Refleksi :  Neters, jangan pakai pakai putih, nanti dikira mayat  oleh ular, 
lau disantap. Pakai yang hitam-hitam, bagusnya juga tutup muka atau berpakaian 
burkha. Pasti selamat! 

Ular dimandikan? Ada-ada saja kepercayaan.   

Kalau lebar perut 40 cm mungkin baru santapan enak dan tidak bisa banyak 
bergerak.

http://www.bangkapos.com/detail.php?section=1&category=13&subcat=13&id=17258


Habis Dimandikan Kembang Ular itu Dilepas 

     
      Sumber : Muchsin/SURYA  
BANGKAPOS.COM, PAMEKASAN -- Meski ular itu sudah lama dilepas dan dikembalikan 
ke tempat semula di lubang kuburan ambruk, namun sampai sekarang masih menjadi 
pembicaraan hangat di kalangan masyarakat, Batuma-mar, Pamekasan.

Bahkan, sebagian besar masyarakat Batumar-mar, meyakini ular sepanjang 4 meter 
diameter 40 cm yang ditangkap Madin, 42, warga Kampung Kabe'en, Desa Bujur 
Barat, Kecamatan Batumar-mar, sebagai ular jadi-jadian.

Warga menyebut ular itu berjenis Cobra namun pengamat ular dari Fakultas 
Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), E Joko Putranto menduga 
jenisnya ular sawah atau ular piton. Jika ular piton, kemungkinan merupakan 
jenis retikulatus. Ini merupakan ular piton yang sisiknya berwarna hitam.

Selain diduga memangsa mayat, ular berkulit hitam dan lorek putih itu dipercaya 
mengerti bahasa manusia. Sehingga Madin yang mengurung ular di dalam kotak kayu 
berpintu kawat selama 21 hari kemudian melepasnya kembali. Setelah ditangkap, 
ular itu sempat diajak di tengah kerumunan warga dan ketika dilepas, lebih dulu 
dimandikan air kembang dan airnya diminum ular sampai habis.

"Ular itu benar-benar aneh. Tidak seperti ular biasa yang sering kami lihat. 
Setiap kami melihat ular di dalam kotak, tubuh saya merinding dan bulu kuduk 
berdiri. Sorot matanya memancarkan mistik," kata Solehoddin, warga Desa Bujur 
Barat, Sabtu (13/3).

Misdin yang sudah empat kali melihat ular dari jarak dekat bersama puluhan 
warga lainnya, mengaku tidak berani lagi menatap kepala ular. Sebab setiap 
warga melihat, kepala ular itu berdiri tegak, mengembang seperti hendak 
memangsa. Lidahnya menjulur ke luar masuk dan tatapan matanya menyapu 
pengunjung.

"Warga tidak ada yang berani mendekati makam ambruk tempat bersarangnya ular 
itu. Namun jika ditemani Pak Madin, kami berani ke sana, hanya saja tidak boleh 
berlama-lama, khawatir ular itu marah," ungkap Solehoddin.

Madin, yang selama ini sering menangkap ular menceritakan, beberapa waktu lalu, 
sekitar pukul 09.00 WIB, ia tengah bersiap- siap hendak ke luar kota. Tiba-tiba 
dari kejauhan terdengar sayup-sayup suara seseorang minta tolong sambil 
memanggil namanya. Ketika Madin berlari ke arah suara, ia melihat Raji, 35, 
tetangganya berlari ketakutan dikejar ular. "Waktu itu saya melihat ular 
mengejar dengan posisi tubuh bagian depan berdiri dan nyaris mematuk tubuh 
Raji, yang mengenakan baju putih," kata Madin.

Kemudian, ayah empat anak itu menghadang ular dan berdiri seperti menantang. 
Mendadak ular berdiri. Pada saat itu Madin menangkap dengan memegang kepalanya. 
Seketika ular yang semula diameter tubuhnya 40 cm meter tiba-tiba mengecil 
hampir 8 cm dan terlihat lemas seperti tidak punya tenaga.

Berita tertangkapnya ular aneh itu mengundang puluhan warga sekitar. Awalnya 
sebagian warga meminta Madin segera membunuh ular itu, namun Madin menolak, 
karena ada sesuatu yang aneh. Menurut Madin, saat itu ia mengatakan kepada 
warga dirinya mungkin orang yang tidak waras. Ia meminta warga menyaksikan 
dirinya berdialog dengan ular.

"Hei Cobra, jika kamu benar-benar ular, maka saya dan warga akan membunuhmu 
sekarang juga. Tapi jika kamu bukan ular, tolong tunjukkan bisa beracun dan 
gigi taringmu yang tajam," kata Madin, kepada ular.

Ular yang semula tubuhnya lemas dan mulutnya tertutup rapat, lambat laun 
menganga. "Ayo buka yang lebar, warga ingin melihat taringmu," tukas Madin. 
Kemudian ular memperlebar mulutnya, sehingga delapan taring gigi atas bawah 
terlihat jelas.

Selama dikurung dalam kotak kayu berukuran tinggi 75 cm, panjang 60 cm dan 
lebar 50 cm, selama 21 hari, ular itu tidak mau makan dan minum. Padahal Madin 
sudah memberi katak, belalang dan tahu serta minuman ke dalam kotak. "Yang 
membuat kami heran, tubuh ular itu berubah-ubah bentuk. Pagi sampai siang, 
pukul 07.00 WIB - 12.00 WIB tubuhnya sebesar paha. Siang sampai magrib, 
tubuhnya mengecil seukuran gagang sapu. Dan magrib sampai pagi, tubuhnya 
seperti semula," kata Madin.

Diceritakan, sejak ular itu ditangkap, sebagian warga mengaku gelisah dan 
sering bermimpi ular. Bahkan, selama ular dikurung di dalam kamar rumah kosong, 
tidak turun hujan. Akhirnya warga sepakat ular itu dikembalikan ke tempatnya di 
makam Mat Hasan, yang ambruk. Hasan meninggal dua tahun lalu. Sebelum dilepas, 
disaksikan puluhan warga, ular itu dimandikan air kembang.

"Saya tahu, selama kamu dikurung, kamu tidak makan dan minum. Ini air kembang, 
minumlah," kata Madin kepada ular. Dan saat itu ular langsung meminum setengah 
ember air kembang sampai habis.

Anggota DPRD Pamekasan, asal Batumar-mar, Munaji, mengatakan, sebagian 
masyarakat menganggap ular pemangsa mayat, jelmaan makhluk. "Kami sudah 
mengimbau kepada masyarakat, jangan terlalu percaya dengan mitos itu," kata 
Munaji.

Pengamat ular dari Unair, E Joko Putranto, sebelumnya juga menganggap aneh 
kalau ada ular Cobra memakan mayat. Ia menyebut, ular liar selalu memakan 
makhluk hidup. Ia menduga ular yang ditangkap kemudian dilepaskan di Pamekasan 
itu adalah ular piton.

"Rasanya aneh jika ular liar makan mayat. Dan biasanya, kalau sangat kelaparan, 
ular piton masuk kampung untuk memangsa ayam atau hewan hidup yang lain. Bukan 
membuat liang di kuburan," terang Joko.

++++

http://www.bangkapos.com/detail.php?section=1&category=13&subcat=13&id=17209

Ular Pemakan Mayat ini membuka Mulutnya Tiap Melihat Kain Putih 

     
      Sumber : kompas. com  
PAMEKASAN, BANGKAPOS. com - Warga Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, 
Madura, Jawa Timur, menangkap seekor ular cobra berukuran panjang sekitar empat 
meter, yang diketahui memakan mayat. 

Ular berukuran besar dengan diameter 40 cm meter ini berhasil ditangkap warga 
di pemakaman umum desa setempat, saat ular tersebut sedang keluar dari lubang 
sebuah kuburan yang ambruk. 

"Ular ini sebenarnya jinak, namun ketika melihat orang yang berpakaian putih 
langsung membuka mulutnya seperti hendak memangsa orang itu," kata Kepala Desa 
Bujur Barat, Rajaie, Jumat (12/3/2010). 

Ular cobra berukuran besar itu diyakini sebagai pemangsa mayat, karena di 
pemakaman umum Desa Bujur Barat banyak makam yang ambruk dan tidak diketahui 
mayatnya. 

Salah satu indikasi bahwa yang memangsa mayat warga yang hilang di dalam 
kuburan di desa itu, jika ular tersebut melihat orang berpakaian putih langsung 
membuka mulut dan hendak memakan orang itu. 

"Mayat di kuburan itu, kan dibungkus kain putih. Makanya begitu melihat orang 
berpakaian putih langsung membuka mulut, mungkin dikira mayat juga," ucapnya.








[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke