----- Original Message ----- 
From: "Wikan Danar Sunindyo" <wikan.da...@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, March 13, 2010 12:23
Subject: Re: [wanita-muslimah] Misteri Sungai di Dalam Laut Mexico

www.rael.free.fr ini kan situsnya Raelian
itu lho, ajaran yang katanya mahluk bumi berasal dari mahluk planet lain/alien
lalu Tuhan/malaikat berasal dari UFO
Nabinya namanya Rael, meskipun dia juga percaya dengan nabi2 lain
seperti Isa, Muhammad etc
dan dia sebagai juru selamat manusia
silakan dilihat lagi ke http://www.rael.free.fr/main01_en.htm
situs kayak gini kok dipercaya sih pak nur?
###########################################################
HMNA:
Baca ini baik-baik ! 
Di bawah ada yang panik dan berupaya mengorganiser orang-orang untuk 
menandatangani surat ke Cousteau Society ttg kerisauannya karena Cousteau 
embraced islam 

********************************************************************* 

http://www.rael.free.fr/75/flagofplanetearth/cousteau/pcousteau_gb.htm
Subject : rumor Cousteau embraced islam

Today, the only denial about this rumor to be available on internet is only a 
poor scan of a photocopy of a letter (in french, that the majority of 
websurfers can't read)  and more than 10 years old (1991), sent to an 
individual, and where their address, tel & fax number of Cousteau Society are 
outdated.

No credible denial is actually available, and, mainly, no denial at all is 
available on the website of the Cousteau Society, www.cousteau.org, which is 
nevertheless the main one concerned with protecting the memory of commandant 
Cousteau.
The Cousteau Society looks like having completely forgotten everything about 
this history, even more : they look like completely ignoring the persistence of 
the rumor, despite its huge consequences today amongst the international muslim 
community.

As usually with perverted rumors, the very first interested people are the very 
last to be warned about it.

That is why we ask you to warn the Cousteau Society about this rumor and ask 
them (see below) to publish a bilingual French-English denial on their website.

circle down
   
To : Cousteau Society.
710 Settlers Landing Road
Hampton, VA 23669
USA
Tel : 1-800-441-4395

There is a persistent rumor, spreading for more than a decade, claiming that 
commandant Jacques-Yves Cousteau would have embraced islam three month before 
his death. This rumor claims in addition that all denials about this would be 
just lies created by fans of commandant Cousteau, after his death, in order to 
hide he embraced islam and rejected all his scientific studies regarding mix of 
fresh and sea water. This rumor is actually heavily spreading in muslim 
countries and appears to be a really efficient tool for islamist propagandists, 
mainly among students in the universities. All people there agree to tell that 
people in Europe cannot imagine how terribly efficient is that propaganda tool. 
Thousands of people turn to radical islam after being hooked with that claimed 
conversion of commandant Cousteau. If you ask for a survey in islamic 
countries, you unfortunately will easily have a confirmation.

As there is a complete lack of denial on the cousteau society website, people 
believing in this rumor are logically pushed to think it is true as it is not 
denied. A lot of victims from islamism might reproach to you the fact that you 
did not act to stop this rumor, being then, for a small part, responsible of 
the growth of islamism in the world.

I then suggest you to publish on the website of the Cousteau Society an 
official denial clearly reading that commandant Jacques-Yves Cousteau never 
embraced islam, with a copy of the press release that commandant Cousteau 
himself published about this rumor while he was still alive. Please tell in 
addition that commandant Cousteau was buried in the christian ritual after a 
ceremony in Notre-Dâme de Paris cathedral, which is definitively NOT compatible 
with somebody who would have embraced islam.

Such an official denial, bilingual French-English, available 24/24 on the 
official website of the Cousteau Society, clearly pointing out all aspects of 
this rumor, would allow to counter each of the fallacious arguments used by the 
believers of this rumor and would at last definitively end the international 
spreading of this lie.

