http://www.riaupos.com/berita.php?act=full&id=3562&kat=5


Dari Sandiwara Century ke Sandiwara Dulmatin
12 Maret 2010

  
"DAN tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan 
sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka 
mengetahui." (QS Al-Ankabuut: 64). Ya, dunia ini panggung sandiwara. Begitu 
Nicky Astria memulai lirik dalam lagu Panggung Sandiwara.

Kita tentu ingat di saat kesimpulan skandal Century terdedahkan ke muka ratusan 
juta rakyat Indonesia, tiba-tiba Densus 88 Mabes Polri membuat cerita baru. 
Dulmatin, tersangka teroris yang paling dicari di Asia Tenggara tewas diterjang 
peluru di Pamulang, Jakarta Selatan. Serta-merta, pembicaraan orang banyak 
berubah total. Media-media dihiasi keberhasilan Polri dan pemerintah menumpas 
gerakan teroris. Lalu bagaimana skandal Bank Century? Untuk sementara hilang 
dari peredaran. Adapun tindaklanjutnya, sudah pasti kurang mendapat tempat.

Ya. Inilah sandiwara itu. Tafsiran-tafsiran bermunculan dari berbagai pihak. 
Isu terorisme yang tiba-tiba muncul di tengah hiruk-pikuk pertarungan antara 
istana dan DPR terkait skandal Bank Century, mulai memunculkan kecurigaan 
publik bahwa ada pengalihan isu oleh pemerintah. 

Benar atau tidaknya tafsiran ini, kembali ke kita. Dari sudut pandang mana kita 
melihat, hasilnya juga pasti beda. Kalau kita konsen kepada skandal Century, 
lalu muncul isu terorisme, penilaian sedikit banyaknya akan menyebutkan ini 
bagian dari pengalihan isu. Harus diingat, kita hanyalah sutradara kecil di 
muka bumi ini. Ada yang maha sutradara di atas segala-galanya. Semuanya diatur 
oleh Allah SWT. Bisa saja kita menuduh pemerintah menciptakan kasus ini untuk 
menutup kasus itu. 

Tapi kalau Allah tidak berkehendak, pastilah sesuatu itu takkan terjadi. Kalau 
sesuatu terjadi bagaikan efek domino, jangan lari dari kehendak takdir. Semua 
itu sudah restu Allah, manusia hanya menjalankannya. Di balik semuanya ada 
nilai-nilai yang akan menjadi penuntun saat kita menjadi pemain pada sandiwara 
berikutnya.*** 
  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke