Wa alaykumus salam wr. wb.,

Alhamdulillaah, keadaan saya lebih dari sekadar baik.

Sdr. Ismail, tentunya milis WM ini kita gunakan untuk diskusi yang baik, dan 
bukan untuk berdebat kusir. Artinya, dalam berdiskusi kita harus mengikuti adab 
dan sopan santunnya Rasulullah, dan bukan meniru gaya Fir'aun.  Diskusi dengan 
adab Rasulullah ini perlu dilakukan agar pembaca bisa menimba hikmahnya, 
penjelasan siapa yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tampaknya, Sdr. Ismail justru meniru Fir'aun, yaitu langsung menyatakan pihak 
lain "sangat salah" dan "sangat khilaf". Makanya wajar, kalau Mas Muiz saja 
langsung membalik Sdr. Ismail dengan sengatan.

Sdr. Ismail menggunakan dalil 33:33 dan 33:36 tanpa berpijak pada kaidah 
tafsir, dan langsung dicomot begitu saja untuk membenarkan dirinya. Ya, untuk 
membenarkan dirinya dan golongannya alias asshabiyyahnya.

Perlu diketahui, Q. 33:36 itu diturunkan untuk mengatur pernikahan Zaid dan 
Zainab. Dengan ayat inilah Zaid yang mula-mula sungkan karena dia mantan budak 
dan Zainab yang mula-mula merasa bahwa Zaid gak level sama dirinya, akhirnya 
bisa menerima Zaid sebagai suaminya. Inilah yang dimaksud ayat  tersebut bahwa 
tak ada pilihan lain bila Allah dan Rasulnya telah menetapkan suatu ketetapan. 
Hal ini bisa diteliti pada tafsir-tafsir seperti Jami'ul Bayan (Thabari), 
Al-Kabir (Fahruddin Razi), Kasysyaf (Zamakhsyari), dan Jami'ul Bayan 
(Shafiuddin).

Masalah jilbab, sudah pernah saya sampaikan bahwa 90% perempuan Indonesia itu 
sudah berjilbab. Hanya saja di antara yang berjilbab itu ada yang berkerudung, 
dan ada pula yang berjilbab tanpa kerudung seperti yang dilakukan oleh Rieke 
Diah P. Oleh karena itu, saya sarankan agar Sdr. Ismail belajar bahasa Arab 
sehingga mengerti artinya jilbab. Agar Sdr. Ismail tidak taqlid begitu saja 
kepada ustaznya. Agar tidak menganggap Prof. Quraisy Shihab yang dari S1-S3 
(S3-nya di Universitas al-Azhar Kairo) di bidang tafsir keliru dalam memahami 
jilbab.

Hal ini saya sampaikan agar Sdr. Ismail tidak meniru gaya Fir'aun, gaya 
asshabiyyah, yang justru menjadi temannya para setan.

Mengenai olok-olok

Sekali lagi, Sdr. Ismail tidak membaca Alquran dan hanya memperturutkan hawa 
nafsunya sehingga berani menyatakan olok-olok dalam  Q. 49:11 itu tidak berlaku 
umum bagi sesama muslim. Sekali lagi, baca ayat itu, ditujukan kepada siapa. 
Perhatikan awal ayatnya, "Hai sekalian orang-orang yang beriman...." Rieke itu 
beragama Islam sehingga termasuk yang diperolok-olok.

Wassalam,

chodjim

  ----- Original Message ----- 
  From: istiaji sutopo 
  To: WANITA MUSLIMAH 
  Cc: ujungblangut...@gmail.com 
  Sent: Thursday, March 11, 2010 5:44 PM
  Subject: [wanita-muslimah] PELAJARAN BAGI WANITA KARIR - MAKANYA PAKAI JILBAB 
DONG


    
  ISMAIL - 100306 - Assalaamu’alaikum wr. wb.

  Bismillahir rahmaanir rahiim, Allahumma
  shalli ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad.

  Apa khabar pak Chojim?
  Anda sangat salah paham dan sangat khilaf.

    

  Ilmu yang
  disampaikan jelas dan tegas, salah satu yaitu dengan 

  dasar Al Qur’an QS
  033 Al Ahzab ayat 0533 sambung ke ayat 056

   

   

  QS. 033  
  AL AHZAAB  036

   

  وَمَا
  كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُو

  لُهُ
  أَمْر

  اً
  أَن يَكُونَ لَهُمُ 

  الْخِيَرَةُ
  مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً
  مُّبِيناً 

   

  WA MAA KAANA
  LIMU’MINIW WALAA MU’MINATIN ISZAA QABHALLAAHU WA 

  RASUULUUHUU AMRAAN
  AYYAKUUNA LAHUMUL KHIARATU MIN AMRIHIM WA MAY 

  YA’SHILLAHAA WA
  RASUULAHUU FAQAD DHALLA DHALALLAM MUBIINAA

   

   

  Dan tidak patut bagi laki-laki yang mu’min dan
  tidak patut bagi 

  perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah
  menetapkan 

  suatu ketetapan. 

  Akan ada bagi mereka pilihan ( yang lain )
  tentang urusan mereka. Dan 

  barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya,
  sungguhlah mereka telah 

  sesat, sesat yang nyata ..

   

  PERINGATAN ALLAH
  SWT. UNTUK TIDAK MEMPERMAINKAN AGAMA, MEMAKAI JILBAB HANYA KALAU ADA ACARA 
ISLAMI MISALNYA
  ….

   

   

  AYAT
  059

   

  يَا
  أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ
  يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا
  يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً   

   

  YAA AYYUHAN NABIYYU, QUL ILLAZ WAAJIKA WA BANAATIKA WA
  NISAA'IL MU'MINIINA YUDNIINA ALAIHINNA MIN JALAA BIIBIHIN. DZAALIKA ADNAA
  AYYU'QRAFNA FALAA YU'DZAIN WAKAANALLAHU GHAFUURAR RAHIIMAA

   

   

  Wahai Nabi, katakanlah pada istri-istri, anak-anak perempuanmu dan 
ISTRI-ISTRI ORANG MUKMIN :  “ hendaklah
  mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka “ - yang demikian
  itu supaya mereka dikenal ( sebagai orang yang sopan ) karena itu mereka tidak
  diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

   

  PERINGATAN ALLAH SWT.
  AGAR WANITA BERJILBAB TUTUP AURAT

   

   

  Agar pembaca lega, ayat2
  tersebut sangat tegas disampaikan dalam talk show para
  artis2 ORBIT di Istora Senayan, Sabtu 6 Oktober 2010, Islamic Book Fair,
  sebagai kesadaran mereka untuk beramai2 

  menutup aurat /
  berjilbab dan tidak akan dibuka2 lagi 

  kecuali dirumah atau
  dihadapan mahrom mereka.

   

  Bersyukurlah kita, para
  artis2 cantik sudah pada sadar semua ....

   

  Artikel kami jelas
  bukan merupakan hujatan pada Rieke, tetapi hanya bentuk
  nasihat. 

   

  Karena Rieke adalah
  Publik Figur, jadi sangat tepat momentumnya 
  untuk menggalakann kesadaran
  berjilbab. Itu saja ditekankan, 
  bukankah demi kebaikan beliau juga dkk .. ?

   

  Tidak ada maksud
  mengolok2, justru menasihati untuk berlaku 
  lebih baik, sebagai muslimah,
  apalagi tokoh masyarakat, 
  seyogyanya aturan agama benar2 dita’ati, demikian
  juga maksudnya 
  untuk kawan2 DPR yang wanita Islam lainnya, atau bahkan 
  siapapun
  yang public figure, meskipun dia Istri Presiden dan Wapres. 
  Kita Rakyat jelata
  tidak salah, wong hanya menasihati, 
  sesudah itu terserah mereka. Allah SWT.
  tempat kembali kita semua …

   

  Kita lihat saja
  beliau2, umumnya apabila ada acara yang Islami atau 
  dimasa Ramadhan atau hari2
  besar Islam, baru pakai jilbab. 

   
  Tetapi diluar itu
  sudah bebas saja rambutnya diperlihatkan. 
  Bukankah itu seperti mempermainkan
  agama saja… 

   

  Karena itu salah
  satu sebab musabab babak belurnya negeri ini dipastikan banyak sekali wanita2
  Muslimah sedang mereka public figure tidak mau tutup aurat dan malahan lebih
  terlalu bebas sekarang ini.

   

  Sedangkan kalau
  bicara adab Islami, dalam peristiwa itu, dua2nya 

  memang bersalah
  dengan alasan hukum sebab akibat bukan ? 

  Kami tidak membela
  si pelaku dokter itu, karena itu 

  sudah masalah yang
  umum, bahkan perbuatan dokter yang 

  tak bermoral,
  bahkan sangat tercela …

   

    

  Kekhilafan besar
  pak Chojim, menganggap istilah olok2 berlaku umum.

   

  Sedang hukum olok2
  yang dimaksud Al Qur’an bukan untuk antara 

  sesama orang Islam.
  Tetapi kata2 olok2 itu selalu untuk 

  pencelaan orang2
  Kafir atau orang2 Munafik yang

  selalu menghina
  Nabi Muhammad SAW. 

   

  Mana ada tulisan
  sebelumnya bermaksud meng-olok2.

   

   

  Amiin …. Demikianlah mohon ma’af apabila ada yang
  khilaf, 

  yang benar hanya
  Allah swt.

   

  Wallahu a’lam bish
  shawwab – Wassalaamu’alaikum wr. wb.

   

  ISMAIL

   

  Get your preferred Email name!
  Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
  http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke