Kang Sabri berkata :
anda boleh memukul drumd di rumah
sesuka hati anda bahkan tanpa irama, tapi bila anda ikut kontes menabuh
drumb dan tidak mengikuti kaidah yang berlaku, selain tidak memenangkan
kontes; bisa dilempar sandal oleh penonton :=))
-----
Jano-ko bertanya ,
Jadi......Hermeneutika = Fenomena Taklid Baru ?, mohon pencerahannya
Wassalam
st sabri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
setiap individu berhak menafsirkan dan mengamalkan al-qur'an untuk
dirinya sendiri. Kalo untuk diajarkan kepada publik, kriteria tertentu
harus dipenuhi.
contoh, anda boleh menari " gambyong " sesuka hati anda, di rumah anda
sendiri; tapi bila anda akan menari untuk pertunjukan, maka dibutuhkan
mengikuti kaidah-kaidah tari gambyong. anda boleh memukul drumd di rumah
sesuka hati anda bahkan tanpa irama, tapi bila anda ikut kontes menabuh
drumb dan tidak mengikuti kaidah yang berlaku, selain tidak memenangkan
kontes; bisa dilempar sandal oleh penonton :=))
salam
On Sun, 2006-12-17 at 07:36 -0500, Dwi W. Soegardi wrote:
> Sekalian numpang tanya .... :-)
>
> Dalam surat al-Qamar (54) ada 4 ayat yang sama, ayat 17, 22, 32 dan
> 40.
> "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran, maka
> adakah
> orang yang mengambil pelajaran?"
>
> Dalam sebuah palajaran tafsir tentang ayat-ayat ini dikatakan bahwa
> al-Quran
> mudah dipelajari sehingga orang dengan berbeda latar belakang, tingkat
> pendidikan dapat mengambil pelajaran darinya.
>
> Tapi di lain pihak, selalu dikatakan pula tidak boleh sembarangan
> menafsirkan al-Quran,
> persis seperti "concern" Mas Muhkito.
>
> Tentu saja ada ayat yang lain yang memerintahkan bertanya kepada yang
> tahu,
> apakah dengan demikian dalam mengambil pelajaran dari al-Quran harus
> selalu
> mengikut yang memenuhi kualifikasi?
>
> .... wah jangan-jangan ini termasuk "tafsir" saya yang tidak
> kualifaid :-(
>
> salam,
> DWS
>
>
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]