Benar  Mas Dwi, berdasarkan kaidah fikih "semua yang najis, haram dimakan atau 
diminum". Tetapi itu kaidah umum. Padahal, di dalam fikih ada pula kaidah 
khusus, misalnya dalam keadaan darurat, yang haram bisa menjadi halal.

Dalam kaidah umum, "daging babi" haram dimakan alias dikonsumsi. Tetapi, bila 
kita sedang lapar dan tidak dijumpai makanan lain, dan mengkonsumsinya hanya 
untuk mempertahankan hidup, maka makan daging babi pada saat itu halal adanya. 
Nah, dalam hal ini, apa yang diceritakan Abah Nur tentang "kencing unta" bila 
memang hadisnya ada, atau bahkan tidak ada pun bila ada bukti nyata, ya menjadi 
halal adanya.

Wassalam,

chodjim



  ----- Original Message ----- 
  From: Dwi Soegardi 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  Sent: Friday, March 12, 2010 3:06 PM
  Subject: Re: [wanita-muslimah] Hadits ttg Kencing Unta Sebagai Obat


    
  Mas Donnie,

  kaidahnya: "yang najis sudah pasti haram, yang haram belum tentu najis."
  misale alkohol yang haram tidak najis.

  2010/3/12 donnie damana <donnie.dam...@gmail.com>:
  > Pak Chojim,
  >
  > Memang kencing didalam tubuh memang tidak najis, tapi proses memasukan ke 
dalam tubuh.. apakah tidak terkena hukum najisnya barang tersebut? i.e. bahwa 
kencing di letakkan mulut itu menjadi tidak najis?
  > Btw, pertanyaan tambahan yang belum terjawab oleh mas Muiz :D
  > APakah najis otomatis haram and vice versa?
  >
  >
  > salim,
  > Donnie
  >
  >
  > On Mar 11, 2010, at 10:05 AM, Achmad Chodjim wrote:
  >
  >> Mas Muiz,
  >>
  >> Itu kan seperti kita ini sebenarnya menggendong "... dan air kencing" 
dalam tubuh kita. Tidak ada najis dan hadats bukan? Tetapi, bila ia keluar 
padahal kita sudah berwudhu, ya kita kedatangan hadats. Bila mengena tubuh dan 
pakaian kita ya berarti kena najis. Saya kira Abah HMNA setuju dengan ulasan 
saya..... hahaha....
  >>
  >> Dan secara fikih doa sesudah selesai menjalankan wudhu bisa saya tambahi, 
"subhaanaka wabihamdika wastaghfiruka wa aatuubu ilayka."
  >>
  >> Wassalam,
  >>
  >> chodjim
  >>
  >> ----- Original Message -----
  >> From: Abdul Muiz
  >> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
  >> Sent: Wednesday, March 10, 2010 2:18 PM
  >> Subject: Re: [wanita-muslimah] Hadits ttg Kencing Unta Sebagai Obat
  >>
  >> Abah HMNA, ini ilmu fiqh baru air kencing unta (betina yang sedang 
menyusui) kalau diminum sebagai obat tidak najis alias tidak hadats bagi 
peminumnya. Kalau air kencing unta tumpah mengenai baju atau badan menjadi 
hadats, kalu tumpah ke mulut alias tembus ke kerongkongan tidak hadats ya ??? 
ini ijtihad Abah HMNA atau ada referensinya abah ??
  >>
  >> Wassalam
  >> Abdul Mu'iz
  >>
  >> --- Pada Rab, 10/3/10, H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id> 
menulis:
  >>
  >> Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>
  >> Judul: Re: [wanita-muslimah] Hadits ttg Kencing Unta Sebagai Obat
  >> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
  >> Tanggal: Rabu, 10 Maret, 2010, 1:58 PM
  >>
  >> ----- Original Message -----
  >>
  >> From: "Abdul Muiz" <mui...@yahoo. com>
  >>
  >> To: <wanita-muslimah@ yahoogroups. com>
  >>
  >> Sent: Wednesday, March 10, 2010 11:20
  >>
  >> Subject: Re: [wanita-muslimah] Hadits ttg Kencing Unta Sebagai Obat
  >>
  >> abah HMNA, kalau urine unta betina yg sedang menyusui halal diminum, 
apabila orang yang sudah berwudhu sebelum shalat
  >>
  >> ############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### 
######
  >>
  >> HMNA:
  >>
  >> Baca butir 2.1 di bawah
  >>
  >> ############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### 
######
  >>
  >> , ybs minum urine unta betina yang sedang menyusui tsb tidak menyandang 
status hadats ??
  >>
  >> ############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### 
######### ######### #########
  >>
  >> HMNA:
  >>
  >> 1. Untuk dapat minum urine unta betina yg sedang menyusui pertama-tama 
harus pergi ke negeri di mana ada untanya.
  >>
  >> 2.Rukun wudhuk ada enam perkara:
  >>
  >> 2.1 niat merafak (menghilangkan) hadast atau najis yang ada pada orang 
yang berwudhuk.
  >>
  >> 2.2 membasuh muka. yaitu wajib membasuh antara tempat tumbuh rambut di 
kepala dan akhir tempat tumbuh jenggot atau tulang yang tumbuh di atasnya giigi 
bawah.dan antara dua buah telinga. begitu lah ukuran muka yang wajib di basuh.
  >>
  >> 2.3.membasuh dua tangan hingga ke siku siku.yakni kedua tangan dan kedua 
siku dan barang antara tangan dan siku.dan apabila terpotong sebahgian dari 
tangan maka hendaklah mencuci yang tinggai darinya.dan apabila tangan sudah 
terlepas dari tulang bahu maka wajiblah mencuci ujung tulang bahunya.
  >>
  >> 2.4.membasuh kepala tempat tumbuh rambut.
  >>
  >> 2.5.memcuci dua kaki beserta dua tumit.
  >>
  >> 2.6.tertib seperti diatas.
  >>
  >> 3. sunat- sunat wudhuk
  >>
  >> 3.1 bersiwak/gosok gigi; bersiwak juga disunatkan apabila hendak shalat 
dan disunatkan juga bersiwak apabila berubah bau mulut dengan sebab tidur atau 
lainnya.
  >>
  >> 3.2 disunatkan membaca Basmalah; dan apabila tidak membaca Basmalah pada 
awanya berwudhuk maka hendaklah membaca pada pertengahan berwudhuk.dan tidak 
ada fahala sunat wudhuk apabila membaca setelah selesai wudhuk.
  >>
  >> 3.3.membasuh dua telapak tangan.
  >>
  >> 4.berkumur kumur dan memasukan air dalam lobang hidung bagi yang tidak 
sedang dalam berpuasa.
  >>
  >> 5.menjadi kan tiga kali basuhan atau cucian
  >>
  >> 6.membasuh sekalian kepala dari ubun dari ubun ubun sampai ke tengkuk
  >>
  >> 7.membasuh dua telinga luar dalam
  >>
  >> 8.menyela nyela jenggot yang tipis dengan jari
  >>
  >> 9.mendahulukan yang kanan.
  >>
  >> 10.melebihkan membasuh dari batas wajib ketika membasuh muka , tangan dan 
kaki.
  >>
  >> 11.muwalah atau mengiringi membasuh satu persatu dengan sekira kira tidak 
kering satu anggota sebleum membasuh anggota lainnya.
  >>
  >> 12.tidak mengeringkan air wudhuk dengan menyapu pakai handuk atau serbet.
  >>
  >> 13. membaca do'a setelah wudhuk "asyhadu anla ilaha illallah wahdahu la 
syariikalah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu warasuuluh. allahummaj'alni 
minattawwabin waj'alni minal mutathahhirin ' waj'alni min 'ibaadikashalihin.
  >>
  >> ############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### 
#########
  >>
  >> kalau tidak hadats, bagaimana kalau urine yang akan diminum itu tumpah 
mengenai baju atau badan ?? tetap sucikah ??
  >>
  >> ############ ######### ######### ######### ######### ######### ########
  >>
  >> HMNA:
  >>
  >> Jaga jangan sampai yang diminum itu tidak tumpah.
  >>
  >> ############ ######### ######### ######### ######### ######### ########
  >>
  >> .
  >>
  >> Wassalam
  >>
  >> Abdul Mu'iz
  >>
  >> --- Pada Sel, 9/3/10, H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@ yahoo.co. 
id> menulis:
  >>
  >> Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@ yahoo.co. id>
  >>
  >> Judul: Re: [wanita-muslimah] Hadits ttg Kencing Unta Sebagai Obat
  >>
  >> Kepada: wanita-muslimah@ yahoogroups. com
  >>
  >> Tanggal: Selasa, 9 Maret, 2010, 11:13 PM
  >>
  >> ----- Original Message -----
  >>
  >> From: "Ary Setijadi Prihatmanto" <ary.setijadi@ gmail.com>
  >>
  >> To: <wanita-muslimah@ yahoogroups. com>
  >>
  >> Sent: Tuesday, March 09, 2010 07:47
  >>
  >> Subject: Re: [wanita-muslimah] Hadits ttg Kencing Unta Sebagai Obat
  >>
  >> Kurang komprehensif nih Eyang mikirnya...
  >>
  >> Jadi, "kencing unta sebagai obat" itu halal, karena ada pedoman hadits 