(Signature : give first name, family name, email and, if you whish, snail mail)
======================
Seperti saya percaya tulisan Luxenberg dimuat di situs Answering Islam, saya 
juga percaya bahwa kutipan tsb ada dimuat di situs 
http://www.rael.free.fr/75/flagofplanetearth/cousteau/pcousteau_gb.htm karena 
substansinya berbau anti Islam: 
First, commandant Cousteau never embraced islam and, second, fresh water of 
course does mix with sea water, as anybody can check.
Dan adalah logis situs itu memuat seseorang yang panik karena A persistent 
rumor is spreading amongst muslims claiming commandant Cousteau  to have 
embraced islam after oceanographic findings thanks to the Koran. Sikap orang 
panik itu menunjukkan ia adalah anti Islam

Mengenai Raelian, baca Seri 557 di bawah

**********************************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
557. Kelahiran Bayi Kloning, Fakta atau Fantasi?

Perusahaan Clonaid yang dimiliki oleh Kelompok Raelians mengumumkan dalam 
konfrensi pers hari Jum'at 3 Januari 2003 di Hollywood sebelah utara Miami, 
bahwa seorang bayi hasil kloning, yang mereka namakan Eve, telah lahir dengan 
sehat. Kelahiran bayi kloning kedua ialah dari perempuan lesbian Belanda 
keesokan harinya Sabtu, 4 Januari 2003. Kelompok yang menamakan diri dengan 
Raelians ini mengaku mempunyai pengikut sektar 55 000 orang di seluruh dunia. 
Kelompok Raelians percaya bahwa 25 000 tahun lalu bumi ini dikunjungi makhluq 
angkasa luar dan "mencipta" manusia dengan cara kloning [perkara kloning ini 
telah dibicarakan dalam Seri 267 dan Seri 489]. Aliran kepercayaan ini dibentuk 
oleh Claude Vorihon, yang mengaku sebagai "nabi" dan juga menamakan dirinya 
Rael.

Saya teringat tulisan semacam renungan / fantasi yang mirip-mirip "science 
fiction" dari Erich von Daeniken dalam bukunya "Zuruek zu den Sternen" (merujuk 
ke bintang-bintang), spb: 

Dalam jangka waktu milyaran tahun, demikian ditulis oleh von Daeniken, 
inteligensi manusia muncul tiba-tiba secara mendadak. Nenek moyang kita, yang 
masih belum lama bukan lagi antropoid, telah mengalami evolusi yang cepat tak 
terkira, yaitu telah mencipta kultur ummat manusia. Dalam jangkauan milyaran 
tahun melalui mutasi alamiyah terbentuklah antropoid. Lalu kemudian secara 
tiba-tiba terjadi pertumbuhan yang luar biasa cepatnya. Sekonyong-konyong 
sekitar 40 000 tahun lalu terjadi kemajuan pesat: didapatkan gada yang 
dijadikan senjata, busur panah sebagai senjata untuk berburu, api dipakai 
sebagai kekuatan pembantu, perkakas dari batu dan muncul kemahiran melukis pada 
dinding gua.

Saya (maksudnya von Daeniken-HMNA-) bertanya-tanya mengapa antropoid, hominid 
dan orang purba jutaan tahun tidak mampu belajar apa-apa. Di samping pertanyaan 
mengapa, berderet peranyaan lagi: oleh apa, oleh siapa, dan bilamana mereka itu 
tiba-tiba dapat belajar banyak. Apakah itu hingga dewasa ini tidak banyak 
menimbulkan pertanyaan? Sekurang-kurangnya buat saya itu penting yaitu mengapa, 
oleh siapa, oleh apa dan bilaman manusia itu menjadi cerdas.

Namun apabila ada kehidupan pada planet-planet lain dari tata-tata surya yang 
lain, menurut hemat saya (maksudnya von Daeniken-HMNA-), rupa-rupanya kosmonaut 
asinglah yang membawa ilmu pengetahuan yang digeluti itu ke atas bumi ini, dan 
mereka itu melalui rekayasa kode genetika yang menjadikan nenek moyang kita itu 
cerdas. Apabila spekulasi kita itu benar, bahwa makhluk cardas asing itu 
menterapkan mutasi buatan secara terarah, maka mutasi yang pertama-tama ini 
oleh "dewa-dewa" (maksudnya kosmonaut tsb-HMNA-) dengan mempergunakan kode 
genetika itu dilakukan antara 40 000 dengan 20 000 sebelum Miladiyah. 

***

Maka bukankah itu, aliran kepercayaan Raelians yang dibentuk oleh Claude 
Vorihon tersebut, "menjplak" hasil renungan ataupun fantasi Erich von Daeniken 
itu? Yaitu dengan sedikit "improvisasi". Mutasi buatan secara terarah dengan 
mempergunakan kode genetika diimprovisasikan menjadi kloning. Makhluq asing 
dari sebuah planet dari sebuah tata-surya mengklonkan spesinya pada manusia 
purba yan belum cerdas itu. Waktu pengklonan itu 25.000 tahun lalu, tidak 
keluar dari perkiraan Erich, yaitu terletak pada rentang waktu di antara 40 000 
dengan 20 000 sebelum Miladiyah. 

Dalam Al Quran Allah berfirman: 
-- W'ALM ADM ALSMAa (S. ALBQRT, 31), dibaca: 
-- wa 'llama a-damal asma-a kullaha- (s. albaqarah), artinya 
-- Allah mengajarkan kepada Adam sekalian nama-nama barang (yang perlu 
diketahui Adam), [2:31]. 

Adam dicipta Allah secara terpisah, yaitu dengan Hukum Allah yang tidak ditanam 
di alam syahadah. Terpisah dari anthropoid, hominid dan manusia purba, yang 
bertumbuh secara evolusi menurut Hukum Allah yang ditanam di alam syahadah. 
Demikianlah Adam dan keturunannya menjadi cerdas bukan hasil mutasi buatan 
rekayasa genetika ataupun pengklonan dari makhluk angkasa luar. 

***

Manusia bukan hanya sekadar faktor biologis, ia lebih dari itu. Manusia lebih 
rumit ketimbang binatang seperti domba Dolly, domba hasil kloning pertama (jika 
berita itu benar). Manusia terdiri atas tataran jasmani, nafsani, rohani. Kalau 
Taqdir Allah menetapkan hasil kloning itu hanya manusia secara "biologis" yang 
diperkenankanNya, maka si Eve tanpa nafsani dan rohani, mana tahan ! Coba 
secara terbuka si Eve disodorkan kepada khalayak, kita lihat perkembangannya 
nanti. Binatang seperti Dolly hanya terdiri atas jasmani. Jadi kegagalan 
"kualitas" pada manusia secara logis (termasuk matematis) akan lebih tinggi 
dari 277, angka kegagalan domba upaya Dolly secara biologis. Kalau kegagalan 
itu tidak pernah "tercium" , maka saya ragukan "keberhasilan" itu. Lagi pula 
apabila ada yang hidup dari sekian banyak yang gagal itu (berupa 1/4 manusia, 
1/2 manusia, 2/3 manusia, 3/4 manusia dst.), sebelum sampai (n-1)/n manusia, n 
tidak = 0, mau diapakan: dikurung, dilepas, dijadikan budak atau dibinasakan? 

