Kepingan Fosil Kembali Ditemukan di Gua Pawon
 
 
  
 
 Antara - Selasa,
 31 Agustus

 
 Kirim
 Kirim via YM
 Cetak
  
 
 
 
 

 Ngamprah (ANTARA) - Balai Arkeologi Bandung kembali menemukan 
sejumlah kepingan fosil sisa makanan pada zaman prasejarah dalam kotak 
ekskavasi baru di Situs Gua Pawon, Desa Gunung Masigit, Kecamatan 
Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
 Peneliti dari Balai Arkeologi Bandung, Lutfi Yondri mengatakan 
ekskavasi atau penggalian untuk tujuan penelitian di Situs Gua Pawon 
akan berlangsung dua pekan, atau berakhir hingga 4 September 2010.
 "Penelitian kali ini dilakukan dengan membuat kotak ekskavasi baru. 
Berbeda dengan kotak yang digunakan pada ekskavasi sebelumnya. Semoga 
saja temuan ini benar-benar fosil," kata Lutfi Yondri.
 Sebelumnya, pada awal Juli, arkeolog dikejutkan dengan temuan juru 
kunci Gua Pawon, Ecep Suhaya (54). Ecep menemukan ratusan keping tulang 
serta dua gigi yang diduga fosil manusia purba di lokasi situs.
 Jika benar, kata dia, merupakan rangka manusia prasejarah. Dan, 
temuan tersebut menjadi rangka manusia prasejarah ketujuh yang ditemukan
 di kawasan Gua Pawon. Namun, temuan itu masih dalam tahap kajian.
 Sebelumnya diwartakan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 
Republik Indonesia mengusulkan agar Gua Pawon dan Karst Citatah 
dijadikan cagar alam warisan dunia ke UNESCO.
 Sekretaris Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian 
Kebudyaan dan Pariwisata, Soeroso M.P. mengungkapkan usulan tersebut 
sudah dilakukan pasca-ekspos penemuan fosil manusia purba di kawasan 
Karst Citatah KBB, yang kemudian disebut "manusia Pawon".
 Adanya usulan tersebut merupakan bukti perhatian pemerintah pusat 
terhadap penemuan benda bersejarah atau cagar budaya.
 Menurut Soeroso, Indonesia akan bersaing dengan sekitar 200 negara 
mengusulkan hal yang sama. Namun, yang akan diakui untuk setiap negara 
hanya satu di bidang budaya dan satu bidang alam.
 Seoroso berharap Gua Pawon bisa segera ditetapkan menjadi salah satu
 cagar alam warisan budaya dari Indonesia. Hal itu agar pelestariannya 
tidak hanya menjadi tanggung jawab Indonesia, namun menjadi tanggung 
jawab dunia.
 Disebutkan, jika usulan itu diterima, maka kepedulian terhadap Gua 
Pawon bukan hanya tanggung jawab Indonesia, tetapi juga dunia.
 "Memang tidak mudah untuk masuk dalam kategori UNESCO. Tapi, kita 
harapkan supaya Gua Pawon bisa masuk ke dalam situs yang diakui dunia," 
ujarnya.
 Dijelaskan Soeroso, ditawarkannya Gua Pawon menjadi cagar alam dunia
 karena Karst Citatah sebagai tempat ditemukannya "manusia Pawon" 
(fosil) yang menjadi ciri karst dari Indonesia.
 Selain itu, kata dia, "manusia Pawon" yang ditemukan merupakan 
penemuan yang sangat langka. "Kami mengusulkannya karena Gua Pawon 
memiliki dua kelebihan, selain karena karst, juga ada penghuninya 
(manusia Pawon)," pungkasnya. 

Firman Juliansyah 



PT INDISMART KREATIF IDEA

Jl. Tubagus Ismail XVI No. 7, Bandung, Indonesia 40134

T: +62 22 2503761 F: +62 22 2508155

Mobile: +62 81 320 656 905

Email : [email protected]



http://www.indi-smart.com

http://www.myindismart.blogspot.com

http://www.facebook.com/firmanjul

http://www.firmanjul.wordpress.com


      

Kirim email ke