sumber terpercaya belum ada, sementara sumber penolakan yg terpercaya dari
yayasan costeau justru ada.

dari sini kita bisa, menarik kesimpulan untuk menolak perihal : "costeau
masuk islam".  valid sampai ada bukti lebih kuat seperti yg ditanyakan mas
dwi.

salam,
Ari


2010/3/13 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>

>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Dwi Soegardi" <soega...@gmail.com <soegardi%40gmail.com>>
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>>
> Sent: Saturday, March 13, 2010 01:43
> Subject: Re: [wanita-muslimah] Misteri Sungai di Dalam Laut Mexico
>
> Abah,
> Dua link itu isinya forum diskusi,
> masak dijadikan referensi. Kan sama saja levelnya dengan milis WM ini?
> ############################################################
> HMNA:
> Kalau menurut saya tidak ada salahnya misalnya milis WM dijadikan referensi
> kalau subyeknya bisa dipertanggung-jawabkan, artinya dipilah-pilah, mana
> yang bisa dijadikan referensi mana yang tidak bisa
> ############################################################
>
>
> Tapi dari forum (berbahasa Prancis) tersebut ada yang dapat dipelajari
> misalnya
> salah satu pembantahnya mengatakan:
> dalam "Encyclopédie Cousteau" (judul bhs Inggris: The Ocean World of
> Jacques Cousteau)
> halaman 83 volume XIX, Cousteau mengatakan tidak ada batas
> yang jelas antara air laut dan sungai.
> #########################################################
> HMNA:
> Dalam situs berbahasa Perancis di bawah dinyatakan:
> deux masses d'eau marine, de composition "différente" (l'une salée, l'autre
> douce...) ne pouvaient se mélanger, artinya:
> dua massa air laut yang komposisinya berbeda (yang satu asin, yang lain
> tawar..) tidak bercampur.
> Air laut yang asin tidak bercampur dengan air laut yang tawar, itu artinya
> ada batas. Lagi pula tidak ada di situ disebut air sungai
>
> ##########################################################
>
> Barangkali Unhas punya di perpustakaan mereka,
> bagaimana kalau Muammar disuruh ke sana?
> ##########################################################
> HMNA:
> Sayang sekali Muammar sudah beberapa tahun setelah tammat dari Pesantren ia
> berda'wah di Papua menghadapi para misionaris di lapangan di Papua sono.
> ##########################################################
>
>
> 2010/3/12 H. M. Nur Abdurahman 
> <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id<mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id>
> >
> >
> >
> >
> > HMNA:
> > Di bawah dikemukakan Jacques-Yves Cousteau masuk Islam bersumber dari
> situs berbahasa Perancis dan Belanda
> >
> > ***************************************************************
> >
> http://www.bladi.net/forum/133684-commandant-cousteau-sest-converti-lislam-suite/
> > Le Commandant Cousteau s'est il converti à l'Islam(*) suite à sa
> découverte?
> > Au taff, un de mes collègue, non-muslim m'a assuré que le célèbre
> océanographe Jacques-Yves Cousteau s'est réellement converti à l'Islam suite
> à la découverte que deux masses d'eau marine, de composition "différente"
> (l'une salée, l'autre douce...) ne pouvaient se mélanger. En effet, cela
> était parfatement décrit dans un des Versets de la Sourate "El-Rahman" (je
> n'ai pas le numéro du verset). Plus généralement, le Coran ne contient-il
> pas de dérangeantes Vérités? (Il suffit de le lire pour s'en rendre
> comptes)...
> > Réponse avec citation
> > ------------------
> > (*)
> > Negative sentence dlm bahasa Perancis pakai ne .... jamais, seperti
> berikut:
> > Jacques-Yves Cousteau ne s'est jamais converti à l'islam -HMNA-
> >
> > ***
> >
> > http://forums.marokko.nl/archive/index.php/t-1023108.html
> > Soerah Ar-Rahmân 55:ayaat 19-20"
> > Hij heeft de twee zeeën laten stromen en zij ontmoeten elkaar""
> > "Tussen beide is een scheiding, zij kunnen die niet passeren."