khusus.
  >>
  >> Apakah artinya, karena Rasulullah tidak bicara secara khusus tentang 
"kencing manusia sbg obat" maka "hukumnya haram" sesuai dengan hadits-hadits 
yang umum?
  >>
  >> Jadi ngapain kemaren mengeluarkan hadits "kencing unta sebagai obat" untuk 
membahas "kencing manusia sbg obat" segala? Bukannya gak nyambung dan malah 
menjadi kabur?
  >>
  >> ############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### 
######### ######### ######### #
  >>
  >> HMNA:
  >>
  >> Saya tidak pernah bicara ttg kencing manusia sebagai obat.
  >>
  >> Dan saya tidak pernah ikut membahas dalam Subject: "Terapi Urine Hilangkan 
Penyakit?"
  >>
  >> Saya hanya bicara dalam subject yang saya kemukakan sendiri: "Hadits ttg 
Kencing Unta Sebagai Obat"
  >>
  >> ASP nyengir tulisan saya tidak nyambung
  >>
  >> Itu tandanya ASP impulsif, lihat subject baik-baik lebih dahulu baru 
nyengir ! Sudah jelas tidak nyambung, karena subject bahasan berbeda / 
berlainan..
  >>
  >> Saya beri penjelasan ttg qaidah "Pakai hukum yang khusus dari yang umum", 
karena ente kelihatannya usil ingin mempertentangkan Hadits.
  >>
  >> ############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### 
######### ######### ######### #
  >>
  >> Lebih jauh, gimana mau kritik matan ya kalo cara berfikirnya seperti ini.
  >>
  >> Rasulullah saw kan dalam hidupnya yang didokumentasikan sbg hadits kan 
tidak sedang buat UU.
  >>
  >> Hadits itu yang buat orang lain, bukan Rasulullah sendiri. Kata-katanya 
pun kadang2 dikutip tidak lengkap dan sangat kontekstual. IMHO, malah 
konsistensi menjadi penting untuk melihat mana hadits yang bener, mana yang 
ngaco, karena Rasulullah itu PASTI KONSISTEN.
  >>
  >> ----- Original Message -----
  >>
  >> From: H. M. Nur Abdurahman
  >>
  >> To: wanita-muslimah@ yahoogroups. com
  >>
  >> Sent: Tuesday, March 09, 2010 3:20 AM
  >>
  >> Subject: Re: [wanita-muslimah] Hadits ttg Kencing Unta Sebagai Obat
  >>
  >> ----- Original Message -----
  >>
  >> From: "Ary Setijadi Prihatmanto" <ary.setijadi@ gmail.com>
  >>
  >> To: <wanita-muslimah@ yahoogroups. com>
  >>
  >> Sent: Tuesday, March 09, 2010 00:46
  >>
  >> Subject: Re: [wanita-muslimah] Hadits ttg Kencing Unta Sebagai Obat
  >>
  >> Lalu, bagaimana dengan hadits2 seperti:
  >>
  >> "Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat bagimu pada apa-apa yang 
diharamkan." (HR Bukhari dan Baihaqi).
  >>
  >> "Sesungguhnya Allah SWT menurunkan penyakit dan obat, dan menjadikan 
setiap penyakit ada obatnya. Hendaklah kalian berobat, dan janganlah kalian 
berobat dengan sesuatu yang haram." (HR Abu Dawud)
  >>
  >> ############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### 
######### ######### ######### ######### ####
  >>
  >> HMNA:
  >>
  >> Ada hukum secara umum, ada hukum secara khusus. Untuk itu berlaku qaidah: 
Pakai hukum yang khusus dari yang umum. Urine unta yang menyusui yang dicampur 
dengan susu unta tsb adalah hukum yang khusus. Otoritas yang membuat hukum 
khusus adalah Nabi SAW. Dari situ dapat dijabarkan dengan Qiyas.
  >>
  >> Dalam hukum negarapun demikian pula. Pidana umum pakai KUHP. Sedangkan 
pidan khusus UU-Pers adalah hukum khusus. Maka khusus pidana dalam hal pers 
dipakai UU-Pers, bukan KUHP. Qaidah ini tidak difahami oleh mantan Kapolda 
Sulselbar (sudah lupa namanya, tidak punya waktu mencari namanya di arsip). 
Makanya ia kalah dalam pengadilan. Kasihan, malu dia. Dia ditarik ke pusat 
karena hal itu.
  >>
  >> ############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### 
######### ######### ######### ######### #####
  >>
  >> Lebih jauh, IMHO haditsnya secara matan saja bermasalah. Hukuman pidana 
seperti itu bukan cara-cara yang islami yang sebetulnya tidak mungkin dilakukan 
oleh Rasulullah. Namanya Qishash dalam kasus pembunuhan itu ya langsung dibunuh 
dengan cara yang baik, bukan model seperti itu.
  >>
  >> Anggap haditsnya tidak problematis dan memang Rasulullah lakukan, jika 
kita analisis haditsnya,
  >>
  >> - Penyakit untuk air kencing unta itu untuk penyakit karena ketidakcocokan 
udara kota, bukan sembarang penyakit.
  >>
  >> - Rasulullah juga tidak pernah bilang apa-apa tentang obat dari "kencing 
manusia". Oleh karenanya tidak perlu merasa tidak islami jika tidak sesuai.
  >>
  >> Diluar masih banyak hal yang belum bisa diobati, ilmu pengobatan modern 
sebetulnya telah begitu maju. Selain itu juga, sudah mulai menjangkau hal-hal 
yang dulunya dianggap sebagai pengobatan alternatif. Tentu saja diadopsi dengan 
cara-cara yang sistematis dan tetap ilmiah.
  >>
  >> Persoalan terbesar kita, IMHO adalah akses ke hasil-hasil pengobatan 
modern masih rendah, sangat mahal dan tidak terjangkau karena kemampuan kita 
sebagai bangsa menguasainya masih rendah. Banyak tragedi kesehatan terjadi 
karena bangsa ini masih salah urus.
  >>
  >> ----- Original Message -----
  >>
  >> From: H. M. Nur Abdurahman
  >>
  >> To: wanita-muslimah@ yahoogroups. com
  >>
  >> Sent: Monday, March 08, 2010 5:23 PM
  >>
  >> Subject: [wanita-muslimah] Hadits ttg Kencing Unta Sebagai Obat
  >>
  >> Hadits ttg Kencing Unta Sebagai Obat
  >>
  >> Anas ra bercerita; " Beberapa org dari 'Ukl atau dari 'Urainah datang ke 
Madinah, sedangkan hawa kota Madinah tidak sesuai dgn mereka (yg menyebabkan 
mereka selalu sakit-sakit) . Maka Nabi menyuruh mereka mencari unta betina yg 
sedang menyusui, dan menyuruh pula mereka minum air kencing dan susu unta itu. 
Mereka pergi dan melakukan seperti apa yg dianjurkan oleh baginda.
  >>
  >> Setelah sehat kembali, mereka telah membunuh tuan gembala unta itu, dan 
untanya mereka bawa (curi). Berita kejadian (kelakuan )mereka itu sampai kpd 
Nabi pada pagi hari. Lalu Nabi memerintahkan supaya mengikuti jejak mereka. 
Kira-kira tengah hari mereka dapat ditangkap. Maka Nabi memerintahkan supaya 
memotong tangan dan kaki mereka, dan mata mereka ditusuk, kemudian dijemur 
ditempat panas, dan apabila mereka meminta minum jangan diberikan.
  >>
  >> Berkata Abu Qalabah, "Mereka itu mencuri, membunuh, kafir sesudah iman, 
bahkan menentang Allah dan Rasulnya." [Sahih Bukhari, Jilid 1, hadis 154]
  >>
  >> ***
  >>
  >> Kencing unta sebagai obat, sudah menjadi suatu hukum, yaitu minum kencing 
dan susu unta yg sedang menyusui utk dibuat obat ketika sakit-sakitan. Namun, 
jika sudah sehat kembali, minum air kencing itu, maka hukumnya haram.
  >>
  >> [Non-text portions of this message have been removed]
  >>
  >> __________________________________________________________
  >> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
  >> http://id.yahoo.com/
  >>
  >> [Non-text portions of this message have been removed]
  >>
  >> [Non-text portions of this message have been removed]
  >>
  >>
  >
  >
  >
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >
  >
  >
  > ------------------------------------
  >
  > =======================
  > Milis Wanita Muslimah
  > Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
  > Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
  > Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
  > ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
  > Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
  > Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
  > Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
  > Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com
  >
  > Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
  >
  >
  >
  >


  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke