasi NPT. > > Ia menyebut KTT Pengamanan Nuklir di Washington, konferensi tingkat menteri > di Tehran serta tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Rusia > untuk mengurangi senjata nuklir kedua negara melalui sebuah traktat (START), > sebagai beberapa kemajuan yang perlu dimanfaatkan sebagai momentum. > > Dalam memanfaatkan momentum tersebut, Indonesia sendiri antara lain pada > pekan lalu telah mengumumkan rencananya meratifikasi Traktat Pelarangan > Menyeluruh > Uji Ledak Nuklir (CTBT atau Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty). > > "Itu kontribusi nyata kita --di samping peranan kita sebagai koordinator > (kelompok kerja tentang perlucutan senjata) Gerakan Non-Blok," kata Marty. > > Traktat pelarangan uji ledak nuklir yang disahkan pada 10 September 1996 > itu sudah ditandatangani oleh 182 negara namun hingga kini belum bisa > diberlakukan. > > Traktat akan mulai diberlakukan jika 44 negara yang ada dalam daftar > sebagai negara pemilik teknologi nuklir di dunia sudah meratifikasinya. > > Saat ini, dari 44 negara tersebut, tersisa sembilan negara yang belum > meratifikasi traktat, yaitu Indonesia, Amerika Serikat, China, Korea Utara, > Iran, Israel, Pakistan, India dan Mesir. > > *Kepemilikan 5.113 Hulu Ledak Nuklir* > > Ahmadinejad yang kehadirannya di markas besar PBB menjadi sorotan utama > media-media mengatakan, "Dewasa ini, meskipun sebagian besar sumber daya > negara, dibelanjakan untuk namun tidak ada indikasi perbaikan kondisi dan > pengurangan atmosfer ancaman. Sayangnya akibat sejumlah pemerintah telah > menjauh ajaran para nabi Allah, ancaman bom nuklir telah membayangi seluruh > dunia, dan tidak ada pihak yang merasa aman." > > Seraya menyinggung logika keliru AS, Ahmadinejad mengatakan, "Sejumlah > pemerintahan dalam strategi mereka menyebut bom-bom nuklir sebagai faktor > stabilitas dan keamanan dan ini adalah kekeliruan terbesar mereka. Dengan > alasan apapun, produksi dan penyimpanan bom nuklir adalah tindakan yang > sangat berbahaya dan pada tahap awal membahayakan negara produsen dan > penyimpan senjata itu." > > Kepada para peserta , Ahamdinejad mengatakan, "Anda sadar betapa bahayanya > relokasi sebuah rudal yang dilengkapi dengan hulu ledak nuklir dengan > menggunakan pesawat dari satu pangkalan ke pangkalan lain di wilayah Amerika > dan betapa hal ini membuat warga Amerika khawatir." > > Ahmadinejad juga menegaskan, "Bom nuklir, adalah api anti-kemanusiaan bukan > senjata untuk bertahan. Kepemilikan bom nuklir bukan hanya tidak > membanggakan melainkan keburukan dan sangat memalukan. > > Sambil menyindir ancaman serangan nuklir ke Iran yang disampaikan belum > lama ini oleh Presiden AS, Barack Obama, Ahmadinejad menuturkan, "Yang lebih > memalukan lagi, mengancam akan menggunakannya yang tentu tidak dapat > dibandingkan dengan bentuk kejahatan apapun dalam sejarah. Mereka yang untuk > pertama kalinya melakukan bombardir atom, adalah pihak yang paling dibenci > dalam sejarah." > > Bersamaan dengan pidato itu. Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, hari > Senin (3/5) mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa negaranya memiliki > seluruhnya 5.113 hulu ledak nuklir dalam persediaannya. Yang lebih fatal > lagi, Clinton dengan alasan keamanan mengatakan "Tindakan itu akan mendorong > upaya pengawasan senjata." > > "Merupakan kepentingan keamanan nasional kami untuk menjadi setransparan > kami bisa mengenai program nuklir AS," kata Menlu Hillary Clinton ketika > Pentagon mengungkapkan jumlah hulu ledak nuklir yang lama dirahasiakan. > > "Merupakan kepentingan keamanan nasional kami untuk menjadi setransparan > kami bisa mengenai program nuklir AS," kata Menlu Hillary Clinton ketika > Pentagon mengungkapkan jumlah yang lama diselubungi kerahasiaan itu. > > Ini adalah arogansi AS yang membangun kepercayaan diri dengan bom atom > nuklir. Untuk itu, sindiran Ahmadinejad dalam pidatonya sangat mengenai > sasaran. (AR/IRIB) > Last Updated ( Tuesday, 04 May 2010 08:21 ) > >

