Salam kenal mas Muhktio Afiff,

Saya kuliah di depok angkatan 87, sastra Inggris. Sekarang saya jadi 
kuli di AlQuran Seluler, layanan dakwah via hp, berupa sms dan 
mendengar rekamaan ceramah Aa Gym, Arifin Ilham, Didin Hafidhuddin, 
Lutfiah Sungkar dan Ihsan Tandjung via tlp.

Apa mas kenal mas Wikan yang juga di Jerman? Bagaimana dengan mas 
Syamsudin Arif Phd?

Monggo, mangga, please, tafadhal, bitte, mampir ke 
http://peaceman.multiply.com jadi tak harus susah payah Googling ...

;-)

salam,
satriyo

PS:
yang mas maksud 'antar peradaban' itu apa mas? ;-)


--- In [email protected], "Muhkito Afiff" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Menarik sekali bagi saya mengikuti diskusi Pak Ary Setijadi dengan 
> Mas Satriyo. Selain menambah wawasan, juga bisa dipakai sebagai 
> contoh diskusi antara dua peradaban :)
> 
> Maaf kalo postingan saya selanjutnya ini OOT. 
> 
> Btw, saya merasa pernah mendengar nama "Ary Setijadi", dan rasanya 
> familier dengan nama itu, tapi saya lupa saya mendengar di mana. 
> 
> Setelah nanya sama mbah Google, owalah... jebulnya Pak Ary ini 
seniro 
> dan dosen saya!
> 
> Apakah kita pernah bertemu ya? 
> Jangan-jangan beliau pernah nge-OS saya di LSKK :) 
> Tapi yang jelas bukan di OS himpunan, karena saya non-him :))
> 
> Pak Ary, kebetulan saya dulu satu indekos di Ciheulang bersama para 
> seniro: Ratmono Yulianto dan Achmad "Mamak" Sidik (EL90), Muslih 
> (87), Taufik (86). Di Duisburg, kota saya sekarang, ada Pak Ihsan 
> "Imuchtarom" Hariadi (81) dan juga beberapa adik angkatan saya.
> 
> Weleh-weleh, what a small world, kemana2 kok ketemu tukang setrum 
> melulu :)
> 
> salam,
> 
> muhkito
> 
> 
> --- In [email protected], 
> "asetijadi2004" <ary.setijadi@> wrote:
> >
> > --- In [email protected], "satriyo" <efikoe@> wrote:
> > >
> > > > Ya,
> > > > ketika anda memandang orang lain salah
> > > > orang itu bisa jadi memandang anda yang salah
> > > > 
> > > > silahkan anda introspeksi saja
> > > > 
> > > 
> > > sama dong, kan memang begitu, dan bagi saya tidak masalah. tapi 
> ko 
> > > anda tidak menjawab pertanyaan saya? introspeksi juga yuk ...
> > > 
> > 
> > oleh karena itu, 
> > nggak usah make bilang sesat-sesatan lah
> > bisa jadi diri sendiri yang sesat
> > 
> > emang diri kita sudah pasti benernya?
> > Sebaik apapun niat kita.
> > 
> > 
> > > > 
> > > > Oh iya adil....
> > > > 
> > > > Mas Satriyo, anda kan yang menista JIL di milis ini.
> > > > 
> > > > Buktikan ke saya bahwa Anda memang mengerti dan bukan hanya 
> > > > berlindung dibalik karya dari orang2 yang tidak ikut di milis 
> ini.
> > > > 
> > > > Jika tidak, ya Anda memang sekedar menebar fitnah semata.
> > > > 
> > > > Saya sudah baca banyak ttg artikel-artikel ttg JIL dari orang 
> > yang 
> > > > itu-itu juga, saya tidak melihat apa-apa yang anda tuduhkan. 
> > > > Kebanyakan isinya bukan fakta tapi hanyalah OPINI.
> > > > 
> > > > 
> > > 
> > > sepertinya anda memang hanya menuntut saja tanpa mau bersikap 
> fair.
> > > [1] mana buktinya saya menista JIL. jangan opini ya, FAKTA!
> > 
> > ;-) 
> > Padahal saya nggak pingin membeberkan, 
> > tapi karena diminta ya udah.
> > 
> > [1] Menista JIL
> > 
> > - Posting 2 artikel yang berisi opini bahwa JIL sesat
> > Yang sebetulnya tidak jadi soal jika memang dibahas dengan detil.
> > 
> > Kutipan dari posting2 Anda sendiri:
> > 
> > - "...JIL yang jelas sesat saja..."
> > 
> > - "...pemikiran dan kiprah amal mereka tidak jarang membahayakan 
> > akidah ummat..."
> > 
> > - "...merekalah yang memulai memusuhi dengan memberi label 
> > fundamental, skripturalis, de el el, de se te ... yang intinya 
> mereka 
> > mengklaim merekalah yang benar dan patut dijadikan acuan 
sedangkan 
> > yang tidak sejalan dengan mereka adalah 'musuh' ... dan tidak 
patut 
> > jadi acuan"
> > 
> > - "apakah ada tulisan yang kontra dengan pendapat JIL yang bisa 
> masuk 
> > ke koran tempo atau tempo, atau kompas ... yang menurut saya 
mereka 
> > itu jelas penyokong dan pendukung sekaligus wadah 'curhat' 
eksponen 
> > JIL ..."
> > 
> > - " tidak silaturahim (padahal beberapa kali kalangan JIL 
diundang 
> ke 
> > acara diskusi tapi tdk ada yang hadir, karena setahu saya mereka 
> tdk 
> > pernah mengundang diskusi kalangan selain JIL), sok benar 
sendiri, 
> de 
> > es te, de el el ..."
> > 
> > - "...JIL yang jelas menyesatkan "
> > 
> > - Mengambil kutipan sbg. bagian dari argumen:
> > 
> > "Bagi kaum pluralis, pendapat-pendapat itu tidak penting. Yang 
> > penting bagi mereka adalah bagaimana agar teks al-Qur'an itu 
> > `ditekuk' lehernya agar tunduk kepada realitas dan konteks yang 
> > tengah berlaku."
> > 
> > "Tentu saja, Alwi terlalu berani untuk mengartikan ayat di atas 
> > secara serampangan"
> > 
> > - "lagian apa memang saya jelas2 menghukumi (entah apa maksudnya) 
> > bahwa liberal itu jelek dan sesat? sejauh ini saya jelas 
menyatakan 
> > bahwa mereka yang mengaku (bukan saya melabeli ko) liberal atau 
> > semacamnya itu dari pemikiran mereka terlihat kecenderungan untuk 
> > tidak taat pada Quran dan Hadis, atau setidaknya mereka punya 
cara 
> > menafsirkan Quran dan Hadis dan segala 'turunannya' ..."
> > 
> > - " nah, yang jadi masalah adalah sikap mereka ini kemudian 
> dianggap 
> > keterlaluan dan keblinger karena sampai pada taraf menggugat 
> otoritas 
> > Hadis dan Quran. Tidak jarang mereka mempermainkan makna yang 
> > dimaksud oleh sebuah hadis atau ayat quran sehingga sesuai dengan 
> > keinginan mereka. lihat postingan saya terakhir tentang 'ayat 
> > pluralisme'."
> > 
> > - "... tapi lagi-lagi bagi yang menentang penerapan hukum Allah, 
> > progresif adalah berani menentang hukum Allah karena bagi mereka 
> ada 
> > hukum Allah yang sudah kadaluwarsa dan tidak sesuai zaman, 
seperti 
> > (konon kabarnya) jilbab yg notabene tradisi arab, atau nikah 
sesama 
> > muslim, atau hak waris perempuan yang  tdk sama dengan laki-laki, 
> > atau perempuan tidak bolah jadi imam shalat, atau bahkan 
> menjalankan 
> > shalat wajib, berpuasa, hingga menunaikan haji yang katanya 
> hanyalah 
> > praktek simbolis, atau zakat yang bisa diganti dengan pajak, atau 
> > poligami yang sama dengan menindas perempuan dan menunjukkan 
> dominasi 
> > laki-laki, dst dll...."
> > 
> > - " wah ... udah ga jelas namanya siapa ko berani bawa2 nama 
Allah, 
> > Rasul, dll. mungkin memang habis face/off ya bleh...? "
> > 
> > - "JIL pun melakukan kekerasan intelektual? ya, mereka dengan 
> segala 
> > upaya yang bisa mereka lakukan selalu berusaha lebih dulu 
> > mendiskreditkan sesama saudara seiman yang tidak setuju dan 
> > sepemahaman dengan mereka, bahkan setelah mereka (baik yang resmi 
> JIL 
> > maupun yang sepaham dan pendukung JIL) sekarang hampir 'menguasi' 
> > sejumlah perguruan tinggi islam, tidak segan2 mereka meminggirkan 
> > bahkan menyingkirkan kolega mereka yang tidak sepaham. bukankah 
itu 
> > kekerasan? "
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > > [2] yang berlindung siapa? berlindung yang anda maksud itu apa? 
> > jika 
> > > merujuk kepada karya orang anda anggap berlindung, maka anda 
juga 
> > > NGUMPET di balik OPINI orang lain juga. sama kan? kalo MALES 
baca 
> > > atau cari tahu langsung bilang saja mas, ga usah bertele-
tele ...
> > 
> > Oleh karena itu, 
> > saya kan sudah minta kita bedah satu-satu.
> > 
> > Supaya kita bisa bedakan mana yang opini mana yang memang faktual.
> > 
> > Saya sudah minta anda mulai dari bagaimana anda bisa sampai pada 
> > kesimpulan bahwa "Hermeneutics itu cara non-muslim untuk 
> menafsirkan 
> > Al-Quran" dan "Bagi JIL Al-Quran itu bukan wahyu tapi produk 
budaya 
> > arab".
> > 
> > Karena kesimpulan saya berbeda, yaitu:
> > 
> > 1. Hermeneutics itu substansinya sebetulnya umum dalam penafsiran 
> > teks apapun. Bahkan saya bilang merupakan turunan dari mantiq. 
> > Istilahnya yang nggak "ngarab" itu karena dikasih judulnya 
> kebetulan 
> > dibarat.
> > Apakah karena judulnya Logic jadi kalah islami dari mantiq?
> > 
> > 2. JIL tidak pernah bilang Al-Quran itu bukan wahyu. Semua guru-
> > gurunya juga nggak pernah bilang begitu.
> > 
> > Rujukan anda itu menurut saya nggak valid.
> > Yakinkan saya, karena anda yang membawa masalah itu ke milis ini.
> > 
> > Lha kalo kita nggak diskusi dan saya waton percaya sama anda, apa 
> > nggak menyalahi keislaman saya sendiri kalau begitu?
> > 
> > > [4] sudah baca toh ternyata! orang yang itu2 itu yang mana? 
> jangan 
> > > fuzzy mas. kalo memang anda BUTA krn tidak bisa lihat ya jangan 
> > > salahkan benda yang tidak bisa anda lihat, karena orang2 lain 
> yang 
> > > menghadiri diskusi oleh 'orang yang itu-itu juga' ternyata 
mereka 
> > > paham ko, termasuk salah satunya pengurus senior yayasan Al-
> Azhar. 
> > > anda berani mengatakan bahwa pengurus itu tidak beda dengan 
saya 
> > yang 
> > > di mata anda hina dan nista?!! 
> > 
> > Ya temen-temen INSIST.
> > Hampir semua artikel yang datang dari mereka isinya ya menghujat 
> yang 
> > lain. 
> > 
> > Oh iya...disana ya ada pengurus senior yayasan Al-Azhar. ;-)
> > 
> > Kalau fakta di JIL gimana?
> > Bagaimana dengan Cak Nur, Azyumardi Azra dll.
> > Bagaimana dengan simpatisannya seperti Gus Dur.
> > 
> > Apa anda berani berkata mereka lebih nista lagi?
> > 
> > Namanya juga manusia, biasa saja lah salah.
> > Nabi saja mungkin salah.
> > Apalagi 'cuma' pengurus yayasan Al-Azhar.
> > 
> > > > 
> > > > Oooo..off-the-record tho...
> > > > jadi kita harus percaya saja sama sampeyan kalo "JIL itu 
jelek".
> > > > 
> > > > Ya saya harus bagaimana, 
> > > > sampai titik ini, Anda memang hanya memfitnah
> > > > 
> > > > 
> > > 
> > > lho kan di atas saya sebutkan sejumlah rujukan yang lebih 
detail 
> > dari 
> > > sekadar perndapat saya yang hina dan nista ini, tapi anda tidak 
> > > gubris, tidak mau tahu, ko tetap ingin menggantung saya 
sih ...? 
> > > sampeyan ini mau nya apa ...? gak usah malu dan malu-malui 
ngaku 
> > anda 
> > > memihak dan membela JIL ... gpp ko. Yan pe de dong ... ksian tu 
> > > Guntur Romli dkk punya pembela yang ga jelas gini ...
> > 
> > ;-))
> > Aku sih nggak ada urusan dengan JIL.
> > 
> > Yang aku nggak suka dari JIL itu sekarang memang agak provokatif 
> (spt 
> > kasus wine-nya Hamid). Padahal dulunya nggak gitu.
> > 
> > Di sisi lain, ulil kan pernah nulis, dia merasa harus agak high-
> > profile karena sudah dizalimi terus-terusan tanpa ada kesempatan 
> > untuk membela diri.
> > 
> > Ya ayo kita mulai lagi dari diskusi yang di atas.
> > 
> > > 
> > > > 
> > > > Bukan JIL yang harus ditegur.
> > > > Tapi setiap orang yang berbuat mungkar.
> > > > Jika JIL memang berbuat mungkar kita tegur.
> > > 
> > > ah tapi menurut anda JIL bukan yang mungkar kan?
> > > 
> > 
> > Apakah JIL mukuli perempuan?
> > Apakah JIL melarang NU, Muhammadiyah, Syiah, Sunni?
> > Apakah JIL membakar mesjid ahmadiyah?
> > dll.
> > 
> > Apa sih kemungkaran JIL itu menurut Anda, mas Satriyo?
> > 
> > > > Ya sudah kalo begitu, ;-)
> > > > anda memang tidak kenal saya.
> > > > Tapi saya kenal anda dari posting-posting anda
> > > > 
> > > 
> > > itu kan OPINI anda, bukan FAKTA ...!
> > > 
> > 
> > "Anda memang tidak kenal saya" itu FAKTA. 
> > Karena kita sepakat bukan ;-)
> > 
> > "Saya kenal anda dari posting2 anda" memang opini.
> > Saya nggak bilang itu fakta bukan?
> > ;-)
> > 
> > Silahkan anda mulai jika memang anda tidak memfitnah,
> > untuk menguraikan kesesatan JIL.
> > 
> > Salam
> > Ary
> >
>


Kirim email ke