Bunga yang tidak layu adalah bunga yang palsu. Berita kloning manusia yang 
tidak "menampakkan" kegagalannya adalah berita kloning yang palsu. 
Jangan-jangan seperti "keberhasilan" Neil Armstrong mendarat di bulan yang 
"dicurigai" keberhasilannya seperti berikut: 
- Bendera Amerika yang berada di Bulan dalam foto terlihat berkibar-kibar 
(padahal di Bulan tidak ada atmosfer, kok bisa ada angin ?) 
- Ada pakar Fisika yang mengatakan, sampai sekarang (dengan teknologi yang ada 
sekarang-pun!) dia tidak yakin manusia akan bisa bebas dari pengaruh radiasi di 
angkasa luar yang hampa udara itu. Material yang ada sekarang 'belum' menjamin 
bisa melindungi tubuh dari hal itu. (Ini didukung kesaksian mantan awak SKYLAB 
Russia yg memberi alasan kenapa Russia tidak pernah mengirim awak ke 
angkasaluar di luar atmosfer). 
- Foto-foto NASA diuji oleh pakar fotografi ternyata merupakan foto palsu 
(banyak bukti2 yg dibuat2) 
- Bayangan foto astronaut / Apollo XI terlihat di banyak titik (spot) yang 
berarti memakai pencahayaan" dari banyak sumber/angle, sementara sumber cahaya 
di Bulan seharusnya hanya dari arah Matahari. 
- Yang lebih mengejutkan, ternyata banyak astronauts yang dikorbankan (dibunuh) 
karena tahu terlalu banyak dan banyak omong (vocal). Detektif yang menyelidiki 
ini juga mati secara misterius dalam kecelakaan mobil, sementara bukti2 yang 
dikumpulkannya dalam koper hilang misterius sampai saat ini. 
- Dengan teknologi komputer dan telekomunikasi saat itu (tahun 1969), sudah 
bisa begitu hebat mengontrol pendaratan langsung dari Bumi. Sementara ketika 
Apollo I yang gagal meluncur dan membunuh seluruh astronauts-nya, pernah gagal 
tests karena komunikasi ruang kontrol dan para astronauts tidak "tersambung". 
Sang astronaut vokal yang akhirnya 'dibunuh' itu bilang begini: bagaimana mau 
komunikasi ke Bulan, komunikasi antar-building (antar-ruang saja) kalian nggak 
bisa membuatnya dengan baik. WaLlahu a'lamu bishshawab.
 
*** Makassar, 12 Januari 2003.
    [H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2003/01/557-kelahiran-bayi-kloning-fakta-atau.html
################################################################################

lagian yang saya tanya soal kutipan dari situs answering islam yang
menyebutkan soal 72 bidadari
#########################################################
HMNA:
Gabriela K. Rantau mengutip dari Answering Islam:seperti berikut:
----- Original Message ----- 
From: paulerantausr
To: debat_islam-kris...@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, August 17, 2005 22:44
Subject: [debat_islam-kristen] Kata2 asing dlm Al Qur'an

Kata2 asing dlm Al Qur'an
Mnrt kepercayaan Islam Al Qur'an adalah Kitab Suci yg berasal dari Allah SWT 
yg ditulis dlm bahasa yang indah, bahasa yg tidak ada salahnya, bahasa yg 
sempurna, yaitu Bahasa Arab. Al Qur'an mnrt kepercayaan Islam adalah 
facsimile - `salinan tepat' - dari Kitab Sorgawi - Lauh Mahfudz - yg ada dlm 
pemeliharaan Allah SWT. Dng kata lain Lauh Mahfudz-pun, yaitu kitab asli, 
sumber dari Al Qur'an juga tertulis dlm Bahasa Arab. Pada tahun 2000 terbit 
sebuah buku hasil dari research Christoph Luxenberg yg mempelajari kata2 
asing yg terdapat dlm Al Qur'an. Linguistic research ini ternyata 
menghasilkan penemuan2 yg tidak saja bersifat linguistics tetapi juga 
memberikan penjelasan mengapa dlm Al Qur'an terdpt banyak kesalahan tidak 
saja dlm kosa kata tetapi juga dlm grammar. Sampai hari ini, sesudah 5 tahun 
buku ini diterbitkan dan dapat dipelajari oleh para pakar agama Islam dan Al 
Qur'an, belum juga ada reaksi resmi dari pihak Islam yg membantah penemuan2 
Luxenberg tsb.
Kata2 asing dlm Al Qur'an ini antara lain meliputi nama2 nabi: Abraham, 
Ishamel, Musa, Nuh, Solomon, Daud, Zakakaria, Yahya, bahkan Maria dan Isa. 
Nama2 tempat spt `janta' yg di-Arab-kan menjadi `janna' - taman sorgawi  dan 
`gehena' menjadi `jahanam' disamping `Babil', `Rum', `Saba' dan `Madyan', 
dsb. Dari sejumlah kata2 yg meliputi konsep dia dapati di antaranya: 
`Taurat', "Injil', `Masih',  `Syaitan', `Firdaus' dst. Sebenarnya kita bisa 
mengerti mengapa sampai hari ini belum (dan mungkin tidak akan) ada 
sanggahan resmi dari pihak para Islamic scholars. Para ulama Islam berada 
dlm suatu un-enviable position:
(a) Bagaimana bahasa sorgawi yg supposedly perfect koq banyak meminjam kata2 
& konsep asing.
(b) Bagaimana menerangkan kpd seluruh umat Islam bhw Bahasa Qur'an (dengan 
kesalahan2nya) is after-all not as perfect as has been claimed so far.
Tulisan Arab Mnrt Luxenberg sampai dg permulaan abad ke-7 belum ada tulisan 
Arab. Tulisan yg ada di semenanjung Arabia adalah tulisan Syriac yaitu 
tulisan Aramaic Timur. Lagipula semua tulisan yg ada pada waktu itu semuanya 
berkaitan dg liturgi gereja Syriac. Sistim tulisan inilah yg meletakkan 
dasar tulisan Arab dan spt disebut di kalimat sebelumnya masuk ke 
semenanjung Arabia melalui ajaran dan liturgi Kristen Syriac. Bagaimana dg 
segala `catatan' yg dibuat oleh sahabat dan pengikut Nabi Muhammad SAW? 
Sebagian dari catatan pengikut Nabi Muhammad pd waktu itu adalah `mnemonic' 
yaitu sarana yg bisa berupa gambar, catatan singkat, kode, dan kalimat 
pendek yg dipakai untuk mengingatkan sesuatu yg lebih panjang, misalnya 
sebuah ayat. Mnrt Luxenberg ini nampak pd catatan yg hingga sekarang tidak 
diketahui artinya, misalnya pd permulaan Surat Baqarah terdpt catatan `alif 
lam mim'
Luxenberg melakukan researchnya dengan memakai pendekatan yang berbeda dari 
pendekatan yang telah dipakai oleh peneliti sebelumnya, yang terikat oleh 
tradisi tafsir Al Qur'an. Sebagai titik tolah researchnya dia pergunakan 
kenyataan bahwa sampai ditulisnya Al Qur'an di semenanjung Arabia tidak ada 
sistim tulisan. Menurut penemuannya tulisan Arab dimulai, dikembangkan oleh 
orang-orang Arab yang sudah dipengaruhi oleh ajaran Kristen. (Hal ini tidak 
banyak berbeda dengan timbulnya tulisan Jawa - `honooaroko' - sebagai akibat 
masuknya konsep dan ajaran Hindu yang dibawa oleh orang-orang Indonesia yang 
sudah dipengaruhi dan berkepercayaan Hindu).
Salah pengertian Semula para penafsir Al Qur'an dan para peneliti Barat 
berkeyakinan bahwa penafsiran yang banyak berbeda dari kata-kata tertentu 
adalah akibat punahnya sumber asli kata-kata itu, yaitu dialek bahasa Arab 
kuno. Ketika Luxenberg menggantikan kata-kata yang ditafsirkan secara 
