He he jakmania keur keuheul nyuruntul  viking...
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Gunawan Yusuf Miarsadireja <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 31 May 2010 09:28:38 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [Urang Sunda] PELAYANAN RS IBUKOTA PROPINSI

Satpam RSUD Serang Dilaporkan ke PolisiBy redaksi
                
                        
                        
                                Kamis, 20-Mei-2010, 07:47:24
                                309 clicks
                                
                                
                        
                        
                
                

                
                        
                        Dianggap Melakukan Perbuatan Tak Menyenangkan
                        
                
                

                



SERANG – Sobar (40), warga Desa Mancak, Kecamatan Mancak, Kabupaten
Serang, melaporkan Maman, Satpam RSUD Serang, ke polisi, Rabu (19/5).
Terlapor dituduh telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan. 
Sobar mengatakan, perbuatan Maman yang menjurus pada kekerasan
itu terjadi sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban hendak menjenguk
kerabatnya. Sayangnya, pelapor tidak memperhatikan jam besuk bagi
pengunjung.

Lantaran itu, seorang satpam memberikan arahan kepada Sobar agar
jangan melewati lorong rumah sakit sampai batas waktu yang ditentukan.
Namun, menurut korban, cara satpam memberikan arahan tidak mencerminkan
sikap seorang yang bertugas mengamankan dan mengayomi pengunjung rumah
sakit milik Pemda Serang tersebut. “Bahasanya cenderung kasar dan
menghardik saya. Saya tidak terima, karena saya orang awam jadi saya
tidak tahu jam besuk yang ditentukan rumah sakit. Seharusnya, dalam
memberi tahu tidak perlu kasar seperti itu,” ujar Sobar berapi-api.

Cekcok mulut antara keduanya pecah. Sampai kemudian datang Maman
yang menjadi komandan regu untuk melerai pertengkaran itu. Maman lantas
menyuruh korban untuk meninggalkan pergi. Pelapor menurutinya.

Tidak lama berselang, Sobar dan Maman kembali berpapasan. Pelapor
kembali mengomentari tindakan rekan Maman yang dianggap tidak sopan
tersebut. Namun bukan jawaban baik yang diterima, pelapor justru dibawa
Maman ke pos satpam dengan cara dirangkul kepalanya. “Saya diseret
sampai beberapa meter di depan orang banyak yang ada di rumah sakit.
Saya kan malu diperlakukan seperti itu,” tambahnya.

Di pos satpam, kata Sobar, dirinya diajak duel. Lantaran tubuh
pelapor kecil dan tubuh terlapor besar, perkelahian urung terjadi.
“Maman sempat menantang saya dengan cara membuka baju seperti orang
yang mau bertarung,” ungkapnya. Tidak terima dengan perlakuan Maman,
Sobar melaporkannya ke Polsek Serang.

Terpisah, Maman mengakui telah menantang korban berkelahi. Namun,
Maman menolak keterangan Sobar yang mengatakan bahwa dirinya diseret
sampai beberapa meter. “Saya hanya merangkul kepalanya saja, mungkin
karena tubuh dia (korban-red) jauh lebih kecil dari saya, jadi terkesan
seperti diseret. Tapi saya tidak ada niat seperti itu,” terang Maman
seusai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Serang.

Maman menambahkan, pihaknya telah meminta maaf berkali-kali kepada
korban, namun belum direspons. “Saya sudah meminta maaf sebagai
perwakilan dari satpam. Selama saya bekerja di sini, saya belum pernah
tersandung masalah seperti ini, karena memang setiap orang yang dirawat
di sini kita perlakukan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (bon)


 



  






      

Kirim email ke