> >
> > Er zijn twee belangrijke punten in deze ayaat
> >
> > 1. De noodzaak dat de zeeën door straten met elkaar mengen wat natuurlijk
> de normale situatie is.
> > 2. Het feit dat de twee zeeën niet samenkomen door een barrière.
> >
> > Laten we eerst dit verschijnsel in wetenschappelijke termen eens
> bekijken. De Franse wetenschapper Jacques-Yves Cousteau die bekend is om
> zijn onderwater onderzoekingen, en die wij waarschijnlijk allemaal wel
> kennen uit de prachtige natuur documentaires op de televisie, hij heeft
> ontdekt dat de Middellandse zee en de Atlantische oceaan verschillen in hun
> chemische en biologische opmaak. Jacques-Yves Cousteau verrichte
> verschillende onderzee onderzoekingen bij de straat van Gibraltar om dit
> verschijnsel te verklaren. Hij concludeerde dat onverwachte vers water
> bronnen vanuit de zuidelijke (Maroko) en noordelijke kusten (Spanje) van de
> Gibraltar stromen. Deze gigantische waterspuiten stromen tegen elkaar met
> hoeken van 45 graden. Dit vormt een wederzijdse dam net als de tanden van
> een kam. Door dit feit kunnen de middellandse zee en Atlantische oceaan zich
> niet met elkaar mengen. Na dit te hebben ontdekt was Jacques-Yves Cousteau
> heel erg onder de indruk van de hierboven staande ayaat die hem getoond
> werden door een moslim die hij sprak over dit fenomeen in de natuur. En
> zeker, tengevolge van deze ayaat nam zijn interesse toe voor de Islam. Het
> mirakel van de ayaat is het bewijs dat het de Gibraltar barrière onthult.
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "Wikan Danar Sunindyo" <wikan.da...@gmail.com<wikan.danar%40gmail.com>
> >
> > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> >
> > Sent: Thursday, March 11, 2010 22:46
> > Subject: Re: [wanita-muslimah] Misteri Sungai di Dalam Laut Mexico
> >
> > pak nur bisa menunjukkan di bagian mana di situs answering islam yang
> > mencantumkan 72 bidadari itu dari Al Quran:
> >
> ############################################################################
> > HMNA:
> > 72 bidadari itu dari Al Quran dapat dilihat dalam:
> > 1. Majallah the Newsweek (*)
> > 2. Answering Islam (**)
> > -------------------------------
> > (*)
> > eramuslim - Seorang ilmuwan Islam bernama Maher Hathut, jubir Pusat Islam
> di California dan penasehat di majelis urusan publik Muslim di Amerika pada
> tanggal 4/8/2003 membeberkan secara detil topik dan klaim-klaim yang
> dipublikasikan oleh majalah the Newsweek yang mengatakan bahwa Al Qur'an
> ditulis dalam bahasa Arab secara manipulatif.
> >
> > Walaupun upaya-upaya pendeskreditan Islam bukan hal yang baru, maka
> sesungguhnya tulisan tersebut telah membuat kegundahan di antara ulama
> Muslim, tokoh dan kalangan awam. Hal itu yang membuat sebagian wilayah
> melarang peredaran majalah tersebut seperti yang terjadi di Pakistan dan
> Bangladesh.
> >
> > Majalah Newsweek nomer penerbitan tanggal 28/7/2003 mempublikasikan
> tulisan berjudul "Menantang Al Qur'an", yang mengedepankan klaim-klaim
> penulisnya-yang tidak mau disebutkan namanya. Dalam pengantarnya bahwa, si
> penulis yang menamakan diri Luxenburg, merupakan akademisi Jerman. Penulis
> mengklaim "Bahasa Arab belum dikenal sebagai bahasa tulis kecuali setelah
> 150 tahun dari wafatnya Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam".