berbeda-beda (antara lain oleh para sahabat Nabi Muhammad) dengan kata-kata 
Syriac yang masih ada kaitan arti dan etimology-nya, maka didapatinya bahwa
(a) kesalahan-kesalahan grammarnya dapat diterangkan dengan mudah dan
(b) tafsir yang berbeda-beda adalah akibat salah pengertian `peminjam 
pertama' dari kata-kata dan konsep Syriac tsb. Salah satu contoh salah 
pengertian si peminjam konsep Syriac ini menyangkut ayat 24 dari Surat 
Mariam yang dalam Al Qur'an berbunyi: "Dan kemudian terdengar suara dari 
bawah Mariam: "Janganlah khawatir, Allah-mu telah menyediakan anak sungai 
yang mengalir di dekat kakimu". Menurut analisa Luxenberg ayat tsb. 
seharusnya berbunyi: Suara itu (suara bayi Yesus) berkata kepada Mariam 
segera setelah dia berbaring untuk melahirkan. Jangan khawatir Allah-mu 
telah membuat kelahiran ini sah!" Luxenberg menyatakan bahwa si penafsir 
tidak menyadari bahwa `berbaring' dalam bahasa Syriac artinya `melahirkan'.
Sebuah kesalahan lain yang didapati oleh Luxenberg yang berrtalian dengan 
tulisan atau lebih tepatnya salah baca tulisan menyangkut tulisan `zawwaj' 
(kawin, dikawinkan) dan `rawwah' (diberi kesegaran, beristirahat) yang hanya 
dibedakan oleh sebuah `titik'. Kata lain yang juga disalah-mengertikan 
adalah kata `hur-in' yang menjadi kata `hourie' `bidadari yang selalu tetap 
perawan (Surat 44.54; 52: 20), yang semestinya artinya `buah anggur putih 
bagaikan crystals'.
Seperti seorang detective Luxenberg mula-mula menemukan bahwa kata `taman' 
di dalam Al Qur'an yang diartikan sorga berasal dari kata Syriac `janta' 
yang diadoptir menjadi `janna'. Dari penemuan ini dilacaknya arti buah 
sorgawi par excellence yaitu anggur yang disalah-mengertikan sebagai 
`bidadari'. Kombinasi kata-kata yang disalah-mengertikan itu menghasilkan 
ayat yang menjajikan orang mukmin suatu sorga dimana mereka akan dikawinkan 
dengan 72 bidadari sedang arti aslinya diberi istirahat di taman sorgawi dan 
diberi kesegaran dengan makan buah anggur putih yang istimewa! Qeryan 
menjadi Qur'an Di berbagai bagian dari bukunya terdapat hal-hal yang sangat 
seru dan terkadang lucu. Namun, menurut hemat aku satu hal yang sangat 
penting
yang didapati oleh research Luxenberg ini ialah kenyataan yang sukar 
disangkal bahwa ajaran Kristen Syriac mempunyai andil besar tidak saja dalam 
terciptanya tulisan Arab tetapi juga dalam keberadaan Al Qur'an.
Sebagai penutup akan aku kutip satu `earth shattering discovery' dari 
research Luxenberg tsb. yaitu bahwa kata `QUR'AN' (= bacaan, recital) 
sendiri berasal dari kata Syriac `QERYAN'. Dalam gereja Kristen Syriac 
qeryan berarti daftar bacaan tetap untuk seluruh tahun dari ayat-ayat 
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Sampai hari ini gereja Katolik dan 
Anglican memakai `lectionary' yang sama artinya dengan qeryan yaitu daftar 
`lessons' yang dibacakan dalam kebaktian setiap Hari Minggu. Sementara ini 
buku tersebut baru diterbitkan dlm Bahasa Jerman. Mnrt keterangan penerbit 
versi Bhasa Inggris tidak lama lagi akan diterbitkan. Opa Paul akan 
mengusahakan agar buku, hasil research Luxenberg itu bisa diterjemahkan ke 
dlm Bahasa Indonesia.
Sumber Answering Islam

Gabriela K. Rantau
==============
Saya garis bawahi:
Kombinasi kata-kata yang disalah-mengertikan itu menghasilkan 
ayat yang menjajikan orang mukmin suatu sorga dimana mereka akan dikawinkan 
dengan 72 bidadari sedang arti aslinya diberi istirahat di taman sorgawi dan 
diberi kesegaran dengan makan buah anggur putih yang istimewa!

Nah itulah kutipan dari Answering Islam menganai 72 bidadari
############################################################


salam,
--
wikan

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke