Waduh, ini sepertinya Om dah jago banget yak dalam hal demokrasi ?? hehehe,
tapi coba deh buktikan sama saya mana siy satu negara yang bener2
melaksanakan Demokrasi ini ??? Israel ?? Amrik ? UK ?? Kalo itu jawaban yang
akan Om kasih, berarti Om belum tahu apa arti demokrasi itu.

Sorry Prof... :)

-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Dana Pamilih
Sent: Wednesday, November 02, 2005 9:42 AM
To: [email protected]
Subject: [wanita-muslimah] Re: Heboh Novel The Da Vinci Code


Yg belum setuju demokrasi biasanya belum pernah melihat bagaimana
demokrasi yg sebenarnya itu berjalan.

Mengapa Anda tidak setuju dg asumsi bahwa demokrasi itu yg terbaik
saat ini?  Coba jelaskan.

Rakyat Irak aja yg pemilunya dibom bunuh diri terus2an itu enggak
gentar dan tetap nyoblos.  Yg tidak mau demokrasi itu selalu penguasa
diktator yg tidak mau kehilangan kekuasaannya.  Apapun ideologinya.
Karena rakyat akan selalu menuntut demokrasi maka pemimpin yg baik
dan adil akan juga ingin menegakkan demokrasi.

--- In [email protected], "Tri Budi Lestyaningsih
\(Ning\)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Menurut saya nda akan nyambung diskusinya kalau begini, prof.
Kenapa?
> Karena anda sudah mengasumsikan bahwa demokrasi adalah system yang
final
> dan terbaik untuk manusia di seluruh dunia. Asumsi tersebut harus
> divalidate dulu, prof. Tidak semua orang setuju dengan asumsi
tersebut,
> sebagaimana juga saya.
>
> Anda harus tahu dulu posisi partner diskusi anda, prof.
>
> Mohon maaf. Ini sekedar saran.
> Wassalaam,
> -Ning
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Dana Pamilih
> Sent: Tuesday, November 01, 2005 5:05 PM
> To: [email protected]
> Subject: [wanita-muslimah] Re: Heboh Novel The Da Vinci Code
>
> Lho, justru saya minta kpd Anda supaya mencocokkan dg kenyataan di
> Iran apakah kriteria2 demokrasi itu terpenuhi.  Kan Anda yg lebih
> tahu mengenai Iran.
>
> Kalau terpenuhi ya bagus lah dan selamat bagi rakyat Iran yg akan
> memetik kebahagiaan dari keadilan dan kemakmuran.  Kalau belum,
terus
> terang sih EGP, karena Alhamdulillah, di tanah air tercinta
Indonesia
> kriteria demokrasi itu sudah terpenuhi secara prinsip tinggal
> implementasinya diperlancar.
>
> --- In [email protected], "H. M. Nur Andurrahman"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Ana Muammar Qaddhafi, cucu Abah HMNA, mendapat amanah dari Abah
> mulai menjelang akhir Ramadhan untuk mengirim e-mail ke WM dan MD,
> apa yang menurut ana punya pertimbangan sendiri, dengan syarat
hanya
> boleh menjawab satu kali dengan cararan ana tidak diizinkan untuk
> menjawab selanjutnya.
> >
>
MQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQQMQQMQ
> MQQMQMQMQMQMQMQQMQ
> >
> >
> > Ou la la, al-syaikh el senior Prof. DR Dana Pamalih sudah bikin
> desertasi tentang Iran, ya.  Tolong deh khabarkan kepada khalayak
di
> mailing list ini Judul Desertasinya itu !
> > MQ
> >
> >   ----- Original Message -----
> >   From: Dana Pamilih
> >   To: [email protected]
> >   Sent: Tuesday, November 01, 2005 12:26 AM
> >   Subject: [wanita-muslimah] Re: Heboh Novel The Da Vinci Code
> >
> >
> >   Utk suatu negara disebut demokratis berarti harus lulus uji
> beberapa
> >   kriteria, umumnya adalah
> >
> >   - adanya pemilu yg bebas dan rahasia
> >   - adanya lembaga2 negara yg dibedakan yudikatif, eksekutif dan
> >   legislatif yg independen
> >   - lembaga legislatif memiliki hak penuh utk menentukan UU
> >   - tidak adanya lembaga tak terpilih oleh rakyat yg memiliki hak
> veto
> >   yg mengikat
> >   - adanya kebebasan pers
> >   - adanya partisipasi masyarakat dalam politik
> >   - dihargainya hak kepemilikan pribadi (property rights)
> >
> >   dsb.
> >
> >   Kelihatannya di Iran itu ada pemilu tetapi masih mirip jaman
Orba
> >   bahwa calon2 legislatifnya harus lulus seleksi 'keislaman' spt
> juga
> >   harus lulus seleksi P4.
> >
> >   Terus adanya adu tawar dilingkungan pemerintah saja tidak cukup
> utk
> >   mengkategorikan bahwa negara tsb sudah demokratis.
> >
> >   Silahkan nilai sendiri apakah Republik Iran memenuhi kriteria
> >   demokratis selengkapnya.
> >
> >   Mungkin ada baiknya jika bung MQ ini juga mulai membaca buku2
> >   filsafat Barat, dan melihat perkembangan pemikiran Barat
> >   mulai dari Socrates s/d Derrida.
> >
> >   Tanpa membaca buku2 ini akan sukar mengerti alur pemikiran para
> bule
> >   ini dan akibatnya diskusi akan hanya berslogan ria tanpa
analisa
> yg
> >   mantap.
> >
> >   --- In [email protected], "H. M. Nur Abdurrahman"
> >   <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >   >
> >   > Ana Muammar Qaddhafi, cucuc Abah HMNA, mendapat amanah dari
> Abah
> >   mulai menjelang pertemgahan Ramadhan untuk mengirim e-mail ke
WM
> dan
> >   MD, apa yang menurut ana punya pertimbangan sendiri, dengan
> syarat
> >   ana tidak diizinkan untuk ikut diskusi. Ini ana kirim sepenggal
> >   salinan dari tulisan Abah Seri 092, bagaimana tata-negara
> demokrasi
> >   barat perlu belajar dari "theokrasi"=nya Iran
> >   >
> >   > Wassalam
> >   >
> >
>
MQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQMQQMQQMQ
> >   MQQMQMQMQMQMQMQQMQ
> >   >
> >   > .
> >   > Kalau saya tidak salah dalam sebuah acara sejenis tangkas
> cerdas di
> >   televisi, yang juru omongnya (MC) adalah Rano Karno, ada
> pertanyaan
> >   tentang sebuah negara fundamental Islam, theokrasi, dan
> dikatator.
> >   Remaja kita peserta tangkas cerdas itu tidak ada yang dapat
> menjawab.
> >   Maka dengan rasa bangga Rano Karno membacakan, bahwa itu adalah
> >   negara Iran.
> >   >
> >   > Itulah prasangka yang dibungkus kemasan teori ilmiyah
> disalurkan
> >   melalui jalur tata-komunikasi barat. Benarkah Iran itu sebagai
> suatu
> >   negara, ataupun kelompok-kelompok pejuang Islam adalah kaum
> >   fundamentalis, yang berbahaya bagi demokrasi barat, menurut
> >   Huntington?
> >   >
> >   > Kantor Berita Reuter, yang dimuat di Fajar 10 Agustus 1993
yang
> >   lalu, menyiarkan seperti berikut: "Rafsanjani yang dilantik
Rabu
> lalu
> >   untuk menduduki kursi kepresidenan selama empat tahun untuk
yang
> >   kedua kalinya, menunjuk tim pemerintahannya yang beranggotakan
23
> >   orang. Dia mengajukan nama-nama tersebut melalui sepucuk surat
> yang
> >   dibacakan dalam majelis. Sedemikian jauh tidak segera ada
> indikasi
> >   dari kalangan konservatif (dalam majelis) apakah mereka akan
> menerima
> >   seluruh menteri yang diusulkan oleh Rafsanjani tersebut."
> >   >
> >   > Ada pepatah, nilai warisan budaya moyang kita yang masih
> relevan
> >   hingga kini: Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu
gamang
> jua.
> >   Ini berlaku pula bagi Huntington. Huntington, sang Tupai ini
> akhirnya
> >   gamang juga, oleh berita yang dikutip di atas itu. Apabila kita
> >   sedikit jeli, berita tersebut mengungkapkan bahwa teori tentang
> >   ancaman fundamentalisme Islam yang membahayakan demokrasi
barat,
> >   tidak membumi. Teori tersebut ditolak oleh realitas dari dunia
> >   empiris.
> >   >
> >   > Selama ini saya menyangka bahwa sistem pemerintahan negara
yang
> >   berbentuk republik hanya dua jenis: Kabinet persidensial dan
> kabinet
> >   parlementer. Itulah demokrasi barat. Lalu bagaimana dengan
sistem
> >   pemerintahan Republik Islam Iran? Cobalah baca penggalan
berita:
> >   Sedemikian jauh tidak segera ada indikasi dari kalangan
> konservatif
> >   (dalam majelis) apakah mereka akan menerima seluruh menteri
yang
> >   diusulkan oleh Rafsanjani tersebut.
> >   >
> >   > Rafsanjani mengusulkan menteri ke majelis. Apa artinya itu?
> Proses
> >   pembentukan pemerintahan dilakukan presiden bersama-sama dengan
> >   majelis. Terus terang belum pernah saya dengar sebelumnya
proses
> >   pembentukan pemerintahan seperti itu dalam ilmu tatanegara.
> Demikian
> >   pula melalalui berita itu dapat kia lihat bagaimana Syari'at
> >   Islam "wa amruhum syura baynahum", dan urusan mereka
> dimusyawarakan
> >   di antara mereka, dijabarkan ke dalam Ilmu Fiqh dalam ruang
> lingkup
> >   ketatanegaraan oleh ummat Islam yang Syi'ah. Sebelum membaca
> berita
> >   itu saya belum tahu tentang penjabaran Syari'at ke dalam Fiqh
di
> >   kalangan Syi'ah itu, karena saya bukan Syi'ah, namun saya
sangat
> >   berterima kasih kepada Syi'ah oleh karena ilmu saya bertambah
> >   (terlepas dari perbedaan theologi antara Ahlu sSunnah dengan
> Syi'ah).
> >   >
> >   > Semestinya pers kita merengguk keluar menjadi milik kita
> istilah
> >   fundamentalis Islam dari tata-komunikasi barat dengan
> memberikannya
> >   konotasi yang positif. Sebab bukankah fundamentalis berarti
Ahlu
> >   sSunnah? Fundamentalis Islam adalah ahlu sunnah, bukan teokrasi
> dan
> >   bukan pula diktator, terlebih-lebih lagi bukan terroris.
> Huntington
> >   perlu belajar dari fundamentalis Islam tentang proses yang
sangat
> >   demokratis dalam pembentukan kabinet.  Bagaimana tuan
Huntington
> dan
> >   para pengagumnya yang ada di kampus-kampus Perguruan Tinggi di
> >   Indonesia? WaLlahu a'lamu bishsshawab.
> >   >
> >   > *** Makassar, 22 Agustus 1993
> >   >     [H.Muh.Nur Abdurrahman]
> >   > [Penggalan dari Seri 092, Arus Informasi Tentang Isu
Demokrasi,
> >   Fundamentalisme dan Terrorisme
> >   > Antara Prasangka, Teori dan yang Empiris]
> >   >
> >   >
> >   >   ----- Original Message -----
> >   >   From: Anti Teokrasi
> >   >   To: [email protected]
> >   >   Sent: Monday, October 31, 2005 15:45
> >   >   Subject: Re: [wanita-muslimah] Heboh Novel The Da Vinci Code
> >   >
> >   >
> >   >   SUTIYOSO WIJANARKO WIJANARKO <[EMAIL PROTECTED]>
> wroteBoleh
> >   tanya engga?.....anti teokrasi itu juga berarti anti Tuhan
engga
> ya?
> >   >
> >
>
______________________________________________________________________
> >   _____
> >   >
> >   >
> >   >   Lik Yoso,
> >   >   ya nggak lah yauw. teokrasi itu adalah sistem pemerintahan
> yang
> >   mencatut nama tuhan untuk kepentingan manusia itu sendiri.
> sedangkan
> >   anti tuhan itu ya damien omen (pernah nonton filemnya belum?).
di
> >   agamanya situ mungkin disebut dajjal ya.
> >   >
> >   >   anti teokrasi itu cuma anti terhadap sistemnya bukan
> orangnya.
> >   anti teokrasi itu temen baiknya tuhan. kita mesra-mesra aja kok
> >   (temen tapi mesra). nggak pernah saling mencatut nama masing-
> masing
> >   untuk nakut-nakutin orang (dengan neraka jahanam). apalgi maksa-
> maksa
> >   untuk menjadi seperti golongan sendiri.
> >   >
> >   >   bahasa sononya: aku sira dudu liyan (we are just the same).
> >   >
> >   >   Noteo
> >   >
> >   >
> >   > [Non-text portions of this message have been removed]
> >   >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >   Milis Wanita Muslimah
> >   Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun
> masyarakat.
> >   Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> >   ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-
> muslimah/messages
> >   Kirim Posting mailto:[email protected]
> >   Berhenti mailto:[EMAIL PROTECTED]
> >   Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-
[EMAIL PROTECTED]
> >   Milis Anak Muda Islam mailto:[email protected]
> >
> >   This mailing list has a special spell casted to reject any
> attachment ....
> >
> >
> >
> >   SPONSORED LINKS Women  Women in islam
> >
> >
> > ------------------------------------------------------------------
--
> ----------
> >   YAHOO! GROUPS LINKS
> >
> >     a..  Visit your group "wanita-muslimah" on the web.
> >
> >     b..  To unsubscribe from this group, send an email to:
> >      [EMAIL PROTECTED]
> >
> >     c..  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms
> of Service.
> >
> >
> > ------------------------------------------------------------------
--
> ----------
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun
masyarakat.
> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-
muslimah/messages
> Kirim Posting mailto:[email protected]
> Berhenti mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Milis Keluarga Sejahtera mailto:[email protected]
> Milis Anak Muda Islam mailto:[email protected]
>
> This mailing list has a special spell casted to reject any
attachment
> ....
> Yahoo! Groups Links
>







Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:[email protected]
Berhenti mailto:[EMAIL PROTECTED]
Milis Keluarga Sejahtera mailto:[email protected]
Milis Anak Muda Islam mailto:[email protected]

This mailing list has a special spell casted to reject any attachment ....
Yahoo! Groups Links







______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
______________________________________________________________________



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/aYWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:[email protected]
Berhenti mailto:[EMAIL PROTECTED]
Milis Keluarga Sejahtera mailto:[email protected]
Milis Anak Muda Islam mailto:[email protected]

This mailing list has a special spell casted to reject any attachment .... 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke