http://www.suarapembaruan.com/News/2007/10/29/Internas/int01.htm
SUARA PEMBARUAN DAILY Ibu Negara Argentina Menang Pemilihan Presiden AP/Natacha Pisarenko Calon presiden dari Partai Frente Para la Victory yang kini berkuasa, Cristina Fernandez de Kirchner (kanan) memasukkan kertas suara di Rio Gallegos, selatan Argentina, Minggu (28/10). [BUENOS AIRES] Ibu Negara Argentina Cristina Fernandez de Kirchner, Minggu (28/10), menjadi perempuan pertama dalam sejarah Argentina yang berhasil terpilih sebagai presiden. Hasil penghitungan suara, yang disiarkan segera setelah tempat pemungutan suara (TPS) ditutup memprediksikan Cristina menang 46 persen suara. Jumlah itu melampaui target 45 persen suara yang dibutuhkan agar Cristina dapat dinyatakan pemenang. Berdasarkan angka perolehan suara yang diberikan oleh dua jaringan televisi, yakni TN dan Cronica, posisi ke-2, yang hanya meraih 24 persen suara, ditempati Elisa Carrio, mantan anggota parlemen serta bekas ratu kecantikan. Sedangkan 12 kandidat lain meraih suara yang jauh lebih kecil. Pencoblosan di Buenos Aires diperpanjang hingga satu jam karena padatnya warga yang ingin memberikan suara di TPS-TPS di ibukota Argentina tersebut. Argentina mewajibkan 27 juta warganya yang memiliki hak suara untuk mencoblos. Jika kemenangan Cristina dipastikan oleh hasil perhitungan suara resmi, dia akan mengambil alih kepemimpinan Argentina dari tangan suaminya, yakni mantan Presiden Nestor Kirchner, pada Desember nanti. Kirchner (57 tahun) tidak menyebutkan mengapa ia memutuskan untuk menyingkir dan memberikan jalan bagi istrinya hanya berselang satu setengah tahun menjelang habisnya masa kepemimpinannya yang dipegang dengan popularitas tinggi. Cristina Fernandez dalam kampanye berjanji untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan kiri Kirchner untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Argentina. Perekonomian negara itu menguat secara mengesankan setelah mengalami kemerosotan pada 2001. Kegandrungan Cristina akan busana hasil rancangan desainer Eropa, serta reputasi dia yang dikenal arogan, juga menimbulkan julukan tersendiri di kalangan media massa Argentina sebagai Eva, atau "Evita", Peron, istri ke-2 Presiden Juan Peron. Evita adalah politisi perempuan Argentina paling fenomenal. Sebetulnya, presiden perempuan Argentina yang pertama adalah Isabel, istri ke-3 Juan Peron. Tetapi, Isabel menjabat sebagai presiden karena naik dari jabatannya sebagai wakil presiden, setelah suaminya wafat pada 1974, dan tidak pernah mengikuti pemilu. Ia akhirnya tersingkir akibat kudeta dua tahun kemudian. Kaum Miskin Dukungan terhadap Cristina sebagian besar berasal dari kaum miskin Argentina, yang diperkirakan mencapai seperempat dari total populasi negara itu yang berjumlah 40 juta jiwa. Masyarakat miskin Argentina menyetujui kebijakan-kebijakan Kirchner untuk mengucurkan banyak dana ketika ia harus mengendalikan harga bahan bakar minyak dan barang-barang kebutuhan pokok. Mereka yakin, Cristina akan melaksanakan kebijakan-kebijakan serupa dengan keberadaan sang suami di sampingnya. Tetapi, kritik dan pengamat para pakar ekonomi dari luar Argentina memprediksikan pemulihan ekonomi negara itu tidak akan mudah. Mereka sebaliknya mendesak agar dilakukan sejumlah langkah untuk mengendalikan hiperinflasi dan rendahnya investasi asing. Mereka mengatakan, pengurangan harga di pasar energi, investasi asing yang rendah, dan bersandarnya negara itu pada booming harga komoditas baru-baru ini sudah terlampau jauh, sehingga menyebabkan keterpurukan ekonomi. Cristina, senator berusia 54 tahun, secara terang-terangan mengaku kagum terhadap Evita Peron, ibu negara antara 1946-1952. Cristina memiliki kesamaan selera glamor dengan Evita. Sedangkan di luar Argentina, Cristina disejajarkan dengan Hillary Clinton, senator dari Partai Demokrat AS dan istri mantan Presiden Bill Clinton. Hillary telah mencalonkan diri untuk bertarung pada pilpres 2008. Cristina sendiri tampak tidak terlalu berupaya meredam penilaian tersebut. Bahkan, dalam sebuah wawancara, Cristina mengatakan, "Saya menyukai Hillary. Mencontoh keberaniannya serta keberadaan Hillary sebagai perempuan modern dan cerdas yang dapat membangun citra bahwa ia berpartner bersama suaminya ketimbang memisahkan diri dari dia." Kirchner secara terang-terangan memuji kualitas istrinya, yang dalam beberapa hal dianggap dapat mendorong keberhasilan kebijakannya selama ini. "Cristina berperan menciptakan perubahan untuk memperbaiki situasi yang muncul akibat krisis ekonomi Argentina pada 2001," kata Kirchner. [AFP/E-9] Last modified: 29/10/07 [Non-text portions of this message have been removed]
