Antara Ariel dan Tabung Gas
OPINI
Doddy Poerbo
| 25 Juni 2010 | 19:57
105
13
1 dari 2 Kompasianer menilai Aktual.
KPAI mendesak aparat hukum untuk menghukum berat pelaku video porno, yakni
Ariel, Luna dan Cut Tari. Ketiga artis papan atas itu dinilai sudah merusak
generasi bangsa. “Yang dilakukan Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari adalah adegan
yang eksotis, yang hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami-istri. Dengan
tersebarnya video porno ini justru mengajarkan bahwa apa yang dilakukan artis
idola itu menjadi boleh,” ujar Masnah, anggota Komisi Perlindungan Anak
Indonesia (KPAI) bersama Ketua KPAI Hadi Supeno, saat ditemui dikantor KPAI
Menteng, Jakarta Pusat, Jumat. Berdasarkan data KPAI, akhir-akhir ini banyak
pengaduan pemerkosaan dari masyarakat. Menurut data itu, salah satu pemicu
terjadinya pelecehan karena video porno Ariel, Luna dan Cut Tari. “Dari 14-23
Juni KPAI menerima laporan 33 kasus pemerkosaan yang dilakukan remaja berusia
16-18. Pelaku mengaku terangsang setelah melihat video porno Ariel dan teman
wanitanya itu,” lanjut Masnah. Sementara,
Ketua KPAI Hadi Supeno mengimbau para publik figur berperilaku santun dan
berpakaian sopan. “Karena yang namanya idola pasti akan ditiru,” timpal Hadi.
Pemberitaan seperti inilah yang menunjukkan kebenaran dari kerja komisi2 yang
dibentuk pemerintah sebagai alat politik yang tugasnya memang mencari kambing
hitam untuk menjaga kredibilitas pemerintah secara politis dimata rakyat.
Komisi ini seperti memberikan penegasan bahwa sebelum adanya peredaran video
Ariel di negeri ini tidak pernah ada pelecehan seksual atau setelah ariel
dihukum dijamin tidak terjadi pelecehan seksual lagi. Kalau terjadi juga, sudah
ada yang disalahkan yaitu Arel, Luna Maya dan Cut Tari.
Inilah budaya bangsa yang sesungguhnya merupakan biang kerusuhan yang tidak
kian mngental, mudahnya menjustifikasi tanpa melihat resikonya, sudah terbukti
menimbulkan kerusuhan dimana2. Terlebih dalam urusan pilkada, kalau kalah
langsung menyimpulkan terjadi kecurangan, akhirnya timbur ribut antar pendukung
seperti yang terjadi di Tana Toraja itu. Aril, Luna Maya, Cut Tari jika memang
mereka melakukan perbuatan seperti dalam video yang menghebohkan, kita semua
mengakui perbuatan itu salah, tetapi tidak adil jika kesalahan dipolitisir
sebagai penyebab rusaknya mental bangsa. Yang mereusak mental bangsa itu
sesungguhnya yang mengurus negeri ini, seperti ungkapan KPAI dalam pemberitaan
itu sesungguhnya yang merusak mental bangsa ini sebab mengajarkan bangsa ini
tidak perlu ikut aturan dan tidak perlu menghormati hak orang lain. Penegak
hukum hingga saat ini saja belum dapat menetukan status Luna Maya dan Cut Tari
tetapi sudah mengeluarkan statement agar
dihukum berat karena merusak mental bangsa.
Sebaliknya, kalau melihat kenyataan tabung gas sering meledak, sudah banyak
korban jiwa dan harta benda, semua pintar menjawab, semua pintar ngeles yang
intinya tidak ada yang mengakui bertanggung jawab padahal yang menentukan harus
menggunakan gas adalah pemerintah. Semua pejabat negara ini saling berlomba
bicara moral, menyalahkan video mesum tetapi jika ditanya soal tabung gas yang
meledak, semua sepakat ………………… kabuuurrrrrrrrrrrrr dari tanggung jawab. Cari
dong kambing hitamnya, biar tambah seru negeri ini dagelannya, tidak usah
ngomong mau dirapatkan, masih dikoordinasikanlah, tunjuk saja kambing hitamnya.