> >
> > Ia mengatakan : "Sesungguhnya ia (al Qur'an) dibuat dengan dasar
> hipotesa-hipotesa dan pengulangan kembali penulisan dari bahasa Aramiah.
> Maka setiap sinyalemen-sinyalemen Al Qur'an tentang pernikahan dari bidadari
> (al huur al 'ain) di surga dan 72 bidadari lainnya semuanya (seperti
> disebutkan dalam salah satu hadits nabawi)-menurut penafsirannya-tidak
> mengisyaratkan apapun kecuali tentang buah-buahan yang enak."
> >
> > Dalam responnya, DR.Maher Hathut meragukan legalitas penulis makalah
> tersebut. Ia menjelaskan artikel tersebut mengklaim bahwa komentar Luxenburg
> hampir sebagian besar tulisannya mengangkat sekitar "kejeniusan Al Qur'an".
> Soal ini menempatkan penulis artikel dalam kubangan dialektika yang tidak
> jelas ujung pangkalnya. DR.Maher mengajukan pertanyaan : "Siapa itu
> Luxemberg?! Ia adalah seorang cerdik cendikia yang misterius menulis dengan
> nama samaran."
> >
> > DR.Maher menulis dengan judul "Respon terhadap Penantangan Al Qur'an"
> yang dipublikasikan oleh majalah Amerika tanggal 4/8/2003 : "Orang yang
> mengaku seorang intelek telah menyembunyikan namanya karena takut
> reaksi-reaksi yang muncul dari tulisannya. Padahal banyak sebelumnya penulis
> yang melakukan hal serupa tanpa harus melakukan langkah yang ia lakukan."
> >
> > Maher melanjutkan sesungguhnya : "Ia seorang intelek yang bekerja di
> Universitas Jerman kenamaan-tidak dijelaskan secara definitif-ia juga
> dibantu oleh seorang intelek Tunis dengan nama Mudhir Tusfar yang belum kita
> dengar namanya. Mungkin ia juga menggunakan nama samaran juga."
> >
> > Satu demi satu, Maher menelanjangi klaim-klaim Luxemberg. Ia mengawali
> tulisannya dengan mengatakan : "Sesungguhnya apa yang dikatakan bahwa
> Luxemberg merupakan salah seorang dari kelompok kecil intelek, namun apa
> yang dilakukan berlebihan melakukan kajian tentang bahasa dan sejarah Al
> Qur'an dengan kesalahan yang fatal.
> >
> > Ia menambahkan : "Dalam rentang waktu 1400 tahun terdapat
> kelompok-kelompok ilmuwan baik di Timur maupun di Barat dari kalangan Muslim
> dan non-Muslim. Di antara mereka ada yang beriman dan meragukan. Mereka juga
> menulis berjilid-jilid dalam ukuran besar tentang bahasa Al Qur'an dan
> sejarahnya; maka dari itu apa yang dilakukan oleh intelektual seperti
> Luxemberg bukan pekerjaan ksatria dan pionir dalam hal ini."
> >
> > Dalam responnya terhadap tulisan Luxemberg tentang "Penterjemahan Al
> Qur'an yang tidak sama sekali benar adanya", Maher mengatakan sesungguhnya
> "Penulisan karya mana yang mungkin bisa divonis benar atau tidak?"
> >
> > Maka saat menulis tentang karya Voltaire atau lainnya bisa jadi tulisan
> itu benar atau salah. Namun itu tidak dapat diklaim sama sekali sebagai hal
> yang mesti benar. Karena itu bukan merupakan perkataan penulis karya
> tersebut. "Maka pemberlakuan prinsip akurasi dan kebenaran penulisan Al
> Qur'an merupakan persoalan yang "bertentangan dengan objektifitas akademis,"
> tukas Maher.
> >
> > Adapun klaim yang mengatakan bahwa bahasa asli Al Qur'an bukan dari
> bahasa Arab tapi bahasa yang lebih dekat ke bahasa Aramia, DR.Maher
> berkomentar : "Apa makna perkataan sesuatu yang dekat (bahasa yang lebih
> dekat dari bahasa Aramia). Dan siapa yang mungkin dapat memahaminya? Siapa
> yang mungkin memahami perkataan sesuatu yang "dekat dari bahasa Inggris atau
> Jerman"? Hal-hal ini saja yang mungkin dipertanyakan oleh akal yang agak
> akademis".
> >
> > DR.Maher menambahkan bahwa :"Sesungguhnya kita punya perpustakaan Al
> Azhar yang menyimpan peninggalan tulisan-tulisan tangan (makhthuthaat) yang
> ditulis oleh al Imam al Sajatani setelah Hijrah 153 tahun dengan bahasa Arab
> klasik." Ia kembali mengatakan : "Ketika kita lihat apa yang dikenal dengan
> Aramia Kristen maka kita akan dapatkan bahwa Isa al Masih memang berbicara
> dengan bahasa itu. Dan Nabi Muhammad SAW berbicara dengan bahasa Arab. Namun
> yang kita dapatkan bahwa Injil ditulis dalam bahasa Yunani. Apakah sulit
> untuk menerima bahwa Injil ditulis dengan Yunani dan di saat yang bersamaan
> ada kemungkinan Al Qur'an ditulis dalam bahasa Aramia yang menjadi bahasanya
> nabi Isa?"
> >
> > Dengan demikian maka dasar yang dijadikan alibi untuk mengulangi Al
> Qur'an dengan Aramia merupakan dasar yang salah. Para ahli Fiqh mengatakan
> "Sesungguhnya apa yang dibangun di atas hal yang salah maka hasilnya pun
> salah." (dim/iol)
> >
> > (**)
> > ----- Original Message -----
> > From: paulerantausr
> > To: 
> > debat_islam-kris...@yahoogroups.com<debat_islam-kristen%40yahoogroups.com>
> > Sent: Wednesday, August 17, 2005 22:44
> > Subject: [debat_islam-kristen] Kata2 asing dlm Al Qur'an
> >
> > Kata2 asing dlm Al Qur'an
> > Mnrt kepercayaan Islam Al Qur'an adalah Kitab Suci yg berasal dari Allah
> SWT yg ditulis dlm bahasa yang indah, bahasa yg tidak ada salahnya, bahasa
> yg sempurna, yaitu Bahasa Arab. Al Qur'an mnrt kepercayaan Islam adalah
> facsimile - `salinan tepat' - dari Kitab Sorgawi - Lauh Mahfudz - yg ada dlm
> pemeliharaan Allah SWT. Dng kata lain Lauh Mahfudz-pun, yaitu kitab asli,
> sumber dari Al Qur'an juga tertulis dlm Bahasa Arab. Pada tahun 2000 terbit
> sebuah buku hasil dari research Christoph Luxenberg yg mempelajari kata2
> asing yg terdapat dlm Al Qur'an. Linguistic research ini ternyata
> menghasilkan penemuan2 yg tidak saja bersifat linguistics tetapi juga
> memberikan penjelasan mengapa dlm Al Qur'an terdpt banyak kesalahan tidak
> saja dlm kosa kata tetapi juga dlm grammar. Sampai hari ini, sesudah 5 tahun
> buku ini diterbitkan dan dapat dipelajari oleh para pakar agama Islam dan Al
> Qur'an, belum juga ada reaksi resmi dari pihak Islam yg membantah penemuan2
> Luxenberg tsb.
> > Kata2 asing dlm Al Qur'an ini antara lain meliputi nama2 nabi: Abraham,
> Ishamel, Musa, Nuh, Solomon, Daud, Zakakaria, Yahya, bahkan Maria dan Isa.
> Nama2 tempat spt `janta' yg di-Arab-kan menjadi `janna' - taman sorgawi dan
> `gehena' menjadi `jahanam' disamping `Babil', `Rum', `Saba' dan `Madyan',
> dsb. Dari sejumlah kata2 yg meliputi konsep dia dapati di antaranya:
> `Taurat', "Injil', `Masih', `Syaitan', `Firdaus' dst. Sebenarnya kita bisa
> mengerti mengapa sampai hari ini belum (dan mungkin tidak akan) ada
> sanggahan resmi dari pihak para Islamic scholars. Para ulama Islam berada
> dlm suatu un-enviable position:
> > (a) Bagaimana bahasa sorgawi yg supposedly perfect koq banyak meminjam
> kata2 & konsep asing.
> > (b) Bagaimana menerangkan kpd seluruh umat Islam bhw Bahasa Qur'an
> (dengan kesalahan2nya) is after-all not as perfect as has been claimed so
> far.
> > Tulisan Arab Mnrt Luxenberg sampai dg permulaan abad ke-7 belum ada
> tulisan Arab. Tulisan yg ada di semenanjung Arabia adalah tulisan Syriac
> yaitu tulisan Aramaic Timur. Lagipula semua tulisan yg ada pada waktu itu
> semuanya berkaitan dg liturgi gereja Syriac. Sistim tulisan inilah yg
> meletakkan dasar tulisan Arab dan spt disebut di kalimat sebelumnya masuk ke
> semenanjung Arabia melalui ajaran dan liturgi Kristen Syriac. Bagaimana dg
> segala `catatan' yg dibuat oleh sahabat dan pengikut Nabi Muhammad SAW?
> Sebagian dari catatan pengikut Nabi Muhammad pd waktu itu adalah `mnemonic'
> yaitu sarana yg bisa berupa gambar, catatan singkat, kode, dan kalimat
> pendek yg dipakai untuk mengingatkan sesuatu yg lebih panjang, misalnya
> sebuah ayat. Mnrt Luxenberg ini nampak pd catatan yg hingga sekarang tidak
> diketahui artinya, misalnya pd permulaan Surat Baqarah terdpt catatan `alif
> lam mim'
> > Luxenberg melakukan researchnya dengan memakai pendekatan yang berbeda
> dari pendekatan yang telah dipakai oleh peneliti sebelumnya, yang terikat
> oleh tradisi tafsir Al Qur'an. Sebagai titik tolah researchnya dia
> pergunakan kenyataan bahwa sampai ditulisnya Al Qur'an di semenanjung Arabia
> tidak ada sistim tulisan. Menurut penemuannya tulisan Arab dimulai,
> dikembangkan oleh orang-orang Arab yang sudah dipengaruhi oleh ajaran
> Kristen. (Hal ini tidak banyak berbeda dengan timbulnya tulisan Jawa -
> `honooaroko' - sebagai akibat masuknya konsep dan ajaran Hindu yang dibawa
> oleh orang-orang Indonesia yang sudah dipengaruhi dan berkepercayaan Hindu).
> > Salah pengertian Semula para penafsir Al Qur'an dan para peneliti Barat
> berkeyakinan bahwa penafsiran yang banyak berbeda dari kata-kata tertentu
> adalah akibat punahnya sumber asli kata-kata itu, yaitu dialek bahasa Arab
> kuno. Ketika Luxenberg menggantikan kata-kata yang ditafsirkan secara
> berbeda-beda (antara lain oleh para sahabat Nabi Muhammad) dengan kata-kata
> Syriac yang masih ada kaitan arti dan etimology-nya, maka didapatinya bahwa
> > (a) kesalahan-kesalahan grammarnya dapat diterangkan dengan mudah dan
> > (b) tafsir yang berbeda-beda adalah akibat salah pengertian `peminjam
> pertama' dari kata-kata dan konsep Syriac tsb. Salah satu contoh salah
> pengertian si peminjam konsep Syriac ini menyangkut ayat 24 dari Surat
> Mariam yang dalam Al Qur'an berbunyi: "Dan kemudian terdengar suara dari
> bawah Mariam: "Janganlah khawatir, Allah-mu telah menyediakan anak sungai
> yang mengalir di dekat kakimu". Menurut analisa Luxenberg ayat tsb.
> seharusnya berbunyi: Suara itu (suara bayi Yesus) berkata kepada Mariam
> segera setelah dia berbaring untuk melahirkan. Jangan khawatir Allah-mu
> telah membuat kelahiran ini sah!" Luxenberg menyatakan bahwa si penafsir
> tidak menyadari bahwa `berbaring' dalam bahasa Syriac artinya `melahirkan'.
> > Sebuah kesalahan lain yang didapati oleh Luxenberg yang berrtalian dengan
> tulisan atau lebih tepatnya salah baca tulisan menyangkut tulisan `zawwaj'
> (kawin, dikawinkan) dan `rawwah' (diberi kesegaran, beristirahat) yang hanya
> dibedakan oleh sebuah `titik'. Kata lain yang juga disalah-mengertikan
> adalah kata `hur-in' yang menjadi kata `hourie' `bidadari yang selalu tetap
> perawan (Surat 44.54; 52: 20), yang semestinya artinya `buah anggur putih
> bagaikan crystals'.
> > Seperti seorang detective Luxenberg mula-mula menemukan bahwa kata
> `taman' di dalam Al Qur'an yang diartikan sorga berasal dari kata Syriac
> `janta' yang diadoptir menjadi `janna'. Dari penemuan ini dilacaknya arti
> buah sorgawi par excellence yaitu anggur yang disalah-mengertikan sebagai
> `bidadari'. Kombinasi kata-kata yang disalah-mengertikan itu menghasilkan
> ayat yang menjajikan orang mukmin suatu sorga dimana mereka akan dikawinkan
> dengan 72 bidadari sedang arti aslinya diberi istirahat di taman sorgawi dan
> diberi kesegaran dengan makan buah anggur putih yang istimewa! Qeryan
> menjadi Qur'an Di berbagai bagian dari bukunya terdapat hal-hal yang sangat
> seru dan terkadang lucu. Namun, menurut hemat aku satu hal yang sangat
> penting
> > yang didapati oleh research Luxenberg ini ialah kenyataan yang sukar
> disangkal bahwa ajaran Kristen Syriac mempunyai andil besar tidak saja dalam
> terciptanya tulisan Arab tetapi juga dalam keberadaan Al Qur'an.
> > Sebagai penutup akan aku kutip satu `earth shattering discovery' dari
> research Luxenberg tsb. yaitu bahwa kata `QUR'AN' (= bacaan, recital)
> sendiri berasal dari kata Syriac `QERYAN'. Dalam gereja Kristen Syriac
> qeryan berarti daftar bacaan tetap untuk seluruh tahun dari ayat-ayat
> Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Sampai hari ini gereja Katolik dan
> Anglican memakai `lectionary' yang sama artinya dengan qeryan yaitu daftar
> `lessons' yang dibacakan dalam kebaktian setiap Hari Minggu. Sementara ini
> buku tersebut baru diterbitkan dlm Bahasa Jerman. Mnrt keterangan penerbit
> versi Bhasa Inggris tidak lama lagi akan diterbitkan. Opa Paul akan
> mengusahakan agar buku, hasil research Luxenberg itu bisa diterjemahkan ke
> dlm Bahasa Indonesia.
> > Sumber Answering Islam
> >
> > Gabriela K. Rantau
> > ==============
> >
> > marilah kita berdebat dengan baik, educated, sopan santun, elegant serta
> terhormat. janganlah menceburkan diri pada perdebatan yang tidak sehat.
> berusahalah tidak menggunakan kata-kata kotor kepada lawan debat kita.
> >
> > YAHOO! GROUPS LINKS
> > * Visit your group "debat_islam-kristen" on the web.
> > * To unsubscribe from this group, send an email to:
> > debat_islam-kristen-unsubscr...@yahoogroups.com<debat_islam-kristen-unsubscribe%40yahoogroups.com>
> > * Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
> >
> >
> ############################################################################
> >
> > saya coba cari-cari kok gak ada ya?
> > tolong dikirim linknya, terima kasih
> >
> > salam,
> > --
> > wikan
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    wanita-muslimah-dig...@yahoogroups.com 
    wanita-muslimah-fullfeatu...@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke